2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
taylor price
Jules of Nature

if i look back, i am lost

No title available

Andulka
AnasAbdin
Xuebing Du

No title available
Game of Thrones Daily
Peter Solarz
No title available
Claire Keane
Monterey Bay Aquarium
Sade Olutola
trying on a metaphor
occasionally subtle

Janaina Medeiros

shark vs the universe

❣ Chile in a Photography ❣
seen from United States

seen from United States
seen from Canada

seen from Türkiye

seen from United States
seen from Canada
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Argentina

seen from Malaysia

seen from Türkiye

seen from United Kingdom

seen from Luxembourg

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
@morespace-inspace
If I could run away, where would I go?
Pertanyaan ini muncul seketika di kepala. Kalau bisa melarikan diri, mau kemana? Hmm... pertanyaan yang cukup sulit. Sejujurnya, aku selalu membayangkan untuk pergi jauh dan tidak pernah kembali lagi. Pergi dan tinggal di Bali adalah pilihan yang paling menyenangkan untuk dibayangkan. Who doesn’t love beach? Seru banget walaupun sekedar membayangkan, punya rumah yang tidak terlalu jauh dari pantai. Boleh jadi nanti ketika pukul 4 sore, aku sudah di sana dengan menggunakan bikini, gak lupa sunblock, cause I hate sunburn, sambil bawa kain tipis untuk duduk lesehan di pinggir pantai, beli sebotol beer di minimarket dan tentunya sebungkus rokok, aah senangnya... sambil melihat matahari tenggelam di ujung mata memandang, melamun, mendengarkan lagu dari headset kencang-kencang, menghisap rokok batang demi batang.
Pulangnya, aku bakal ke Bu Nana buat beli makan malam, beli nasi kari ayam dan roti canai. Beli sate lilit juga boleh, beli mcd juga gak masalah sih. Atau mungkin masak aja di rumah? Hahahaha. Sebetulnya, baru baru ini aku apply beberapa pekerjaan yang lokasinya di Bali. Berharap ada satu yang nyantol, barangkali aja khayalan-khayalan sederhana tentang hidup di Bali ini bisa terealisasi. Walaupun sebenernya mungkin masih banyak kegiatan menyenangkan lainnya yang bisa dilakukan di sana, tapi yang bisa aku bayangkan sekarang hanya segitu. Sekarang lebih baik banyak berdoa aja, biar aku bisa punya kesempatan untuk hidup lebih lama di tengah pandemi ini dan punya kesempatan untuk melakukan yang aku mau di kemudian hari.
Singgah - Bilal Indrajaya
Terpujilah kau, yang tlah sempat datang dan menjadi kerinduanku Selalu, melipur pilu disaat malam pun datang Sewindu denganmu dan kau pun tetap enggan untuk berlalu Terpaut waktu, rindu, dan diriku Mengundang seribu ragu Yang tak sempat terucapkan, tersampaikan, padamu Bahwasanya diriku kan selalu merindu parasmu mendamba sentuhmu Tak perlu kau sesali perih yang terjadi Malahan mendewasakanmu Yang tak sempat terucapkan, tersampaikan, padamu Bahwasanya diriku kan selalu merindu parasmu mendamba sentuhmu
Terpujilah, kau
Perpisahan dengan Marco (bagian 1)
Tiga tahun lebih beberapa bulan aku menyandang status sebagai pacar dari Marco, laki-laki berparas tampan kearab-araban yang badannya kurus dengan tinggi 178cm. Tepat 2 hari lalu, tanggal 30 Agustus 2020 aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengannya. Tapi aneh, rasanya tidak ada kesedihan, tidak ada kehilangan, tidak ada penyesalan. Aku pikir, mungkin ada hubungannya dengan doa-doa tentang meminta seseorang yang baik menurut tuhan.
Tiga tahun sudah aku memiliki hubungan dengan Marco, bayak pula cerita dan kenangan yang aku lewati dengan dia. Tapi, sampai detik ini aku tidak pernah bisa menulis sesuatu tentang dia, tidak pernah ada yang bisa aku tuangkan ke dalam tulisan. Rasanya ketika aku akan menulis tentang Marco, perasaanku selalu hambar. Aku sendiri tidak paham, kenapa hal ini bisa terjadi. Sebelumnya, orang-orang sebelumnya, setiap laki-laki yang dekat denganku sedikitnya memiliki satu tempat khusus di sini untuk diceritakan. Tapi tidak dengan Marco. Aku pun sampai saat ini masih bertanya-tanya, mungkin nanti ketika aku benar-benar kehilangan dia, baru aku akan sadar bahwa bersamanya merupakan hal yang menyenangkan.
Sudah berkali-kali pula aku mencoba untuk mengakhiri hubungan dengan Marco, 1? 2? 3? mungkin lebih dari 10kali. Tapi baru kali ini aku bisa benar-benar mengakhiri hubunganku dengan Marco. Rasanya memang selalu ada yang mengganjal, tidak nyaman, salah, dan berlangsung berulang-ulang bulan demi bulan. Aku merasa tidak cukup untuk Marco, dan aku pun merasa Marco pun tidak cukup untuk aku, selalu ada yang kurang, selalu ada yang salah. Setiap aku bersama Marco rasanya amarahku muncul, setiap kesalahan kecil yang dia buat di depanku, rasanya aku muak dan emosi. Tentunya itu bukan hubungan yang aku mau. Bukankah hubungan yang baik itu yang dapat memberikan ketenangan, kedamaian dan rasa senang?
Teruntuk Marco, aku masih bingung dengan perasaanku sendiri. Mungkin dari awal aku sudah salah untuk terlalu buru-buru menerima kamu. Mungkin aku dari awal salah, terlalu jauh membawa kamu masuk ke dunaiku, dunia yang membuat kamu tenggelam. Maafkan aku yang sampai saat ini nyatanya tidak menangisi perpisahan kita. Maaf karena membuat kamu menangis. Tapi aku selalu meyakini, perpisahan saat ini lebih baik daripada harus berpisah di kemudian hari saat semuanya semakin terlalu jauh dan terlalu lama.
the holy trinity of deserved better
These guy are really my typeee!! I just can’t hold my smile everytime they show up on their scene
I'm gonna watch to all the boys I love before P.S I love you tomorrow, cause I'm in the mood for watching Peter Kavinski and another Lara Jean hot boy friends..
#Peter “it’s never gonna happen” Kavinsky
Hari ini, paru-paru gak berhenti ngisep asep rokok. Tujuh batang LA Ice dibakar habis dalam kurun waktu 3 jam. Ditemenin sama nasi goreng pedes yang nasinya lembek dan telur setengah mateng yang gua rasa sih masih belum mateng karena putih telurnya masih berbentuk lendir, gak lupa juga gua mesen minuman andalannya yaitu es kopi susu, namanya sih sebenernya lebih keren dari hanya sekedar es kopi susu, tapi gua males aja ngingetnya, terlalu ribet.
Hari itu di Bahagia Kopi jalan Banda, gua ketemu sama temen SMA yang sampe sekarang masih deket banget. Walaupun kita jarang banget ketemu atau bercengkrama di sosial media, tapi rasanya selalu menyenangkan buat bertukar cerita kehidupan yang udah dilewatin selama gak ketemu, biasanya kita ketemu tuh setahun 2-3 kali. Jadi lah setiap ketemu itu cara berpikir, topik pembicaraan, sampai pengalaman yang kita obrolin itu semakin dewasa. Gua rasa.
5 tahun lalu, obrolan kita masih seputar ospek, kaka tingkat, teman baru, mata kuliah dan cara belajar di kelas. 4 -2 tahun lalu mungkin masih seputar perkuliahan dan tugas-tugasnya, gak lupa diselingin juga sama kisah-kisah percintaan. 1 tahun terakhir pembahasan udah mulai mengarah ke skripsi, wisuda, patah hati, dan pekerjaan. Sampai akhirnya tadi, gua sadar sesuatu, ternyata kita udah makin dewasa, karena obrolan kita udah mulai mengarah ke mencari pekerjaan, rencana untuk menikah, punya anak, prioritas-prioritas yang mulai kita pikirkan, investasi yang bagus tuh kira-kira apa. Rasanya menyenangkan, ketika bisa selalu bertukar pikiran dengan orang yang satu frekuensi dan memiliki ketertarikan yang sama.
Gua sama temen gua ini setuju, untuk mempunyai standar memiliki rumah sebelum menikah, karena yang kita pikirkan adalah bagaimana caranya untuk benar-benar mandiri dan tidak ada campur tangan dari siapapun termasuk dari orang tua. Ketika lu udah punya rumah sendiri, mau lu sesusah apa pun, gak punya uang sepeser pun, lu tetep masih punya tempat untuk berteduh dan gak perlu mikirin gimana caranya bayar sewa tempat berteduh tersebut. Prioritas utama yang harus dipikiran itu jadinya tinggal how to make money for tummy. Gua sebenernya gak tau ini pola pikir yang salah atau benar, tapi gak ada salahnya kan untuk memiliki standar hidup yang diinginkan. Entah itu rumah yang gua beli pake uang sendiri, atau calon suami atau bahkan patungan, gua gak masalah sebenernya. Toh, itu juga jadi motivasi gua sekarang untuk kerja keras dan mencari uang yang banyak supaya bisa memenuhi standar kehidupan yang gua inginkan kelak. Tulisan ini juga mungkin bisa berfungsi sebagai kilas balik gua 10 tahun lagi. Apakah keinginan tersebut sudah terwujud, masih mencoba diwujudkan, atau bahkan mungkin sudah berubah. Let me surprise my 10 years later from now.
Bandung, 01/08/2020
you can’t stop me from loving pizza with extra cheese
semesta saat ini lagi gak banyak berpihak sama aku, semesta lagi seneng banget bikin aku jadi pecundang, resign yang berbuah belum dapet kerja lagi, pengumuman jadi pramugari kereta dihold berbulan-bulan, I’m broke as fuck. udah gak ada tabungan lagi, mau minta uang pun sungkan. tapi kebutuhan untuk diri sendiri masih terus berjalan. this life is fucked up rn. tapi aku percaya, gak selamanya bakal kaya gini. kalau bukan hari ini, pasti nanti.
Aditi Coffee 18.23 Bandung, 5 Juli 2020.