Ternyata, dalam segala hal dalam diri kita. Kita tidak pernah benar-benar memilih apapun. Kita tidak pernah memiliki diri kita masing masing. Semua yang pernah mungkin kamu- aku lakukan hanyalah menemukan diri kita masing-masing. Hingga akhirnya semua menghilang, entah tatap muka, diam saja,atau pesan singkat. Setiap diriku adalah- nya. Dalam titik ini, aku benar benar menghilang, aku tidak pernah hidup kembali. Semua yang melawatiku hanya mayat hidup yang hanya ingin bertahan hidup. Aku sudah menjadi bagian dari mereka, lagi. Nyawaku dibawa manusia penuh sajak dengan sedikit ketakutan.
Bawa nyawaku dalam mimpimu, atau alam kita.
n-













