Kadang sesuatu hadir begitu sederhana, sehingga kita enggan untuk mengakuinya
Ayu Utami
Peter Solarz
No title available

shark vs the universe

PR's Tumblrdome
wallacepolsom

izzy's playlists!
todays bird
No title available
Cosmic Funnies

ellievsbear

roma★

No title available
tumblr dot com

pixel skylines
sheepfilms
Mike Driver
styofa doing anything
will byers stan first human second
hello vonnie
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

seen from Switzerland
seen from India
seen from United States

seen from United States
seen from Ecuador

seen from United States
seen from Germany
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Spain
seen from Malaysia
seen from Czechia

seen from Germany
seen from United States
seen from United States

seen from Switzerland

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from United States
@narabox-blog
Kadang sesuatu hadir begitu sederhana, sehingga kita enggan untuk mengakuinya
Ayu Utami
Giant Shield Bug, Eusthenes sp.
Salah satu jenis yang masuk ke dalam family Tessaratomidae. Sebagian besar anggota Tessaratomidae dikenal dengan sebutan Shield Bug dan Stink Bug. Merupakan serangga pemakan daun (phytophagus).
Hinggap di baju saat survey lahan kubis di kawasan Kedu Utara
doc.nararya (Candiroto, 2016)
Kembang Anting-anting, Fuchsia sp.
doc. Nararya, Jalur pendakian gunung Prau - Dieng 2016.
Impatiens Hawk Moth Caterpillar, Theretra oldenlandiae
Ngengat ini tergolong dalam family Sphingidae, dijumpai pada tumbuhan pacar air (Impatiens walleriana), menurut referensi jenis tumbuhan lainnya yang menjadi host plant larva ini adalah kembang anting-anting (genus Fuchsia). Fase dewasa memiliki tubuh didominasi cokelat dengan corak garis di sepanjang abdomen. Jenis ini tersebar mulai dari India, Asia Tenggara hingga ke Australia
doc.nararya (Pasuruan, 2016)
Ukuran menjadi lebih baik itu bukan dinilai dari tingkat jabatan yang disandang namun dari kepuasan hati yang dirasa
Lukman Syafi’i
Satwaliar di Pusdikbang SDM Perum Perhutani-Madiun
Di tengah kegiatan diklat kami pada awal tahun 2016 di Pusdikbang SDM Perum Perhutani Madiun kami sempat melakukan kegiatan pengamatan satwaliar sebagai pembelajaran pengelolaan hutan lestari yang akan kami tangani kedepannya. Kegiatan pengamatan satwaliar ini kami lakukan di beberapa ruang terbuka hijau yang dimiliki Pusdikbang SDM Perum Perhutani yang berupa taman dan arboretum.
Arboretum Pusdikbag SDM Perum Perhutani, foto:Yunanta Chandra
Beberapa jenis satwa yang terdata selama pengamatan diantaranya
Gelatik Jawa (Padda oryzivora) yang saat ini menyandang status terancam dari IUCN (mungkin kita dapat sebut sebagai organisasi internasional yang bergerak di bidang konservasi sumberdaya alam).
Gelatik Jawa ini dijumpai secara berkelompok hinggap di pepohonan yang berada di taman-taman Pusdikbang SDM Perum Perhutani.
Salah satu jenis kupu-kupu yaitu Papilio demoleus yang dijumpai tengah menghisap nektar bunga Soka (Ixora sp).
Bunglon surai (Bronchocela jubata) yang dijumpai sedang berjemur
Foto Blur:
Burung Cabai Jawa (jantan)/ Scarlet Headed Flowerpecker; Dicaeum trochileum
Merupakan jenis burung yang umum dijumpai saat melakukan pengamatan dikawasan Pusdikbang Perum Perhutani - Madiun. Tubuh jenis burung ini berukuran kecil bila dibandingkan jenis burung pada umumnya, dapat dikenali melalui bagian kepala yang didominasi warna merah kejinggaan. Umumnya dijumpai beraktivitas pada dahan dan pucuk-pucuk pohon.
doc.nara (Pusdikbang Perum Perhutani - Madiun, 2016)
Pepaya Gunung, Carica pubescens
merupakan kerabat pepaya yang tumbuh di dataran tinggi basah. Di wilayah Wonosobo (Dataran Tinggi Dieng) tanaman ini biasa disebut Karika, Jenis tanaman ini berasal dari Dataran Tinggi Andes.
Karika diintroduksi ke Indonesia pada masa menjelang Perang Dunia II oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda dan berhasil dikembangkan di Dataran Tinggi Dieng
Doc.Nararya (Dieng 2016)
Ular Cicak, Banded Wolf Snake Lycodon subcinctus
Merupakan jenis ular yang tidak memiliki bisa dan tidak berbahaya kepada manusia. Jenis ular ini memangsa cicak dan kadal sehingga dikenal dengan sebutan ular cicak
Saat melihat jenis ini sekilas saya duga Ular Weling (Bungarus candidus) karena pola dan warna tubuhnya yang mirip.
Doc.Nararya2016 CA Pagerwunung Darupono
Tempat memberi makan Monyet!! Agaknya melenceng ketika adanya spot sperti ini di kawasan CA yang notabene proses dalam kawasan tersebut harus berjalan secara alami. Pemberian makan satwa scr sengaja baik oleh siapa pun di dalam CA tidak dibenarkan karena hal ini berpotensi mengubah perilaku dari satwa tsb yg otomatis jg berpengaruh pada keseimbangan proses lingkungan di dalamnya
Noctoid Moth Larva , Asota plana;
Saya jumpai berkumpul di pohon ficus di sekitar petak pembibitan di Subah, Jawa Tengah
Masih celingak-celinguk
Tidur panjang
Beberapa minggu di Papua barat, saya terkesima dengan salah satu jenis satwa endemik disini yaitu Kasuari. Kasuari merupakan salah satu jenis burung yang unik karena memiliki tubuh besar, Kasuari dewasa dapat memiliki tinggi hingga 1,5 meter. Jenis burung ini tidak dapat terbang namun kakinya yang besar dan kuat dapat membantunya berlari dengan sangat cepat.
Keberadaan Kasuari saat ini terancam oleh adanya kegiatan pembukaan lahan di Papua Barat yang dapat mengganggu habitat satwa ini. Jenis ini juga masih diburu karena banyaknya peminat Kasuari, anakan Kasuari ditangkap dari alam untuk dipelihara sedangkan bagian tubuh Kasuari dewasa masih banyak ditemukan menjadi cinderamata diantaranya sebagai hiasan belati. Perlu adanya beragam kegiatan dalam mengajak masyarakat, khususnya masyarakat setempat dalam upaya melindungi satwa yang menjadi ciri dari Papua Barat ini. doc:nara
Endangered animals of Sumatra | ©Roger D. Hall
Lovely...
Ayamaru
Papua merupakan pulau yang memiliki potensi keanekaragaman hayati tinggi di Indonesia. Letaknya yang berada di wilayah timur Indonesia dan dibatasi oleh garis Webber membuat Papua memiliki keendemikan jenis dalam beragam ekosistem yang dimilikinya.
Salah satu ekosistem yang terdapat di Papua adalah ekosistem perairan darat yaitu danau. Danau Ayamaru yang terletak di provinsi Papua Barat adalah contoh danau yang saat ini perlu kita perhatikan. Adanya beragam aktivitas masyarakat yang meresahkan membuat ekosistem danau ini mulai terganggu.
Aktivitas tersebut diantaranya adalah pembukaan lahan dan penambangan yang membuat Ayamaru kini dihantui oleh permasalahan pendangkalan. Secara perlahan volume air danau ini mulai berkurang, menurut beberapa laporan dari masyarakat kini kedalaman dari titik tengah danau Ayamaru hanya berkisar 2 meter.
Kemudian kehadiran tambak disekitar danau juga turut menyumbang kerusakan ekosistem danau ini. Beragam ikan yang dibudidayakan seperti Gabus Toraja dan Nila kini mendominasi ekosistem Ayamaru, padahal Ayamaru merupakan habitat penting bagi jenis “ikan Pelangi” yang endemik di perairan tersebut.
Kini ikan pelangi sudah semakin sulit ditemukan di Ayamaru, adanya introduksi ikan untuk tambak yang kemudian masuk ke dalam ekosistem Ayamaru menekan populasi dari ikan Pelangi.
Setidaknya siang ini kami sempat main jepret2 karet hehe..
Selamat pagi Ayamaru, senang bisa terlibat dengan kegiatan penyuluhan penyelamatan Danau Ayamaru, Papua Barat