Kesempatan adalah anugrah Tuhan. Bagaimana tidak, tidak semua hamba Allah diberi kesempatan yang sama. Misal kesempatan bekerja, kesempatan keluar negeri, kesempatan mengisi seminar, kesempatan belajar mengendarai mobil, kesempatan kuliah S2, kesempatan berwirausaha, dan kesempatan-kesempatan lain. MasyaAllah! Lantas, bagaimana menyikapi? Jadi ingat nasihat dosen,
"Bersiaplah, sebelum kesempatan nasib baik menghampirimu"
Flashback masa kuliah S1, tidak semangat belajar, tidak siap-siap, tidak bergegas faham materi, setelah dapat wejangan dosen, tertampar betul, benar adanya, setelah lulus diterima di lembaga pendidikan ternama, lembaga yang sudah berdiri sejak puluhan tahun, masyaAllah.
Terjadi lagi saat ini, saat memulai bekerja, berbagai kesempatan tawaran beasiswa, bekerja melimpah, jika tidak bersiap, apa yang terjadi? Kau akan kehilangan kesempatan itu. MasyaAllah!
Bersiaplah! Agar ketika diberi kesempatan, kau tidak kelabakan. Seperti nasib baik magister sastra diterima menjadi dosen sastra, karena tidak bersiap (kuliah tidak serius), ia kelabakan, dan belajar ulang lagi dan penuh gemeteran, insyaAllah kalau sudah sungguh-sungguh waktu kuliah, ketika menjadi dosen tinggal mereview ulang. Hmmmmm
Kurang lebih seperti itu arti kesempatan bagiku :")