gpp gpp. pasti bisa diusahakan sendiri. sedari dulu juga kita terbiasa menanggung.

tannertan36
One Nice Bug Per Day
EXPECTATIONS
RMH
Misplaced Lens Cap
Xuebing Du
ojovivo

shark vs the universe
đ

Kiana Khansmith
The Bowery Presents

izzy's playlists!
Cosmic Funnies
Not today Justin
hello vonnie
No title available
h

oozey mess
YOU ARE THE REASON
Cosimo Galluzzi
seen from United States
seen from France

seen from Ukraine
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from TĂźrkiye
seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Ecuador

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Bangladesh
seen from Canada

seen from Singapore

seen from Brazil
seen from Germany
seen from Bangladesh
@nelapuspitowati
gpp gpp. pasti bisa diusahakan sendiri. sedari dulu juga kita terbiasa menanggung.
little self care tips
- apply Vaseline to your eyes, lashes, brows, and lips before bed
- never brush curly hair while itâs dry
- on that note, applying products/oil to curly hair while dry is useless
- use a t shirt to dry hair to avoid frizz
- sleep without pants. trust me.
- avoid watery body lotions like Vaselineâs lotion. only dries you out
- avoid crystalline, jagged scrubs (sugar, coffee. St. Ives, etc.). Use round/gentle ones like oatmeal
- avoid coconut oil on face. if you apply it to your hair wash your face afterwards
- donât put lemon on your face. it might seem like itâs helping but it weakens its protective layer in the long run. if you do use it, dilute it and avoid sun for a while.
- no toothpaste on pimples either itâs a myth
- why do u have a bra on at home. take that shit off and live a little.
- apply deodorant before getting dressed so it doesnât rub off on your clothes defeating the purpose
- reapply sunscreen every 3-4 hours
- donât text the fuckboy he donât care about you
- wake up 30 minutes earlier to have a more relaxed morning and avoid rushing
- wash panties by themselves so you donât get the gross dirt and germs from your other clothes mixed in. dry them in the sun to kill bacteria if possible.
- hand wash all hijabs theyâll last longer
- donât use rose water with added fragrance. always check label
- eat at least one fruit or vegetable a day
- leave menial tasks for the end of the day. donât drain yourself before getting to the important stuff
- before saying something mean or a nasty joke, take 5 seconds to think about it.
- apologizing first doesnât make you weak
- being vulnerable doesnât make you weak
- exfoliate after using foundation or powder
- clean phone screen with rubbing alcohol/sanitizer
might add more later or y'all can reblog with your own tips
pemberani
Muda-mudi zaman ini mengenal istilah âpacaran adalah penitipan jodoh orang lainâ. Istilah itu terasa lebih dekat dengan kenyataan tatkala kita melihat dua sejoli yang berjuang mempertahankan hubungan asmara selama bertahun-tahun namun berakhir nestapa ketika satu diantara keduanya ditakdirkan bersanding di pelaminan dengan orang lain.
Pengalaman serupa kembali terjadi di lingkungan kami. Ada dua sejoli yang telah berpacaran selama lebih dari tujuh tahun kemudian memutuskan untuk membawa hubungannya ke tahap lamaran dengan membawaserta anggota keluarga besar. Namun setelahnya, persiapan resepsi mereka sontak terhenti karena satu diantara dua calon mempelai merasa tak yakin dengan pasangannya setelah lebih dari delapan tahun terlihat serasi.
Terselip kesalahpahaman kolektif yang lumayan akut. Disebut kolektif karena sebagian besar dari kita tumbuh sebagai muda-mudi yang berpikir bahwa pacaran adalah simulasi berumahtangga. Dari mulai perhatiannya sampai pengorbanannya. Padahal tidak. Semua yang terjadi dalam rumahtangga dilandasi keberanian untuk bersaksi di hadapan Tuhan, KUA dan keluarga sementara pacaran hanya dilandasi keberanian dalam membina hubungan rahasia yang coba-coba.
Pada kisah dua sejoli tersebut, sifat coba-coba pada hubungan mereka mulai membuat hati sang lelaki ketar-ketir ketika ia menjadi sasaran empuk sindiran dari lingkaran terdekat dengan nada, âLama amat (pacarannya) kaya kredit rumah. Kapan dilamar?â. Padahal pada tahun demi tahun yang kadung berlalu, mungkin tak terbersit niat untuk mematenkan hubungan dengan segel akad nikah. Saat hubungan coba-cobanya berakhir, barulah terasa waktu yang sudah terbuang tak bisa kembali. Rasa kepalang tertaut, hati kepalang terluka.
Lalu pihak mana yang dirugikan dari akhir nestapa semacam itu? Keduanya. Sang perempuan terkena dampak berupa luka batin yang membutuhkan jeda untuk memulihkan hatinya. Sang lelaki terkena dampak berupa kekalutan pikiran yang juga membutuhkan jeda untuk menata kembali fokus dan ritme hidupnya.
Saat mengetahui kelanjutan kisah dari laki-laki yang batal nikah tadi lebih dulu move on dan memutuskan untuk melamar perempuan lain dalam hitungan bulan saja, ada kesimpulan yang sejalan dengan pengalaman pribadi saya ketika memutuskan untuk menikah dulu. Durasi berpacaran tidak menjamin keyakinan berumahtangga. Tidak dibutuhkan waktu sampai bertahun-tahun lamanya kalau keyakinan dan keberanian telah menguat. Laki-laki diminta untuk mencari dan melamar, perempuan lalu menyeleksi dan memutuskan.Â
Kelugasan itu hadir pada kehidupan pasangan yang juga memutuskan untuk menikah dengan menempuh proses taâaruf sebelumnya. Saat keyakinan dan keberanian bersinergi di simpul takdir-Nya, pernikahan bisa terselenggara dengan segera. Banyak pasangan yang berumahtangga setelah selaras dalam visi hidup, setara dalam kedewasaan dan dipertemukan pada kematangan diri yang setingkat.Â
Akhirnya, pacaran hanya diperuntukkan bagi muda-mudi yang berani mengambil risiko-risiko tak terukur secara sekaligus. Risiko untuk menyelisihi ketentuan agama dan perasaan dua pasang orang tua. Risiko untuk kehilangan potensi produktivitas di masa muda. Risiko untuk menghadapi dampak atas kelelahan emosional dari drama romantika yang direka-reka sedemikian rupa.Â
Andai luapan keberanian yang akan tercurah selama bertahun-tahun itu diarahkan untuk memupuk ilmu hidup masa depan tentang pernikahan, kehamilan, menyusui hingga mendidik anak, niscaya jumlah pasangan suami istri muda yang syok dengan realita rumahtangga akan berkurang. Niscaya pula ada keahlian baru yang bisa ditambahkan dan pencapaian baru yang bisa terus ditingkatkan.
Risiko hidup tentu akan membersamai konsekuensi yang kita sepakati dengan berani. Kita hanya perlu memutuskan, mau berani yang secerdas apa?
â
*Tulisan ini tidak ditujukan untuk menyinggung siapapun kecuali menjadi pengingat untuk diri penulis juga pembaca yang merasa ada manfaat darinya.
We are unusual, tragic and alive
my parents always taught me to marry for more than love. they hated my last boyfriend because he came from a broken home. every time i mentioned him, they asked me why he wasnât going to college and i was. why i was going to be making 80k a year and he was barely making 30. he never was good with money and he couldnât keep a job. my parents asked me why we never went on dates, why i spent so much time at his house. i didnât know how to tell them that i wasnât with him for the material stuff. they asked me why my high school guidance counselor told them that he had terrible parents. why even though his parents had no money, his mom didnât work. why his sisters were always totaling their cars. why his brother was in and out of jail. they asked me if i really wanted to be with someone who had a brother who would steal out of my purse when i slept over. i didnât know what to say. is it just to judge somebody for their family? for how they were raised? just because they werenât as privileged as i was? all i knew was that i wasnât leaving. no matter what. but when love crumbled around my feet, hell, i wish i picked him for more than just love. i wish i picked somebody who knew how to stay, who was built on values that when things get hard, you donât just run away. and i guess my parents were right: you have to pick someone who advances your life. someone who has parents who taught them good values like how to be loyal, how to be good with money; you have to pick someone with a good job not because of the good job, but because they know how to stick with something and keep advancing within a company. you have to pick someone who is going to school because you need somebody who values you enough to put themselves through something hard just to take care of you. and yeah, college isnât for everybody, but picking someone who canât even hold a job is picking someone who views it as less of work and more of a hobby. you have to pick someone who has a family you love because youâre going to be spending a lot of time with them. and it sucks but itâs true, my parents were right: love is not enough. unfortunately, i learned that the hard way when i let somebody walk all over me just because. but i look at my parents: theyâve been married for 30 years now. they were raised with values that when you choose somebody, you donât give up. and i mean yeah, thatâs great and stuff. itâs great that theyâd never even think of being with anybody else. itâs great that theyâve never had to worry about money because my dad is amazing at saving. itâs great that they ended up with two good kids who graduated college and would never end up being the stealing, cheating, drug-addicts that my exâs family created. i have great parents, but my parents⌠theyâre not in love. they fight every chance they get. like my mom asked me to come to their 30th anniversary dinner so she didnât have to be alone with my dad. like i think they married each other for more than love and sometimes i want to ask them: donât you ever feel like this isnât enough? so i spend so much time trying to choose between the two extremes: like on one hand, loveâs a risk and i couldnât imagine going through a divorce because my relationship was build on a feeling instead of a choice, but god, with playing it safe, there is no passion and i know thatâll kill me. and i know now that finding somebody you want to spend the rest of your life with should be a happy mediumâ itâs picking somebody who makes your heart race but someone who can take care of you. itâs finding someone you love but also someone you admire. someone you love but also someone who has good traits. but iâve never experienced a love that didnât either fall apart or stay together and break and iâm starting to think my only two options are to pick someone i love or someone who is good for me.
Sunnah Malam Jum'at Sunnahnya malam Jumâat, memperbanyak baca shalawat. Bukan melampiaskan syahwat. Rasulullah shallaLlahu âalaihi wa sallam bersabda: ŘŁŮŮŮŘŤŮŘąŮŮا Ů ŮŮ٠اŮŘľŮŮŮŮا؊٠ؚŮŮŮŮŮŮ ŮŮŮ ŮŮŮŮ٠٠اŮŮŘŹŮŮ ŮŘšŮŘŠŮ ŮŮŮŮŮŮŮ؊٠اŮŮŘŹŮŮ ŮŘšŮŘŠŮ ŮŮŮ ŮŮŮ ŮŮŘšŮŮ٠ذŮاŮŮŮŮ ŮŮŮŮŘŞŮ ŮŮŮŮ Ř´ŮŮŮŮŮدا٠ŮŮ Ř´ŮŮŮŮŮؚا٠ŮŮŮŮ٠٠اŮŮŮŮŮŮا٠ŮŘŠŮ âBanyaklah bershalawat kepadaku di hari Jumâat dan malam Jumâat. Barang siapa melakukan hal itu, maka aku menjadi saksi dan pemberi syafaâat baginya di hari kiamat.â (HR. Baihaqi). Sunnahnya malam Jumâat, baca Al-Kahfi. Bukan mendatangi istri. Jangan cengengesan mempermainkan kata sunnah. Jangan menghinakan agamamu sendiri, sementara kau marah ketika orang lain menghina agama ini. Rasulullah shallaLlahu âalaihi wa sallam bersabda: Ů ŮŮŮ ŮŮŘąŮŘŁŮ ŘłŮŮŘąŮ؊٠اŮŮŮŮŮŮŮŮ ŮŮŮ ŮŮŮŮ٠٠اŮŮŘŹŮŮ ŮŘšŮŘŠŮ ŘŁŮŘśŮاإ٠ŮŮŮŮ Ů ŮŮ٠اŮŮŮŮŮع٠٠Ůا بŮŮŮŮ٠اŮŮŘŹŮŮ ŮŘšŮŘŞŮŮŮŮŮ âBarangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumâat, dia akan disinari cahaya di antara dua Jumâat.â (HR. An Nasaâi). Sunnah tersebut berlaku sejak terbenamnya matahari di hari Kamis, yakni memasuki malam Jum'at hingga berakhirnya hari Jum'at. Apakah tidak boleh melakukan hubungan suami-istri pada malam Jumâat? Tidak ada larangan sebagaimana hari-hari yang lain. Tetapi itu tidak dapat menjadi alasan untuk menyebutnya sebagai "sunnah malam Jumâatâ atau âsunnah nabi di malam Jumâatâ. Apalagi menjadikannya sebagai canda dan bahan tertawaan. Sejenak mengingatkan kembali agar kita tak keliru dalam bertutur, tak salah dalam melangkah. Barakallahu fiikum.
Mohammad Fauzil Adhim (via fauziladhim)
Kalau ada yang memperjuangkan, beranikah untuk ikut berjuang? Kalau ada yang diperjuangkan, mampukah untuk mengikhlaskan waktu yang akan hilang sepanjang perjalanan? Kalau ada yang berjuang, maukah untuk bersabar untuk tidak menilai?
Have you ever been in the situation where youâve been hiding the fact that youâre sad from everyone for a really long time and youâre out in public one day and a complete stranger asks if youâre okay? Itâs kind of sad in a way because secretly youâve wanted someone to notice youâre unhappy for a really long time⌠but when a complete stranger asks, you realize just how clearly itâs written on your face and you wonder why the people closest to you never seem to see it.
Ranata Suzuki (via wordsnquotes)
If your heart has grown distant from Allah, the real question is who moved?
Please, Iâm begging you, if you have someone in your life (family, friend, colleague, someone you know online) and you found them questioning Islam, donât lose your cool. Listen to their questions and try to answer them if you could, and if you couldnât, thats okay! You can direct them to someone that has enough knowledge to meet their concerns, and whoâd support them with logical answers. They have the right to be answered logically without someone screaming âHARAM!â or âKAFIRâ in their faces.Â
I have seen a lot of cases that had a question or two that were very legitimate to ask and ponder upon, but because of ignorant people unable to answer them properly and who also met their questions with hate, they either: lost faith, completely rejected Islam and mainly became atheists or stayed in Islam with doubts in their hearts. Iâm not saying its right, but do you see the circle there? You can help.
. Â
Mansur al-Salimi - Day of âArafah
sederhana
boleh dibilang, angkatan-angkatan pertama smk wikrama yang didirikan ayah dan ibu terdiri dari siswa-siswa yang dhuafa. kebanyakan dari mereka adalah anak-anak pedagang asongan atau penjaga villa, supir angkot paling keren. saking dhuafanya, mereka pergi ke sekolah tanpa sarapan. bukan pemandangan yang aneh jika saat upacara satu per satu siswa pingsan. inilah yang kemudian mendorong lahirnya program makan roti, telur, dan minum susu gratis di sekolah.
boleh dibilang, berkecimpung dalam dunia pendidikan yang memang benar-benar bercita-cita untuk mengentaskan bangsa dari kemiskinan dan kebodohan membuat ayah dan ibu sangat dekat dengan mereka yang hidupnya serba kurang. alhasil, ayah dan ibu selalu mendidik kami anak-anaknya tentang kesederhanaan. pernah kami mendapati ibu menekuk wajah saat kami makan di restoran all you can eat. kata ibu, ibu teringat dengan siswa-siswanya yang tidak bisa makan karena tidak ada uang. makanan yang melimpah ruah itu tak terasa nikmatnya.
pernah suatu hari ayah dan ibu membeli sedan yang lumayan bagus. maksudnya sih, supaya lebih nyaman setiap harus melakukan perjalananâberhubung keduanya sering berkeliling ke sana sini. tidak bertahan lama, akhirnya mobil tersebut dijual lagi, diganti dengan city car yang jauh lebih sederhana. kata ibu, apa enaknya naik mobil keren lalu saat masuk gang sekolah yang lebarnya hanya sebadan mobil dilihat oleh warga? tidak enak menunjukkan kita punya, yaitu saat banyak yang tidak, saat banyak yang masih kekurangan.
setiap mengingat ayah dan ibu, saya seringkali merasa malu. betapa diri saya sangat jauh dari sifat hemat, betapa kesederhanaan saya selama ini hanyalah karena keadaan. ketika sudah punya sedikit lebih, keinginan saya pun terus bertambah, bahkan berkali-kali lipat. apalagi sejak punya mbak yuna, rasanya saya selalu ingin memberikan yang terbaikâtermasuk dalam materi.
padahal, dulu semasa saya kecil, ayah dan ibu sangat menahan nafsu untuk memenuhi keinginan diri dan keluarga sendiri. apa yang lebih diperuntukkan bagi sekolah, bagi orang banyak. kami saja baru menempati rumah sendiri pada tahun 2008, 22 tahun sejak ayah dan ibu menikah.
mungkin, jawabannya adalah karena saya jauh dari mereka yang serba kurang, karena yang saya lihat setiap hari (di media sosial) adalah teman-teman kelas menengah yang hobi jalan-jalan, makan-makan, punya penghasilan besar, punya ini dan itu. saya pun ikut-ikut ingin menjadi wah. padahal, di sekitar kita, dekat dengan kita, banyak yang memerlukan bantuan.
tulisan ini adalah renungan bagi diri sendiri agar saya senantiasa memilih yang baik, membelanjakan uang pada yang baik. apakah baju anak seharga 250 ribu itu perlu ataukah saya hanya menginginkannya? uang yang sama, kalau dibelikan susu formula untuk anak susuan saya, bisa dipakai sampai sebulan. apakah ikut mas yunus konferensi sekalian jalan-jalan itu perlu atau saya hanya menginginkannya? tiket plus akomodasi, kalau dibayarkan untuk kursus yang saya ambil, bisa membeasiswai satu orang.
selalu ada manfaat yang hilang setiap kita membuat sebuah keputusan. tugas kita adalah memastikan bahwa manfaat yang hilang tersebut bukanlah yang lebih perlu, yang lebih penting, atau yang lebih genting.
tulisan ini sekaligus renungan dan ajakan untuk mengganti wajah media sosial kita, karena tanpa sadar, yang kita tampilkan adalah berita dan ajakan untuk menjadi seperti diri kita.
donât merely show what you eat, where you go, things you own. show your kindness, spread it. show your work, be proud of them. show your ideas, share them. show humanity. show flaws. show modesty.
kesederhanaan yang sesungguhnya adalah ketika kita bisa memiliki yang kita inginkan, namun memilih hanya yang kita perlukan. kesederhanaan yang sesungguhnya adalah kesadaran bahwa yang berlebihan itu tidak perlu sama sekaliâsebab sejatinya kita tidak memiliki apa-apa sama sekali. bukankah semuanya hanyalah titipan yang harus dikembalikan kapan saja diminta?
âĽď¸
The neon light at Neo Soho & Central Park, West Jakarta.