I am the sky, everything else is just the wheater..
d e v o n
EXPECTATIONS
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr
No title available
Phantogram Three
art blog(derogatory)

Game Changer & Make Some Noise
YOU ARE THE REASON
I'd rather be in outer space 🛸
Lint Roller? I Barely Know Her

tannertan36

Love Begins

Product Placement

PR's Tumblrdome
KIROKAZE

@theartofmadeline

Origami Around

ellievsbear
No title available
Cosmic Funnies

seen from United States

seen from United States

seen from Brazil
seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye
seen from Bangladesh
seen from Türkiye
seen from Kenya
seen from Canada

seen from Türkiye
seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from Ireland

seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Ukraine
@nilatrikusumadewi
I am the sky, everything else is just the wheater..
3 tahun lalu seseorang bertanya pada ku "Berapa lama proses berduka dan kehilangan kalian sampai hidup hampir normal lagi, merasakan lapar lagi dan tidur teratur lagi?"
Ku jawab "2 tahun"
Maka jika pertanyaan ini ditanyakan lagi hari ini maka akan ku jawab "5 tahun".
Atau sebenarnya aku tidak tau jawabannya. Aku menjalani hari-hari, bertahan dari hari ke hari, melakukan aktivitas seperti biasanya sampai aku bertemu dengan diriku versi paling buruk di tahun 2025 dan sampai di fase "kok kayak bukan aku?"
Rasanya seperti terperangkap dalam buble yang salah. Tapi aku juga tidak tau, sebab ini duka yang pertama kali.
Kurasa, waktu tidak menyembuhkan tapi jiwa kita yang membesar, pemahaman yang semakin membaik, keyakinan yang semakin kuat.
Lalu aku bertemu dengan tahun ini, seberkas cahaya masuk, luka ku perlahan mengecil, ku rasa aku sudah lebih baik.
2021 - 2026 so long, slowly, and I lose myself, sampai di titik cahaya itu masuk ke dalam retak hati ku, aku merasakan sesuatu yang berbeda. I feel like I can breathe. Alhamdulillah.
"And He found you lost and guided you." (93:7)
Akhir-akhir ini sering dengerin podcast kak Raim Laode, ada beberapa point yang ku garis bawahi :
Ternyata makna "iqro" itu luas banget, bukan sekedar membaca tumpukan pada kertas, tetapi frekuensinya lebih luas, analisa dan mengkaji;
Aku belajar lagi tentang doa, bahwa doa itu adalah memisahkan status kita bahwa kita pengemis dan Allah pemberi. Hadiah dari doa itu bukan hanya tentang terkabulnya tapi juga hidayah dan kemampuan untuk terus berdoa, serta perasaan untuk meminta;
Birul walidain, kagum banget denger cerita ttg bagaimana Raim Laode berbakti kepada ibunya, berkabar dengan ibunya dengan memanggil ibunya dengan kata surgaku "apa kabar surgaku?"; Terus memilih untuk berlomba dengan saudaranya dalam memuliakan ibunya, bukan malah bertanya kenapa harus aku? I feel like wah ternyata kayak gitu ya...
Jangan terlalu khawatir tentang hidup, karena apapun yang terjadi setiap masalah itu ada expired date-nya. Enjoy the present time. (Liu Mike)
Buat diriku sendiri : Ingat ya, manusia itu gak punya kapasitas membaca isi hati orang lain. Jadi normalisasi untuk bertanya, mengungkapkan perasaan, keinginan, harapan, diskusi dan meminta maaf kalo salah. Ingat ya kalo dengan sesama manusia mantra nya "you don't get what you don't ask."
Walaupun sudah di depan mata, kalo bukan rezeki kita ya bakal hilang dengan caranya.
Bye banana cakes 👋🏻
Ternyata kebaikan itu tidak selalu harus diwujudkan dengan tindakan besar, terkadang cukup dengan memudahkan urusan orang lain, tidak menambah kesulitan orang lain, menjaga ucapan, dll.
Setidaknya jika kita belum mampu meringankan beban orang lain, jangan sampai kita menambah beban hidup orang lain.
Be nice everyone :)
Akhir-akhir ini banyak sekali orang di sekitar ku yang umroh, bahkan beberapa orang dapat doorprize umroh. Ikut bahagia, Barakallah teman-teman. Sungguh besar karunia Allah.
Terimakasih teman-teman sudah ingat dan mendo'akan tanpa diminta. Semoga aku segera bisa berdoa sendiri disana 🤲
Bye Ara kimochi.
Gak kebayang kalo di usia dewasa ini akan menemani tumbuh kembang 1 ponakan ku selama +-3 tahun, bayangkan sudah 3 tahun bareng-bareng dari yang belum lancar ngomong sampe ke yang cerewet banget, yang selalu ngintilin, yang selalu salim dan peluk sebelum berangkat kerja dan bilang "tante pulang yang cepet ya" "tante hari ini libur gak?" dan selalu ceria menyambut aku pulang kerja. Terus tanggal 5 Juli kemarin harus berpisah (beda kota) karena sudah saatnya ia masuk Taman Kanak-Kanak.
Dari jauh hari aku sudah mempersiapkan diri dengan pilihannya, aku mencoba melakukan banyak hal dengannya, ke perpustakaan bareng, masak makanan kesukaanya, beliin cemilan kesukaannya, main bareng, bacain buku sebelum tidur, dll. Sampe harinya tiba tetap juga ngerasa sedikit menyesal belum melakukan ini dan itu.
Hari itu aku menangis sampai mataku bengkak, aku main hp tapi air mataku tetap keluar, aku makan tapi air mataku berlinang, hari itu air mataku terus mengalir sebab hatiku terluka.
Aku benci sekali kehilangan, sampai akhirnya aku belajar menerima, bahwa tidak ada yang benar-benar kita miliki di dunia ini dan sedekat apapun hubungan kita akan ada peluang untuk kita saling mengecewakan, entah itu karna perpisahan atau hal lainnya. Itulah tersebab kita harus melakukan yang terbaik selagi bersama, membuat kenangan indah yang bisa menjadi energi kita untuk bertahan.
Hari itu aku sampai takut kalo aku akan lebih kehilangan arah, tersebab hadirnya ia bagai hadiah dari Allah, bagai obat yang mengobati luka hatiku ditinggal Bapak berpulang.
Hari itu ku biarkan diriku menangis sampai puas, sesenggukan sampai mataku bengkak. Lalu siang harinya 2 ponakan ku yang lain (Rayyan 9 tahun dan Raynan 3 tahun) dateng ke rumah "tante kami mau menghibur tante"; jelas aku langsung menangis terharu mendengarnya. Ku lihat mimik muka Rayyan bersedih meilhat aku menangis, dan si kecil Raynan bilang "kasihan ya bang tante" wkwk aku menangis sambil tertawa.
Mereka menemani ku di rumah beberapa jam, lalu ku suruh pulang untuk tidur siang, sebab saat itu hatiku amat lelah dan ingin istirahat sendiri.
Siang itu aku membuka Al-Quran dan mendapati surat Al-Fatir ayat 5 yang artinya "Wahai manusia, sesungguhnya janji Allah itu benar. Maka, janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu dan janganlah (setan) yang pandai menipu memperdayakan kamu tentang Allah."
Masyallah ayat itu menenangkan ku dan mengingatkan ku untuk tidak terperdaya dgn setan yg pandai menipu dan berlarut dalam kesedihan.
Sore hari Rayyan dateng lagi ngajak main, dan malam harinya Rasya dan Rayyan tidur di rumah menemani ku. Maha Baik Allah, ku sadari salah satu privillage ku adalah "ponakanku is my support system".
Alhamdulilah, semakin hari perasaan ku semakin membaik, aku tidak lagi takut kehilangan arah, tapi aku bersyukur atas kesempatan menemani tumbuh kembang Ara selama 3 tahun, bahkan malah aku yang lebih banyak belajar darinya.
Alhamduilah, segala puji bagi Allah, semuanya terasa indah tersebab karunia Allah amat besar.
Ternyata lebih baik direpotin, dari pada ditinggal pergi.
"Think about the ridiculousness of going to hell because you spoke about someone who died before you."
"Family and wealth are blessings from Allah that deserve our gratitude and thanks. But they must not distract us from the inevitable destination of death." "Family and children, they are huge blessings from Allah. Ones however that must be converted somehow into a currency that last for our eternal jouney."
"The home in the hereafter that we shall have is nothing more than the design and the work that we invested for it today, in the life of this world"
Sejauh apapun kita melangkah, rumah paling nyaman untuk pulang adalah dalam dekapan kasih sayang-Nya.
Satu hal yang kupelajari bahwa manusia siapapun yang kau anggap sempurna itu, ia tetap manusia biasa yang bisa melakukan salah, yang bisa penuh emosi, yang bisa marah, yang bisa kecewa dan terluka.
Kita sama manusia biasa yang pernah salah tapi kita juga punya kesempatan untuk berbenah. Semoga selepas amarah, beriring waktu hilang pula ego.
Sejauh apapun jarak membentang, tetap saja hatiku ikut terluka saat mengetahui ia mungkin sedang tidak baik-baik saja.
Ahh sedih beberapa hari ini diskusi tentang haji dan umroh ujung-ujungnya malah nangiss...
Kalo dipikir kondisi saat ini kayaknya masih jauh dan belum mampu, tapi usia juga bertambah terus pengen banget buat haji dan umroh bareng mama.
Yaallah kl diliat kondisi sekarang kayaknya belum mampu tapi Engkau Maha Kuasa tolong panggil hambaMu ini untuk ibadah haji dan umroh bareng Mama yaAllah, mampukan kami yaAllah, amiin.