Aku berjuang menghirup udara pagi, memetik embun di antara daun dan rerumputan sebagai bekal untuk perjalanan siang yang tak lagi ramah.
Yang lelap semakin menghilang di dunia fantasi, mengembara tanpa mengubah atau membawa ke mana-mana.
O pagi yang bernapas, denyut hidup bermula dari sini, mengalirkan senyum indah pada tubuh yang lelah. O cinta, mewujudkan kerja nyata, dirimu semakin cemerlang di antara guratan dahi dan raga yang renta.
Aku meninggikan nama-Mu, Tuhan, yang telah tinggi. Asa yang membara akan janji-Mu membuat kakiku kokoh menapaki langkah-langkah terjal.
Syukurku adalah secuil persembahan atas semua karunia-Mu. Alhamdulillah, Alhamdulillah.















