Saya suka menulis karena dia abadi. Tidak perlu terkenal atau dapat prestasi. Karena saya sadar menulis tidak sereceh itu. Butuh dedikasi. Dan saya masih mencari. (Novitanrad, November 2017)

pixel skylines

JBB: An Artblog!

titsay
ojovivo

shark vs the universe
Claire Keane

No title available
we're not kids anymore.
Xuebing Du
NASA
noise dept.
No title available
cherry valley forever
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
🪼
Monterey Bay Aquarium
No title available

#extradirty
Jules of Nature

祝日 / Permanent Vacation

seen from Türkiye
seen from Argentina

seen from Türkiye
seen from Malaysia
seen from United States
seen from Sweden
seen from Canada
seen from Canada

seen from Malaysia

seen from Germany
seen from United States
seen from Romania

seen from Türkiye
seen from Italy

seen from France

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States

seen from Brazil
seen from Australia
@novitanrad
Saya suka menulis karena dia abadi. Tidak perlu terkenal atau dapat prestasi. Karena saya sadar menulis tidak sereceh itu. Butuh dedikasi. Dan saya masih mencari. (Novitanrad, November 2017)
Aku jatuh cinta #14
Aku punya masalah. Merasa nyaman dengan ketidakpastian. Aku merasa salah. Membiarkan tulisanku terbengkalai di chapter kesekian. Aku pernah patah. Menagih janji kepada pendusta. Aku sudah gila. Menuntut masa mempercepat peristiwa. Aku jatuh cinta. Mengakui kamu bisa saja memberi luka. (Novitanrad, November 2017)
Sedikit meraba. Mundur beberapa masa. Saya maunya apa. (Novitanrad, November 2017)
Cinta yang sepi #5
Ah aku perlu obat tidur, aku ingat kamu pernah menyimpannya di meja kerjamu. Boleh aku minta satu? Iya, aku susah tidur.
Ah aku juga butuh obat flu, aku pernah melihatmu menyimpannya di dalam tasmu. Boleh aku minta satu? Iya, aku sedang flu.
Ah aku butuh obat tidak mudah lupa. Tapi sepertinya kamu tidak punya. Mungkin aku perlu bertanya ke orang lain juga. Ah aku lupa, aku sendirian.
(Novitanrad, Oktober 2017)
Saat ku sedih jangan ajak ku bicara, air mata akan tumpah. (Novitanrad, Oktober 2017)
Cinta yang sepi #4
Aku terbangun di tempat yang aku lupa kenapa aku bisa ada disini. Aku ada di sebuah perpustakaan, aroma khas buku yang lembarannya usang, meja kayu, angin sepoi dari jendela yang terbuka membuat hordennya menari dalam slow motion.
Cahaya langit senja menusuk ke mataku, aku menoleh karena silaunya dan melihat seorang lelaki tidur di sampingku. Di atas bukunya yang terbuka, aku bisa tahu dia sedang belajar matematika. Kacamatanya miring, dan pulpen di tangan kanannya hampir terlepas.
Aku lupa kenapa aku bisa ada disini, dan kenapa lelaki ini ada disini. Aku mengenalnya, dia adalah cinta pertamaku. Tapi seingatku dia ada di belahan bumi lain. Dan entah mengapa sekarang dia tidur disampingku. Sangat tampan.
Aku menatapnya lama, menikmati ciptaan Tuhan itu lekat lekat. Dia membuka mata. Sial. Ini karena aku menatapnya. Energiku terlalu kuat. Tapi kata yang keluar dari mulutnya sedetik kemudian membuatku tercekat.
“Istriku, pulang yuk. Aku lapar.” Dia tersenyum dan kerutan di samping matanya sangat mempesona. Dan aku lupa kenapa aku bisa ada disini. Detik berikutnya aku sudah tidak sadarkan diri.
(Novitanrad, September 2017)
Aku jatuh cinta #13
Aku butuh cinta yang berani Tidak hanya mengenalku setengah hati lalu pergi Mundur teratur maha mengerti padahal yang dipahami hanya sebesar biji
Aku tidak butuh cinta yang penakut Berlagak tersakiti kemudian membenci tak tahu diri nanti kembali Berlagak peduli membawaku tertawa padahal aku belum pulih
Mungkin rasaku terlalu kaku atau hatiku terlanjur membatu. Tapi dia pernah luluh dan jatuh hati kepadamu. Jatuh hati adalah kutukan sempurna untukku, disimpan rapat dan ujungnya kita akan saling menyakiti.
Yah, saat kamu datang dengan sejuta puisi aku sudah melihat ujungnya. Kamu akan pergi tiba-tiba karena permintaanku yang terlalu jauh melangkah. Tidak bisa membebaskanmu dan kamu tidak bisa membebaskanku juga. Jelas aku percobaanmu yang gagal dan kamu harapanku yang pupus.
Jika suatu hari kamu kembali kamu jelas bukan penakut, dan cintaku mungkin belum surut. Bijaklah memilah rasa saat kamu datang. Jika kamu kembali kamu jelas pemberani, dan semoga aku masih disini. Bijaklah menggandeng waktu karena aku tak suka menunggu.
Dan jika kamu tak kunjung kembali, aku mengerti, mungkin ada hati yang lain yang lebih mudah kau jajaki. Atau lebih pantas mendapatkan cintamu, lebih sabar untuk mengenalmu. Jika kamu tak kunjung kembali, aku mengerti, aku bukan yang kamu cari dan aku tak akan mencarimu meskipun aku susah payah menahan diri, egois memang, dan selama itu semoga rasa ini lama lama mati sendiri.
(Novitanrad, September 2017)
Aku jatuh cinta #12
Wahai kamu pemilik rindu yang tak mau beranjak pergi Aku rindu setengah mati menjelma nelangsa Karena disini aku tidak bisa apa apa selain memintal rindu itu sendiri. Baiklah, salahku membangun asa, telat menyadari ternyata kamu hendak transit saja.
Wahai kamu pencuri hati yang terbiasa nestapa. Aku dari dulu sudah dikutuk untuk mudah jatuh cinta. Hatimu sedang ku jamah namun samar masih kuraba namanya disana. Ternyata cintaku bermuara lagi di orang yang salah sebab kamu masih terjebak dalam puing impianmu yang hancur.
Wahai kamu pujangga yang bebas menentukan cerita Aku pasrah dan berubah menjadi penipu demi keseimbangan rotasimu Berhasil tertawa saat mata sudah berkaca kaca tapi malah kamu memalingkan wajah. Lagi, ini bukan yang pertama aku merasa tidak berguna, kamu terlanjur pergi membungkus rinduku dan mencampakkannya entah dimana.
Setidaknya rindu itu masih mengenalku Setidaknya waktu itu aku sudah berani bermimpi tentangmu Meskipun rindu itu enggan mengenal temu Meskipun mimpi itu membusuk di bantalku..
(Novitanrad, 2017)
Kesepian bukanlah saat tidak ada yang peduli denganmu, tapi ketika seseorang yang kamu harapkan peduli malah tidak ambil pusing tentangmu sama sekali. (Novitanrad, 2017)
Terkadang kita hanya butuh seseorang yang berkata kalau kita tidak seburuk apa yang kita kira. (Novitanrad, 2017)
Cinta yang sepi #3
Hari ini saya duduk sendirian di sebuah kedai. Memesan satu porsi nasi krawu dan segelas es teh manis. Pengunjungnya sedikit saya pilih tempat yang paling sudut. Dari lantai dua dan kaca transparan saya hitung mobil berwarna biru yang lewat. Kenapa biru? Karena mereka banyak. Kalau saya pilih ungu atau hijau saya akan kecewa dan kesal menunggu. Saya tdk suka menunggu.
Pengunjung di meja di samping saya, ibu-ibu yang sedang sibuk menelpon dengan suara keras tapi penuh kata-kata manja. Apa itu kekasihnya? Ah, mungkin temannya. Tak perlu berkata keras kepada kekasih, karena dua hati yang saling menyayangi akan selalu dekat. Bukankah rasa cinta yang paling tinggi adalah saat kita melihat ke mata pasangan dan sepenuhnya kita sudah saling memahami? Ah, dia kepedesan! Tangannya terlalu sibuk memegang handphone smpai tak bisa membuka botol minum. Tampak konyol.
Di meja lain saya melihat perempuan menjatuhkan kunci motor. Tapi dia tak punya motor. Saya mengenalnya. Dia tinggal di sebelah rumahku. Saya bingung kenapa dia menjatuhkan kunci motor, mungkin dia sedang sengaja memperlihatkan kekurangannya kepada saya yang saya tau dia tidak punya motor atau malah kelebihannya kepada anak laki-laki pemilik kedai bahwa dia bisa bawa motor. Laki-laki itu selalu tampak tak peduli.
Di ujung seberang tempat saya duduk, ada tirai. Dibaliknya ada wastafel tempat cuci tangan. Mengapa diberi tirai? Saya juga tidak paham waktu pertama kali datang kesini. Masuk disana dibaliknya ada kotak sumbangan, anak laki-laki pemilik kedai butuh pengobatan dan tetangga saya tidak tau kalau laki-laki itu buta. Karena tetangga saya itu tidak pernah berani mengangkat wajahnya. Tapi kenapa bisa suka?
Dari balik tirai itu saya melihat pengunjung lain seperti menangis sesenggukan. Ternyata dia sedang menari dengan caranya sendiri. Kenapa dia menari? Padahal tadi aku melihat ban mobilnya kempes. Ah, saya baru ingat, mobilnya yang dia dicicil selama 10 tahun sudah lunas kemarin sore. Saya tahu karena dia meng-update status. Begitukah caranya bahagia? Saya sudah tidak ingat.
Saya akan memesan porsi kedua, saat mobil biru ke-50 melintas. Sekarang sudah 48. Dan saya akan pergi dari sini, secepatnya. Karena kamu sedang memperhatikan saya, sejak kamu duduk disana sejak 5 menit yang lalu dan belum memesan apa-apa.
(Novitanrad, 2017)
Cinta yang sepi #2
Hampir sejam aku berusaha menelan, biasanya 5 menit semua sudah ludes kumakan. Hampir sejam kemudian aku menunggu bus, tp tak ada yang mau mengangkutku. Mereka bukannya sombong, hanya timingnya belum tepat.
Aku beralih naik angkot saja, tak perlu menunggu, mereka baik tak biarkanku menunggu. Terkadang mereka menolakku, kalau permintaanku aneh2. Tapi mereka tetap baik.
Segala bau akan tercampur di angkot, bus pun kadang2 bgtu. Bau keringat anak sekolah, bau ikan dari pasar atau bau makanan. Tapi asap rokok lah yang paling ku benci. Kalau sudah bgtu ingin cepat2 aku turun. Angkot akan membiarkan, tdk akan menahan kalau aku hendak pergi. Mereka selalu baik. Asal aku membayar.
Tapi hari ini aku berharap angkotku berjalan lambat atau terjebak macet. Aku ingin di angkot. Kalau ada yg bertanya aku dimana, aku di angkot. Tidak dimana mana, hanya di angkot.
Hari ini aku tak ada destinasi. Salah. Aku punya satu. Ke ketiadaan. Tempat dimana barang2 hilang pergi. Tapi aku tdk bilang begitu ke angkot. Atau dia akan berlalu membiarkanku di tengah jalan. Angkot itu baik. Tp tujuanku biar aku saja yang tau. Mungkinkah aku tidak bisa sebaik angkot?
(Novitanrad, 2017)
Sudah sejam lebih ini terus yang terputar di playlist.. lagunya bikin baper nan menenangkan..
Cinta yang sepi #1
Aku tidak memainkan biola. Biola tdk tau kalau dia biola saat baru lahir. Dengan gesekan dia berbunyi, entah menyuarakan lagu atau pekikan rasa sendu.
Aku tidak suka biola yg tdk tau kalau dia biola. Aku suka mendengar suara biola. Tapi aku tdk bisa main biola.
Aku punya teman pandai main biola. Biola itu terdengar bahagia meski not paling sedih sekalipun yang dimainkannya. Saya suka melihat teman saya atau biola itu? Atau lagu sedih itu yang membuat saya bahagia?
(Novitanrad, 2017)
Aku jatuh cinta #11
Aku punya cinta penuh dendam nan berdebu Akibat gundah yang tenggelam membisu Kamu cinta yang berlalu
Aku berimaji dalam kompleksitas rasi bintang Abadi memetakan mencari jalan pulang Kamu cinta yang hilang
Aku pernah mendekam dalam kesendirian Merapat ke tembok memecah kesunyian Kamu cinta yang malang
Aku anggap cinta ini belum tuntas Masih ada janji yang belum lunas Kamu cinta yang tidak jelas
Aku paham mengapa kamu melepas Menghukum pilu menyandang rindu yang tak pantas Kamu cinta yang tidak waras
Aku pernah diajak bermimpi Berlari kecil penuh tawa dalam belukar puisi Aku tak peduli lagi
(Novitanrad, 2017)
Hampir seminggu tp belum bosan dengan lagu ini..