sajak senang, dari hujan, aku mendapati peluk seerat hangatmu, hingga asmara kembali melebur, menggigil merayap-rayap ditubuhku, dan aku selalu senang, ketika titik hujan pecah dipetik rindu, akupun tak pernah khawatir, karena dicangkir kopiku, hujan adalah bara api, yang membakar setiap kenangan, menjadi sebuah hidangan, atau lupakan saja cemburu yang menggurui rindu, hingga kepala dan hati tak lagi berjarak, perihal kita, kita adalah sebait sajak senang, yang tertulis cepat dan rapat, yang terekam kopi dan hujan, san yang tak akan terlupakan waktu dan terhapus musim, sesederhana itu aku mengenangmu, karena tak mungkin ada kisah, jika tanpa kasih, karena tak mungkin ada rindu, jika kita tidak pernah ketemu, dan hingga musim hujan kembali tiba, aku akan tetap menyambutmu sebagai bahagia, terima kasih. #4:59 #thankyouthankyouthankyou