Aku membayangkan aku adalah sepasang tangan ibu
Jemariku ingin selalu mengusap perut-perut anakku
Aku ingin Menyuapi hak-hak terhutang
Membelai lingkar-lingkar kepala dari ujung putih pasir pantai Weh sampai rimbun rimba merauke
Aku memberi mandat bukan kesukaan
Aku menuang beban dipunuk bukan lembaran kertas di saku
Tapi kadang aku dijadikan komoditas
Aku diperkosa untuk jadi suatu penghargaan dan kompensasi bahkan sanksi
Tanganku seolah dipenggal oleh diksi absorpsi
Nadiku seolah digorok kepentingan pengemis cap
Aku dilupakan berasal darimana aku
Aku dikhianati, tulang dan dagingku terajut dari apa?
Aku dilupakan, karena aku hadir karena...
Seorang tunawisma menukar recehnya dengan indomie untuk menyambung nafas
Seorang driver ojol mengganti oli motornya untuk mencari penghidupan
Bahkan dari seorang mahasiswa miskin yang membalikan botol kecapnya di akhir bulan