Menolak Lupa
Kembali pada hari itu,
Ketika satu hari pada bulan Juni teringat. Bukan ucapan manis yang kau beri dalam pesan singkat, hanya kejutan sederhana yang hangat. Pulang dengan kue cokelat atau ajakan makan sore di resto pinggir kota yang padat.
Ketika tubuh meminta rehat. Harum suguhan secangkir teh hangat meruak ganas dalam balutan selimut yang melekat. Pun jari-jari itu menjadi pereda penat.
"Bangunlah sejenak, isi tenagamu, jangan lupa pula sholat. Setelah itu bolehlah istirahat." Itu kalimatmu yang kuingat.
Ketika peluhmu bahkan belum juga reda. Kursi favoritmu tak pernah sepi diujung sana. Pada malam-malam, dengan suara decitan pensil dan meja.
Ketika diammu bukan hanya tentang amarah. Perhatian, kekhawatiran, bahkan tangis pun beserta.
Kembali pada hari itu... Kau yang selalu saja ingin di sisiku. Kau yang selalu mencintaiku. Aku rindu.
28/08/2018













