Lima Tahun
- sudah lima tahun, babak belur hingga tercapai. Namun masih seperti anjing !

pixel skylines

roma★
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

tannertan36
he wasn't even looking at me and he found me
art blog(derogatory)
Keni
I'd rather be in outer space 🛸
DEAR READER

Kiana Khansmith
Claire Keane
NASA
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
No title available
trying on a metaphor
Today's Document

❣ Chile in a Photography ❣

izzy's playlists!
TVSTRANGERTHINGS
d e v o n

seen from Türkiye

seen from Iraq
seen from Türkiye
seen from China

seen from T1

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from Germany

seen from United States
seen from United States
seen from Brazil

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@ozhw
Lima Tahun
- sudah lima tahun, babak belur hingga tercapai. Namun masih seperti anjing !
Sebab Akibat.
Jika isi kepala hanya dibumbui dengan validasi hingga tubuh pun ikut-ikutan, maka piring makanmu akan merona perlahan-lahan.
Apakah rasa bersalah secara lahiria butuh di validasi ?, sejauh ini memang butuh terverifikasi.
Ucap malu luluh lantak merubah isi kepala. Apa yang sedang di uji ?
Ujian ada jawabannya, namun jawaban dari ujian itu tak kunjung tiba. Apakah kurang pengorbanan yang di ikuti dengan rasa iklas ?, jawabannya dimana bisa di temui. Hampir pasti roti yang disantap perlahan hambar !
Fuck !
Sudah hampir 50 kisah berbeda yang ditulis !
Cukuplah !
Sebutlah kesekian, beda sama tidak. Cuma hingga percuma tapi tidak dan iya.
Tumbuh, melambat tapi balapan.
Teka-teki berkualitas yang coverannya artis, murah tidak mahal, mahal tidak murah (!?)
Malu bisa merona; hingga sampai diujung aspal !
Rmh,130420
Memar akibat mulutmu !
PaperCup
Satu kegilaan kembali terjadi, seakan rasa yang diasah kembali, sekalipun letak akhir ceritanya sudah diketahui.
Sungguh, setiap cerita dari setiap orangpun tak mau berakhir bencana atau berhenti diluar pengharapan. Kita hanyalah manusia-manusia yang diciptakan bukan tanpa egoisme, apapun kenyataannya dari setiap orangpun harus tetap menerima sebuah kekalahan tanpa akan tahu siapa pemenangnya.
Kita mungkin terjebak didalam suatu kenyamanan yang kita ciptakan, Sudah saatnya mungkin kita harus berjabat tangan kemudian saling berhaturkan kata-kata tentang terima kasih bukan terima lantas kasih !
Sesegarlah kita untuk menciptakan angka-angka ataupun hitungan tentang jarak. Jarak yang dimana adalah suatu pertanda bahwa sudah cukuplah kita berhenti dan menyudahi hingga menghormati keegoisan kita.
Exc, 151219
Ternyata mengulang selamat & meniup lampu. Kemudian diam menunduk kepala, membalikan kedua telapak tangan (diam). Ini isinya; Senantiasa dilindungi dari yang punya semesta, mencapai ke tercapai, tetap baik untuk baik. Meningkat dididalam tingkatan & semakin. Menengok-nengok didalam semesta, semsesta belum mau, bahkan tidak. Mengucap-ucap tanpa tanda balas. Oh iya Bagi kuenya, setelah dipotong 🔇
Ikatan, mengikat & terikat
Bukan cenayan yang dapat meramalmu. Bukan juga pujangga yang bisa merayumu dengan kata-kata indah. Akupun baru tergiring sebagai seorang budak itupun karena ulahmu, bukan begitu ?
Semilir angin sepoi berkesudahan, Jenjang yang begitu luas bahkan tak terjangkau. Sepagi ini kau duduk diteras rumah dengan segelas teh hangat yang harum aromanya. kau nikmati kekosangan sembari berkawan dengan biasan sinar mentari tanpa memikirkan seberapa berat hari esok yang akan dilalui, entah akan berujung indah ataupun sebaliknya.
- 031119
Lanyaknya dinda berpaling sejauh-jauhnya, hingga tak ada alat yang mampu mendeteksi keberedaan dinda. Berhentilah ketika dinda sudah sangat lelah !
"Nona manis siapa yang punya". Datang rasa tapi bukan punya. Nona semoga kau tetap manis, hingga pemilikmu sulit lepaskan rasa akan "manismu"
Sudahlah, jangan mengundangku lagi untuk berkunjung. teras rumahmu berpaling ketika melihat sepasang kakiku berpijak didepannya. Lantai teras rumahmu begitu bersih, tak sudi tuk dipersilahkan.
-101019
Diujung jalan, ada salah satu kedai. Disinggahi karena bukti dari bakti, dipaksakan untuk menyantap hindangan yang disedia. Sudah tak lari-lari lagi. Selamat untuk tidak mencari.
Lantang-lantang decak kagum, diam-diam menyimpan pilu. Balutan ketakutan masih tebal dan sulit menembus asa. Itu dinda, yang tak sering menyantap resiko. Tidurlah nyenyak menyembur nafas dan ditiup sepoi angin hingga dinda terlupa.
-KCE, 091019
Siapa yang lebih memaksakan, aku atau kamu ? , Hari-hari hatiku tersipu malu-malu(in).