Saudade.
Usai sudah segala perjuanganmu. Kini teduh menjadi rumahmu, sementara kenangan kau titipkan pada kami.
Hari itu, langit seolah turut meratap, mengiringimu menuju pusara. Hari itu pula, pernah kau bisikkan dalam doa tentang waktu pulang. Dan Tuhan, ternyata mendengarnya.
Sakitmu kini telah sampai di ujung, namun rinduku tak pernah mengenal ujung. Aku mengaku— hatiku patah di kepergianmu.
Dan hingga hari ini, ada ruang dalam diriku yang tak pernah pulih.
lisui ripammasena pungngallata.
Bogor, 23 Januari 2026.









