Saat aku terjaga dalam pekatnya gelap
Bayang wajahmu terukir jelas
Yang kemudian memudar bersama keheningan malam
Fakta, bahwa aku masih jatuh dalam belenggu rindu
Akan pelukmu, candamu, bahumu, cerita-ceritamu yang dulu kau ceritakan dengan hangat, dan rindu akan bibir yang sedikit terangkat saat aku mencoba menggodamu
Seakan, akulah satu-satunya tempat nyamanmu
Cerita yang kutulis selalu tentang "kau" dan "aku".
faktanya, kau insan yang menjadi puzzle-puzzle yang mengisi kekuranganku
Dan aku insan yang hanya menjaga asa agar tetap bersamamu
Meski kini, nyata tak lagi bersama kita.
Hanya, aku tak tau kepada siapa aku menceritakan
Dan bagaimana caraku menceritakan.
Siapa yang mampu mendefinisikan rasa?
Yang mampu mengerti setiap detail cerita.
Malam ini, pagi sudah mulai unjuk gigi
Namun tirai hitam tak mau tertutup rapi.
Bagaimana mendefinisikan bahwa aku masih mencintaimu dengan sangat
Bagaimana aku mengartikan bahwa aku akan menantang nyata untuk kita berdua
Lalu, bagaimana aku meyakinkanmu bahwa bersama adalah cara terbaik untuk melawan masalah.
Bergetar tanganku menulis
"Aku akan tetap bersamamu, meski kita tak lagi bersama"
"Melepas yang masih di dalam..... Mana bisa"
Kaku otakku saat mengartikan
Lalu, bagaimana aku menafsirkan "tak mau" dan "tak mampu"
Kamu yang dapat mengartikannya tanpa unsur kemunafikan.