Seluruh armada pion putih hilang.
Kabarnya mereka lari ke hutan sebagai bentuk perlawanan. Dan sekarang, deretan pion hitam dan bidak catur yang lain kebingungan. Tidak bisa saling serang, tidak bisa saling mengelabui lawan. Bahkan tidak bisa berkorban dalam pertarungan dan mati penuh kebanggaan. Semua masih hidup tapi tanpa tujuan. Semua bidak dalam diamnya mengutuk bersamaan: dasar pion putih sialan!
Protes pion-pion putih yang hilang lari ke hutan bukan tanpa alasan. Kemarin saat pertarungan resmi kerajaan, ada satu pion putih yang kelihatannya kehilangan kewarasan. Katanya si pion muak dengan semua hirarki feodalisme kerajaan. Entah kesurupan arwah (si)apa, hari itu si pion tiba tiba memberontak dari pakemnya yang tidak bisa mundur sehingga sulit kabur, dan langsung berlari ke tengah gelanggang. Sampai di perbatasan zona perang, dia teriak lantang:
Wahai kawanku bidak-bidak seperjuangan, mari kita keluar dari segala bentuk penindasan ini! Jangan lagi kita mau dibodohi oleh pak tua dan menteri menterinya yang haus kekuasaan. Jangan lagi kita mau dikorbankan demi supaya kuda-kuda mereka itu bisa makan! Ayo saudaraku pion-pion kerajaan, kita bersatu, kita lawan penindasan!
Bukannya berkobar dan melawan, para pion itu malah semakin ketakutan. Tidak ada yang bergerak dari kotaknya, semua pion putih tiba tiba seperti tertindih. Sementara di kejauhan, menteri putih yang menunggang kuda putih berderap kencang siap menerjang. Masalah kenapa menteri putih harus menunggang kuda walaupun menteri itu bisa berlari paling jauh dan paling kencang, jangan jadi persoalan. Saat didera kepanikan, semua orang pasti berpikir akan lebih cepat kalau naik kendaraan, kan.
Sesampainya ditengah gelanggang, sang menteri langsung memerintahkan pion putih pembangkang itu kembali ke barisan. Ancamannya tidak main-main, kembali perang atau masuk tahanan sampai akhir zaman. Tapi pion pembangkang ini menolak tumbang. Berlari dia masuk ke daerah lawan. Tapi baru satu kotak menyebrang, kuda hitam sudah menghadang. Saat itu lah pion pembangkang ini tersadar. Kenapa harus maju saat ada pilihan ke kiri dan kekanan, itu kan doktrin-doktrin kerajaan!
Pion putih itu lalu ambil langkah satu kotak ke kanan. Melihat luncur putih kerajaan hitam siap menerkam, kembali ia maju satu langkah ke kotak hitam. Tapi menteri hitam tidak diam, segera ia maju menghantam. Mau putih ataupun hitam, semua petinggi kerajaan sudah sepakat, pemberontakan harus segera dipadamkan.
Terjepit kuda luncur dan menteri, pion putih tadi kebingungan. Mundur ditindas atau maju melawan, saat itu tekadnya sudah terlalu bulat, lawan! Kembali dia berlari, kali ini 3 kotak sekaligus dengan gerakan zigzag kiri kanan. Raja hitam mengancam, ternyata pion itu sudah terjebak di tepian gelanggang. Sejenak semua diam, semua memperhatikan. Tamat sudah riwayat pion pembangkang itu. Dan saat itu lah pion putih pembangkang itu kembali berteriak lantang:
Biar kematianku menjadi pelajaran untuk kalian, wahai saudaraku. Karena bahkan dari dalam kubur, suaraku akan menggema lebih lantang! Camkan kata-kataku, percayalah pada kemampuan kalian sendiri! jangan mau lagi dibodohi olah pak tua yang hanya bisa berjalan satu kotak demi satu kotak menghindari mati!
Seluruh petinggi kerajaan hitam mengepung, tinggal komando raja hitam atau perintah raja putih untuk membantu melawan yang bisa menyelamatkan nasib pion itu.
Jangan lagi kita sebagai kelas terendah mau diadu domba! Tanpa kita, sebenarnya mereka bukan siapa-siapa! Jika kita mau melawan, tidak akan ada peperangan berdarah hanya demi pak tua yang ingin berkuasa. Jika kita mau melawan, tidak ada lagi yang harus dikorbankan demi membuka jalan perang!
Petinggi kerajaan yang mulai geram akhirnya hilang kesabaran, satu pilar benteng hitam menghantam kepala botak si pion pembangkang.
Biarlah aku jadi martir perlawanan, selama kalian semua tersadarkan, aku yakin dunia akan jadi lebih tenang.
Sepakan kuda hitam mengenai leher pion putih yang kecil itu. Beberapa pion putih ingin merangsak maju membantu, namun langkah mereka segera dihalangi dua benteng putih yang seakan ingin membiarkan pion pembangkang itu mati di cincang kerajaan hitam. Luncur hitam lalu memanah tepat mengenai sasaran.
Jangan lagi mau dibodohi! Mari kita berdiri dan berjuang diatas kaki kita sendiri. Kita bebas melangkah kemanapun kita suka. Bekerja bertamasya atau mulai membangun keluarga. Jangan biarkan para orang tua ini menyebar dan menumbuhkan kebencian dalam jiwa-jiwa kalian. Sementara kalian tidak mendapat apa-apa selain permusuhan dan kematian!
Menteri hitam mengambil senapan, sayang tembakannya hanya mengenai perut si pion yang tak berisi hal lain selain kebencian yang semenjak dia lahir terus dijejalkan. Tapi itu cukup, si pion pembangkang akhirnya ambruk di gelanggang. Dengan seluruh nafasnya yang tersisa, dia lalu berteriak lantang.
PANJANG UMUR, PERLAWANAN!