Favorit
View On WordPress
$LAYYYTER
Not today Justin
cherry valley forever

#extradirty
hello vonnie
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Misplaced Lens Cap
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
NASA

blake kathryn
Jules of Nature

izzy's playlists!

shark vs the universe
d e v o n
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

titsay
One Nice Bug Per Day
Today's Document
RMH

@theartofmadeline
seen from United States
seen from Morocco
seen from Singapore
seen from United Kingdom

seen from Singapore
seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from France
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Venezuela
@penyeduh
Favorit
View On WordPress
Semua Hutang Lunas
“Bang Juned, boleh nggak saya hari ini ngutang lagi?” Ucap seorang wanita berdaster lusuh yang tengah berdiri di depan gerobak sayur. Sayur hari ini layu dan tampak seperti bekas kemarin. Beberapa bayam dan kangkung di dalamnya terlihat mulai berair, namun terlihat seekor ayam kampung yang gemuk mantap. Juned, sang pedagang sayur, memandang sang ibu dengan kasihan. Di satu sisi, ia tahu kalau…
View On WordPress
Rindu yang Terpatri Selamanya
Kamu tidak berhenti memaki sejak tadi pagi, hingga sekarang hari sudah sangat larut. Ini adalah kehancuranmu yang paling massif, yang paling hancur dari empat belas tahun pertemanan kita; kekalahan paling telak yang mungkin tidak akan pernah kamu terima. Kamu duduk meringkuk memeluk kedua kakimu di sudut kamar, lalu berteriak, berdiri, dan meninju semua yang bisa kamu tinju, hingga kamar ini…
View On WordPress
September Adalah Ulangtahunmu
Aku tidak terlalu bisa dengan jelas mengingat tanggal berapa kamu berulang tahun.September. Nama belakangmu. Aku ingat jelas bagaimana di akhir-akhir tahun kamu selalu menyempatkan diri untuk mampir ke Bandung di tengah-tengah kesibukanmu yang entah apa. Pertemuan terakhir kita sepertinya menyisakan banyak pertanyaan, tapi hanya satu yang ingin aku tahu jawabannya- kenapa dulu kita tidak…
View On WordPress
I didn’t love you because I was scared.
I loved you because I was confident of your love.
I was confident that you could love me the way I love you.
I was confident that you could be the ones I shared my tea with.
And then,
those confidences became a suicide mission.
A suicide mission that didn’t kill me,
but injured me deeply.
I have to unlove you.
Not because I am confident of being alone.
It’s because I’m scared of being in love with you.
Hidup Dalam Kabut
Semua orang, suatu hari nanti, akan terpaksa menjalani hidup dalam kabut.Setelah hujan dan basah, dingin, gelap dan mencekam, lalu hadir kabut yang membuat semua jalan samar. Ada yang berhenti dan lompat ke jurang, ada yang istirahat sebentar untuk kemudian melanjutkan perjalanan, ada yang putar balik, ada yang diam dan menangis. Semua orang bertarung dan bertaruh untuk keluar dari kabut ini, dan…
View On WordPress
Tuhan Dalam Secangkir Kopi
Bukan. Ini bukan rangkuman buku yang ditulis Michaele Weissman. Judul ini ditulis karena ketika menulis ini, saya baru saja selesai mengkalibrasi mesin espresso dan kopi. Nggak banyak-banyak kalibrasi dan ambisius pagi ini, cukup sampai ditahap menyenangkan dan nyaman di lidah. Beruntungnya, kopi yang saya kalibrasi nggak terlalu menyebalkan. So it lasted only for around 15minutes. Yah,…
View On WordPress
A Platonic Lover.
It all started when you said you don’t want it.
I met you at a very odd moment. I looked at you and just know you could be someone I talked to and come home to when shit gets rough. We share things, we spend times, just some kind of platonic bullshit I know I keep in mind.
And it all ends when you said you want it.
No. You don’t want me. You want a person, but not me. So definitely this isn’t about you and me, it’s just me. You want a person so much because you know what you’re capable of. All of the affection you had that you’ve been keeping for yourself, you know you want to share it to someone else, and eventually, you said it. You want a person.
You want a person. A whole new shared life. You want a person you can trust fully and suddenly I snapped. I know if the timing wasn’t a bitch, I would have fight for that place. I would have give the best piece of myself to you so you can give the best piece of yourself to me too. But the timing was a bitch. And deep inside I know everything that would happen ever since, it’s all going to be something that I have to bottle up.
I am here, being a platonic friend to you, because I know no matter how much I dreamed about that rainbows and candies life with you, it’s not for me. You didn’t want it until you want it now and it makes me realize there’s a chance for me. There’s a possibility for me. What makes it painful is that I can’t, even if I want to, fight for that place. It’s not the chance I can take.
So I’m closing the door. I’m closing the room for this friendship in order to save myself, and my feelings. I know it doesn’t mean so much when someone back off from you because you understand. I hope you understand.
I wish I could explain it to you.
But I don’t have to even if I could.
a platonic love.
It all started when you said you don’t want it. I met you at a very odd moment. I looked at you and just know you could be someone I talked to and come home to when shit gets rough. We share things, we spend times, just some kind of platonic bullshit I know I keep in mind. And it all ends when you said you want it. No. You don’t want me. You want a person, but not me. So definitely this isn’t…
View On WordPress
segala sesuatu yang ajaib.
Ramai di Twitter orang-orang membahas perihal doa dan bagaimana seharusnya orang-orang berdoa. Diawali dengan pertanyaan “kalau orang selesai ujian meminta didoakan, apa hasil yang mereka harapkan? Kan ujiannya sudah selesai.” Saya merespon dan menganggap, ini orang kok bisa terpikir bertanya begini ya, lalu merespon dengan satu-dua cuitan receh yang sebetulnya mungkin tidak relevan tapi cukup…
View On WordPress
I Wish.
I wish people would ask how I’ve been doing. Being someone who has to take care of everything, if I should give you an out.. It’s never easy. It’s never been easy. I wish I could runaway from all responsibilities and just live my own life. I wish people could imagine how I feel. Enduring so much pain, trying my best to put the best smile, brighten up someone’s day. Trying not to breakdown in the…
View On WordPress
Pedih;
Bicara cinta itu mudah, Yang.
Aku bisa menuliskan seribu daftar sikap-sikap mencintai yang pernah kamu tunjukan, begitupun aku. Tidak sulit melihat, mendengar, lalu mengejawantahkan bagaimana cinta melumat habis akal sehat kita berdua. Semuanya elemen kehidupan mendadak terang, benderang, berwarna.
Sayang, sudah hampir enam tahun aku menikahimu. Baru sebentar saja, kata ayah ibuku yang…
View On WordPress
dunia tenggelam di tengkuk lehermu malam ini
dunia tenggelam di tengkuk lehermu malam ini
“Maaf,” katamu.
Aku tak menatap matamu malam ini. Di dalamnya terasa hadir satu ruangan yang terasa seperti angkasa; hampa, kosong, tanpa udara. Aku tak mau melayang-layang di dalamnya.
Sudah berkali-kali kamu ucapkan maaf malam ini. Ini berat, katamu, tapi itu semua hanya katamu. Bagaimana dengan kataku? Bagaimana dengan kataku yang meskipun berat, akan aku sangga segala macam koper yang…
View On WordPress
30 Hari Menulis: A Places I Want To Visit
30 Hari Menulis: A Places I Want To Visit
Belok kanan, menuju persimpangan.
Aku masih mengingat jelas jalan, belokan, setopan, dan perempatan-perempatan menuju rumahmu. Jelas tanpa bekas. Jalan-jalan yang setiap hari kulalui ketika pergi kerja, pulang kerja, pergi ngopi, pulang ngopi, pergi kencan, pulang kencan. Rasanya ingin ku gas keras-keras motorku setiap lewat depan rumahmu. Kamu berisik. Setiap hari berteriak dalam…
View On WordPress
30 Hari Menulis: A Memory
30 Hari Menulis: A Memory
Hahahahaha. Bajingan tantangan menulis ini. Tapi saya nggak akan berhenti, kali ini udah diniatin ingin bisa nyelesain 30 hari menulis walaupun nggak setiap hari banget (maklum, tersela kerja).
Kenangan, ya.
Hahahaha. Apa yang harus saya tulis tentang kenangan yang saya punya? Otak saya keseringan merekam memori-memori gelap, sakit, luka. Memori bahagia yang saya ingatpun jadinya…
View On WordPress
30 Hari Menulis #2: Things That Makes Me Happy
30 Hari Menulis #2: Things That Makes Me Happy
Anjrit, saya nge-stun gini.
Susah ya menuliskan hal yang menyenangkan. Saya paling produktif itu selalu ketika lagi patah hati, lagi ancur-ancuran, sedih nggak menentu, bosan, atau lagi gila-gilanya overthiking. Dan itu selalu tulisan yang termehek-mehek. Ini disuruh nulis hal-hal menyenangkan.
Tapi kan nggak tahu kalau nggak dicoba.Saya coba menulis sebanyak-banyaknya, ya. Minimal 10 lah.
View On WordPress
30 Hari Menulis: Describing My Personality
30 Hari Menulis: Describing My Personality
Waktu pertama lihat judulnya, sial, saya nggak lihat kalau tema nomor 1 adalah mendeskripsikan diri saya sendiri. Saya selalu kesulitan melakukan ini, tapi ya, karena udah saya pin di Twitter, mau nggak mau harus saya kerjakan.
So, here I am.
Mulai dari hal yang paling sederhana, namaku. Syifa Fadillah. Dulu saya benci sekali nama ini karena orangtua saya bilang nama saya harusnya Nandita…
View On WordPress