Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah dikenal luas sebagai negeri 1000 Masjid. Provinsi ini terdiri dari Lombok dan Sumbawa sebagai pulau besar dan gugusan kepuluan lain yang tak kalah indah. Mataram, ibukota, sekaligus kota terbesar NTB merupakan pusat bagi aktivitas politik, ekonomi, sosial-budaya dan juga keagamaan provinsi NTB. Masjid di NTB tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, namun juga pusat kegiatan sosial-budaya, kemasyarakatan dan juga syiar agama.
Mataram memiliki satu masjid besar di pusat kotanya. Masjid tersebut merupakan bagian dari kesatuan kompleks pusat keagamaan provinsi NTB. Masjid itu bernama Hubbul Wathan dalam kompleks Islamic Center Nusa Tenggara Barat. Masjid ini dibangun di lahan seluas 7,6 Hektar di daerah Selaparang, di sudut Jalan Langko dan Jalan Udayana, yang merupakan jalan besar di pusat kota.
Di masa kini, Masjid telah dijadikan salah satu tempat tujuan wisata. Meski tidak semua Masjid, banyak Masjid yang memiliki ciri khas, sejarah, keunikan dan ceritanya sendiri. Fakta ini membuat Masjid amat sayang untuk dilewatkan begitu saja dari itenerary wisata di suatu daerah. Mulai banyak komunitas religi atau traveler yang mengkhususkan kegiatan dan perjalanan wisatanya untuk mengunjungi Masjid. Hal ini membuat pamor Masjid sebagai salah satu destinasi wisata kian tinggi.
Saya berkesempatan untuk melihat lebih dekat Masjid Hubbul Wathan, Sabtu 27 Januari 2018. Kesan mewah dan megah langsung menyambut saya seketika turun dari kendaraan.
Semakin mendekat ke pelataran, kita akan semakin merasakan aura ketenangan dan ketentaraman, sama seperti saat masuk ke Masjid lain. Tempat wudhu pria berada di tengah pelataran, sedangkan tempat wudhu wanita ada di bagian dalam lantai dasar. Tak ada area shalat di lantai dasar karena seluruh area shalat, baik pria ataupun wanita berada di lantai satu hingga empat. Untuk mengaksesnya, terdapat 4 eskalator, masing-masing dua untuk naik dan dua untuk turun yang saling terpisah antara jamaah perempuan dan laki-laki.
Area shalat lantai satu ialah yang paling mencirikan keindahan Masjid Hubbul Wathan. Seluruh lantai di ruangan ini telah dilapisi karpet tebal nan indah berwarna merah terang. Langit-langit masjid ini dihiasi tirai yang sangat bening yang menjuntai keatas, juga ornamen tenun bermotif tumbuhan berwarna biru cerah, yang mencirikan perpaduan masyarakat Sasambo atau Sasak, Sumbawa dan Mbojo, suku asli yang mendiami Nusa Tenggara Barat. Di sepanjang tembok sisi, ornamen seni bercita rasa tinggi juga telihat terang namun menyejukkan mata. Keseluruhan ornamen bercirikan warna merah terang yang memberikan kesan seni yang tinggi.
Berlanjut ke lantai dua, kita akan semakin merasakan ketenangan dan ketentraman di masjid agung ini. kita dapat menyaksikan betapa luas dan leganya ruang shalat di lantai satu lengkap dengan ornamen seni yang mengelilinginya. Ruang shalat di lantai dua tak lagi berkarpet, jamaah bisa langsung bersujud di lantai marmer berwarna putih dengan glazur berwarna merah terang yang juga indah. Koridor-koridor yang mengelilingi luas dan lebar dengan tiang-tiang kokoh yang menopang lantai selanjutnya. Keadan lantai tiga dan empat hampir sama dengan lantai dua, namun saat saya berkunjung, lantai empat sedang ditutup. Menurut salah seorang petugas, lantai ini biasanya digunakan sebagai tempat persiapan jamaah haji embarkasi Nusa Tenggara Barat.
Salah satu hal yang menjadi keunikan Masjid ini ialah kubahnya. Masjid ini memiliki 5 kubah tinggi yang berketinggian 99 meter, yang melambangkan 99 nama-nama Allah yang indah (Asmaul Husna). Kalau Anda memiliki waktu luang, sempatkan untuk naik ke satu menara di masjid ini. Hanya dengan membayar Rp 5000, Anda dapat lebih merasakan indah dan megahnya masjid ini. Disini, anda tak hanya bisa menikmati sudut kota Mataram yang kian padat oleh penduduk, namun juga Selat Bali, Bandara lama Selaparang, perbukitan, persawahan dan tentu saja Gunung Rinjani yang menjulang tinggi. Setelah puas mengabadikan momen dan berfoto dari ketinggian kubah, saya mengakhiri perjalanan di Masjid Hubbul Wathan.
Bagi saya, Masjid Hubbul Wathan memberi kesan mendalam akan tempat ibadah yang menjadi pusat dari kegiatan suatu masyarakat. Tak sebatas kegaiatan keagamaan, Masjid juga berfungsi sebagai pusat pendidikan dan dakwah islam, tempat sosialisasi antar warga dan juga tempat bertemunya pemimpin dan rakyatnya. Masjid sudah selayaknya mencirikan kesan yang indah dan sejuk, yang membuat siapa saja yang mengunjunginya merasa aman, nyaman dan tentram, sehingga siappun merasa betah untuk berlama-lama beribadah di Masjid.
Hubbul Wathan, Masjid Besar nan Megah Kebanggaan Warga NTB Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah dikenal luas sebagai negeri 1000 Masjid. Provinsi ini terdiri dari Lombok dan Sumbawa sebagai pulau besar dan gugusan kepuluan lain yang tak kalah indah.











