Untukmu yang Beranjak Dewasa
Dek, tahukah kamu, menjadi seorang perempuan dewasa itu menantang. Banyak hal yang mungkin akan mengagetkanmu ketika tiba saatnya kamu beranjak dewasa.
Jika waktu kecil atau remaja dulu setiap pengambilan keputusan selalu bisa diambil alih orang lain, sekarang hal itu tak bisa lagi terjadi. Meski tak mudah, pengambilan keputusan, termasuk untuk hal-hal yang besar, adalah sesuatu yang mau tidak mau harus dilakukan. Suatu ketika, hal ini mungkin akan membuatmu bingung, sedih dan merasa tak pasti pada siapa harus bertanya dan bergantung. Jika hal itu terjadi, ingat dek, bahwa Allah tak akan pernah salah takar terhadap sesuatu yang perlu dihadapi oleh seorang manusia. Atas seizin-Nya telah jelas mana kebenaran dan mana kesalahan, dan rasanya itu sudah lebih dari cukup untuk menjadi dasar pengambilan setiap keputusan.
Dek, tahukah kamu, menjadi seorang perempuan dewasa berarti mempelajari banyak hal baru dan meninggalkan banyak hal yang tak lagi relevan. Dalam perjalananya, sebagaimana sesuatu yang niscaya, sebuah perubahan memang seringkali menyakitkan dan tak mudah untuk diterima.
Jika sewaktu kecil atau remaja dulu segala hal bisa dengan seenaknya kita lakukan karena perasaan dan suka atau tidak suka, sekarang suka tidak suka kita perlu berubah. Entah bagaimana, mendewasa nyatanya membuat kita tahu bahwa keduanya adalah sesuatu yang rapuh jika dijadikan landasan perilaku atau pengambilan keputusan. Jika sesuatu yang mendalam terjadi pada dirimu, boleh jadi sesekali langkahmu lunglai sebab terbawa arus-arus perasaan. Tapi dek, Allah tak akan pernah salah meletakkan seorang manusia pada sebuah kenyataan. Atas seizin-Nya telah jelas siapa diantara iman dan perasaan yang seharusnya menjadi imam dan siapa pula yang seharusnya menjadi makmum, dan itu rasanya lebih dari cukup untuk menjadi amunisi agar kita mampu bertahan.
Dek, tahukah kamu, menjadi seorang perempuan dewasa berarti meluaskan pandangan dan persepsimu tentang banyak hal, termasuk tentang dunia. Banyak hal akan membuatmu belajar, maka janganlah pernah berhenti untuk menjadi seorang pembelajar.
Jika sewaktu kecil atau remaja dulu kita mempersepsikan dunia sebagai tempat bermain dan ruang eksplorasi, kini definisi itu kian bertambah sebab kita telah sadar bahwa dunia adalah sebuah ruang kelas raksasa. Di dalamnya, kita belajar, beriman dan beramal, dan begitulah seterusnya hingga ilmu, iman dan amal adalah tiga serangkai dalam siklus besar yang tak akan pernah usai. Bagaimana pun, selayaknya sebuah kelas, dunia ini juga adalah tempat ujian. Kita diuji-Nya sedemikian rupa melalui apa saja agar kita kian mendewasa: jiwanya, imannya, amalnya, dan seterusnya. Tapi dek, apapun ujiannya, Allah tentu telah memberikan seluruh perbekalannya terlebih dahulu kepada kita, sebagaimana janji-Nya bahwa seorang manusia tidak akan diuji dengan sesuatu yang di luar batas kemampuannya. Atas seizin-Nya, kita akan dimampukan untuk menghadapi segala sesuatu yang ditimpakan-Nya kepada kita.
Bagaimana pun, menjadi dewasa berarti juga menanggung amanah-amanah pribadi. Dosa dan pahala kini menjadi tanggung jawab kita sendiri. Tahukah kamu apa yang akan membuat segalanya menjadi lebih ringan untuk dijalani? Bergantunglah pada-Nya dan jadilah sebaik-baik hamba, maka kamu akan tersadar bahwa dunia yang sebenarnya adalah tempat berjuang ini nyatanya sederhana, dan tempat istirahatmu adalah nanti, ketika kaki kanan dan kirimu menginjak syurga, tempat dimana semoga Allah mempertemukan kita disana selepas seluruh upaya terbaik kita untuk-Nya di dunia.