Di lengkung senyum mu,ada harap yang belum kau bentuk dalam kata,di hati mu yang teduh ada debar yang belum kau tenangkan

❣ Chile in a Photography ❣

Kiana Khansmith
Xuebing Du

Janaina Medeiros
TVSTRANGERTHINGS
No title available

Love Begins
hello vonnie

izzy's playlists!

tannertan36
almost home
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Game of Thrones Daily
Three Goblin Art

⁂

PR's Tumblrdome
Peter Solarz
One Nice Bug Per Day
Today's Document

oozey mess
seen from United States
seen from Morocco
seen from Peru

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Mexico

seen from United States
seen from Venezuela
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
@putrawhillyam
Di lengkung senyum mu,ada harap yang belum kau bentuk dalam kata,di hati mu yang teduh ada debar yang belum kau tenangkan
Tolong sabar sejenak,isi kepala ku sedang bertaprakan dengan pengharapan mu yang sampai sekarang masih aku usahakan
Sebelum kau mengucapkan selamat tinggal,aku sudah tau nona dirimu sudah lama tidak berada disini
Disaat jarak bukan lagi masalah perpisahan matamu dan punggungku
Disaat jarak bukan lagi masalah angka-angka yang kusimpan dalam rindu
Dan kau tau nona apa yang paling jauh di antara kita sekarang
Disaat rumah ibadah kita berbeda dan amin kita berusaha menembus langit disana
Di waktu selarut ini,aku masih belum bisa berdamai dengan segala yang ada,satu dan lain hal kamu masih menjadi tema obrolan ku dengan tuhan
kedai kopi yang biasa kau kunjungi masih menanyakan kabar mu dan ingatan selalu punya cara sendiri memukul mundur keadaan
Di sore yang di tabrakan malam kita pernah bertukar pelukan,tidak saling melepas dan aku tau kau sedang tidak baik,kita pernah berjanji tidak boleh senyaman ini,tapi kenapa kau selalu tau mencari ku kemana
Aku masih ingat betul saat kau berbagi cerita dengan ku,Setelah hari yang kau lalui.Di sana aku pendengar yang baik aku tau di cerita mu tidak pernah ada aku,dan doa ku selalu menembus langit untuk mu.
Tidak ada kabar dari mu,itu adalah kabar jangan biasakan aku menerka-nerka jangan buat aku terbiasa,saat titik terberat dan kau sudah di puncak apa kau masih ingin turun kebawah untuk menjemput ku
Minggu sore
Hujan turun dikota mu
Di jendela kamar yang lupa kau tutup Kau memeluk tubuhmu sendiri,ku lihat hati mu lebam luka di mana-mana dan kau masih berkata baik-baik saja. Kau tau bagaimana cara berjuang bukan di buang kau tau cara sembuh bukan lumpuh,usap air mata mu bahu ku masih jadi padang rumbut yang luas untuk kau bersandar
Kau tau rasanya debar yang tidak kunjung usai untuk rasa yang tidak pernah selesai dan kita yang tidak pernah ada
Saat aku kekota mu,aku selalu di pukul mundur dengan kengan yang masih tersusun rapi dan otak ini bekerja dengan cepat mengingat semua hal tentang mu
Di ujung telfon sebelum kau tutup tadi,aku berbisik pada tuhan saat aku terbangun dari tidurku nanti,kau masih jadi alasan ku untuk berjuang
Kau masih di pelukan yang sama
Untuk semua resah yang mengharuskan mu berbalik arah,duduk lah sejenak kau tidak arus pulang,rumah baru mu lebih hangat bukan