Terhadap apapun. Saya ingin saya yang tersenyum, bukan karena dipaksa keadaan. Dan terhadap apapun. Saya ingin saya yang tulus, bukan karena takut kepada kehilangan.
By Lilin Kecil

No title available

@theartofmadeline
ojovivo

titsay
he wasn't even looking at me and he found me
d e v o n
sheepfilms
occasionally subtle
noise dept.
No title available

No title available
TVSTRANGERTHINGS
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

❣ Chile in a Photography ❣
Sade Olutola

shark vs the universe

oozey mess
Alisa U Zemlji Chuda

Product Placement
cherry valley forever
seen from Russia

seen from Italy
seen from Poland

seen from Malaysia

seen from India
seen from United Arab Emirates
seen from United States

seen from T1
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United Kingdom

seen from Netherlands
seen from Brazil
seen from Canada

seen from Malaysia
seen from Germany

seen from Denmark

seen from Singapore
seen from Spain

seen from United States
@raincase-blog
Terhadap apapun. Saya ingin saya yang tersenyum, bukan karena dipaksa keadaan. Dan terhadap apapun. Saya ingin saya yang tulus, bukan karena takut kepada kehilangan.
By Lilin Kecil
Kita akan menua dengan sendirinya, tapi tidak dengan menjadi lebih dewasa bersikap.
By Lilin Kecil Dewasa atau tidak, kenyataannya orang yang lebih tua lebih banyak mengalami episode kehidupan. Misal, berbagai pembelajaran orang yang 10 tahun lebih tua dapatkan daripada yang lahir sepuluh tahun kemudian. Bagaimana mungkin umur engga ada kaitan nya, mungkin istilah lebih tepatnya ialah, umur tidak ada kaitan nya dengan kebijksanaan seseorang dalam mengambil keputusan.
Merebut Kesempatan Pertama
Di dalam kelas D3 ELINS B yang suasana sangat hening. Seorang laki –laki berkaca mata yang berdiri di depan kelas, menatap siswa-siswanya.
“silahkan, siapa yang ingin tampil membacakan pantun di depan secara sukarela? Tak perlu saya tunjuk!”. Ujar Pak Masiran.
Sebagian anak langsung menunduk, menghindari tatapan mata guru Elektronika I mereka.
Takut ditunjuk Wahyu juga menunduk. Yang jadi pertanyaan “kenapa pelajaran Elektonika kok pantun??” Tapi dalam hati yang paling dalam sebenarnya ia sangat ingin maju ke depan.
Alangkah menyenangkan bisa tampil dengan penuh percaya diri di depan kelas, menjadi pusat perhatian cewe2 seperti Ito, Hikmah, Dewi, Chika, Ifti, Sharah, dll, mendapat perhatian khusus dari Pak Masiran… Tapi, aduh takuuut! Suaraku kan cempreng, badanku pendek, tak semampai seperti Manggala, trus nanti kalau temen2 memperhatikan sepatuku yang belum di cuci setahun bagaimana? Malu dong aku… Wah gimana, yaaa? Maju nggak ya? Itu pikiran Wahyu.
“Silahkan, kesempatan hanya saya berikan untuk satu orang!”. Sang guru Masiran masih menunggu dengan sabar.
Wahyu masih sibuk dengan perang batinnya. “Maju enggak ya? Maju enggak ya? Nanti kalau ditertawakan teman2 gimana? Nanti kalau aku bertingkah konyol gimana? Nanti kalau aku EE di celana gimana? Maju, enggak, maju, enggak…”
Akhirnya Wahyu bertekad untuk maju. Kereeen diyaaap! Deg Dug Deg Dug suara jantung ku berdebar-debar dengan kencang. Baru saja Wahyu mau maju mengacungkan jari, tiba2 seorang siswa maju dengan tenang ke depan kelas. Wahyu cuma bisa menggerutu dalam hati. “Asyemb banget kae lah, sapa sih kae? Sembeleh sisan!!”.
“Saya mau mencoba, Pak!” kata Arman, siswa itu. Guru Elektronika menyambutnya dengan hangat. Segera Arman tampil dengan penuh percaya diri dan membacakan pantun di depan kelas. Dalam pengamatan Wahyu, penampilan Arman tak begitu bagus. Suaranya jelek beud. Sepatu Arman juga menganga bagian depan. aku pun lebih ngganteng dari Arman. Bahkan ia yakin bisa tampil jauh lebih baik daripada Arman. Masalahnya ia terlalu lama mengambil keputusan. Ia terlalu ragu untuk memutuskan maju kedepan. Ia telah membiarkan kesempatan itu diambil orang lain! Dan yang lebih membuatnya ia menyesal adalah ketika guru Elektronikanya memberi Arman hadiah nilai A dan dibebaskannya ulangan tengah semester.
‘Ah, seandainya aku lebih pede…’ keluh Wahyu dalam hati. (MmodArrr!!)
Teman- teman pernah nggak mengalami kejadian seperti itu? Saat kamu ditantang untuk tampil di depan publik, menghadapi banyak orang, untuk unjuk kebolehan? Apakah kamu termasuk golongan seperti Wahyu yang selalu dilanda resah bin gelisah, gundah bin gulana saat ada tantangan tampil di depan publik? Atau jangan –jangan untuk berbicara di dalam forum pun kamu nggak berani? Merasa nggak pede? Takut ditertawakan? Merasa kamu nggak punya kelebihan? Merasa pendapatmu tidak akan diterima oleh orang lain?
Kalau iya, waaah kamu harus sadar bahwa ada yang salah pada KONSEP dirimu. Ada onderdil self estimate (ngomong oPpoOo) yang nggak pas pada dirimu.
Tahu enggak, waktu Wahyu sibuk dengan perang batinnya di kelas tadi sebenarnya Arman pun mengalami hal yang sama. Setiap siswa di kelas mengalami hal yang sama. Ada keinginan yang terpendam dalam diri masing –masing anak untuk tampil di depan kelas. Ada rasa takut ditertawakan, takut dikira sok jagoan, cari muka di depan guru dan teman2, takut begini, takut begitu, takut bebegig, dan… sekian ketakutan2 lain bersliweran dalam kepala masing2 anak, termasuk pada Arman. Tapi, Arman mempunyai senjata ampuh untuk mengatasi semua ketakutan2 yang nggak jelas itu. Dia ingat sekali dulu pernah membaca sebuah pepatah bijak dari mbah google yang ayatnya berbunyi : you don’t think what you are, but you are what you think artinya kamu tidak memikirkan siapa kamu tapi kamu adalah sesuai dengan apa yang kamu pikirkan.
Dengan bekal itu Arman memberanikan diri maju di depan kelas. Ia berpendapat jika ia merasa takut maka ia akan jadi benar2 seorang pengecut. Jika ia berpikir ia akan ditertawakan maka ia benar2 akan menjadi orang yang selalu diremehkan oleh orang lain. Jika ia berfikir ia punya banyak kekurangan fisik yang memalukan maka ia benar2 akan menjadi orang yang tidak punya kelebihan sama sekali. Jika ia berpikir ia akan salah atau melakukan kekonyolan maka ia benar2 menjadi orang idiot yang tidak becus melakukan apapun. (gweh rungokna)
Maka ia merubah semua paradigma dirinya saat itu juga. Hanya dengan meyakinkan dalam dirinya bahwa ia tidak seburuk apa yang di pikirkan semua itu. Ia akan tampil meyakinkan jika ia berpikir ia mampu melakukan yang terbaik. Ia tidak akan melakukan kesalahan jika ia yakin dengan apa yang ia lakukan. Yah, semua akan menjadi mudah dan menyenangkan! Dan akhirnya Arman berhasil menemukan KONSEP diri terbaiknya. Dengan energi dari konsep dirinya yang positif itulah ia maju ke depan kelas. Ia telah merebut hati Pak Masiran dan kesempatan pertama! Dan adalah hal yang menyenangkan bukan, ketika ia mendapatkan hadiah menyenangkan dari gurunya atas keberaniannya.
Prend, semua orang merasakan hal yang sama ketika di hadapan banyak orang. Merasa takut ditertawakan, takut malu2in, takut salah, grogi, nervous, demam panggung, dan lain2. Tapi, mereka punya cara yang berbeda2 dalam menindak lanjuti perasaan2 itu. Ada sebagian mereka yang terus menerus menenggelamkan dirinya sendiri dalam kubangan kekhawatiran yang sebenarnya tidak perlu. Tapi ada pula yang bisa menepis semua prasangka itu dan akhirnya memiliki keberanian untuk tampil dihadapan banyak orang, merebut kesempatan yang tanpa kita ketahui ternyata sangat berharga!
Nggak percaya bow? Pengen bukti lebih bow?
Cobalah sendiri…!!
Atau baca pengalaman pribadi saya ini:
Kejadian ini terjadi setengah tahun yang lalu saat saya kuliah, dan saya mengikuti suatu perkumpulan musik pada fakultas tersebut yang bernama SMC. Waktu itu pihak SMC memanggil semua dari band SMC. Kebetulan band saya juga ikut dipanggil. Kami datang ke kantor SMC dengan bertanya tanya di hati, ada apa ya? Barangkali kami dapat uang satu milyar atau dapat durian runtuh, haha bercanda…
Ternyata pihak SMC memanggil kami untuk diikutkan ke dalam seleksi band dalam acara bertakjub ‘Konser Bersama J-Rock’ yang akan di adakan di Cilacap. Spontan kami berlima tertawa. Mana mungkin kami bisa masuk seleksi? Tentu orang yang tampil dalam acara itu adalah orang2 yang skill bermusiknya di atas rata2 di kota2 besar. Bukan orang di bawah rata2 seperti kami.
Akhirnya di hari yang telah di tentukan kami berangkat ke tempat seleksi, di sebuah Studio di Yogyakarta. Kami nyaris tak percaya. Dari empat kabupaten dan satu kotamadya yang ada di Yogyakarta, masing2 di ambil sekitar 10 band terbaik. Dan dari masing2 universitas di wakili 3 band terbaiknya. Artinya ada sekitar 50 band terbaik di situ. Dan kami harus menyisihkan 49 untuk menang!
Tes dilakukan bermain satu lagu. Semua peserta seleksi bermain dengan sebaik-baiknya. Bagi saya sendiri lagu yang saya bawakan tidak terlalu bagus dan tidak terlalu jelek.
kemudian dari pihak panitia setelah melihat penampilan setiap peserta seleksi satu-persatu, dia menawarkan sebuah kesempatan. Waktu itu panitia berkata bahwa tahap selanjutnya akan sangat menentukan hasil seleksi. Ternyata tahap selanjutnya adalah Brain Storming dari acara seleksi tahap peserta itu sendiri. Maka panitia berkata kepada seluruh peserta seleksi,
“Silahkan, ada yang ingin memberikan komentar atas tes seleksi yang baru saja kalian lakukan bersama tadi?”.
Persis dengan apa yang dialami Arman dan Wahyu, waktu itu saya juga sempat mengalami perang batin. Antara rasa ingin mencoba dan rasa takut salah. Tapi Alhamdulillah, dengan sedikit merubah cara pandang saya berfikir, “Apa salahnya mencoba merebut kesempatan ini?” Lalu dengan membaca bismillah dalam hati dan penuh percaya diri saya mengacungkan tangan dan langsung ditanggapi oleh panitia seleksi.
“Yak! Silahkan Dek!”
Jangan berfikir bahwa saya akan bermain retorika yang panjang selayaknya orang yang pandai berpidato dan diplomasi! Salah besar! Tahukah kamu, saat itu saya hanya mengungkapkan pendapat tentang proporsi alat band pada drum yang menurutku kurang tepat. Kataku waktu itu:
“Menurut saya simbal pada drum kurang banyak. Dalam drum bisa di pakai empat simbal, kenapa hanya diberikan jatah satu simbal? Padahal di acara ini kemampuan suara drum sangat menentukan”.
Sudah, simple kan. Hanya dengar mengucapkan tiga kalimat itu di kesempatan emas pertama, ternyata salah satu personil dari J-Rock yaitu Anton pemain drum telah menarik perhatiannya. Ternyata Anton suka dengan orang yang ‘rakus’ dalam meraih kesempatan emas yang biasanya ada di awal (karena setelah saya, banyak peserta lain yang juga mengacungkan tangan untuk bertanya). Dan, Anton meminta kepada panitia untuk… tahukah kamu? ‘kenekadan’ ku tadi telah membuat mereka memutuskan band ku untuk menghubungi nomer HP saya. Haha dan Sumpeh sama sekali tidak pernah terfikirkan dalam benak saya bahwa band saya masuk seleksi Konser Bersama J-Rock dan akan dihubungi lebih lanjut.
Selanjutnya saya tidak akan pernah melupakan pengalaman menyenangkan itu. Datang ke panggung besar, dengan fasilitas yang Cuma2 (berupa nginep di hotel mewah selama empat hari tiga malam, naik pesawat eksekutif, dapet banyak bingkisan menarik), mendapatkan banyak kenalan baru, tampil di panggung besar dan bermain bersama J-Rock, at least selama satu jam saya bersama J-Rock bermain musik menjadi pusat perhatian seluruh warga Cilacap. Bukankah pengalaman hebat itu hanya berawal dari ‘kenekadan’ saya dan sedikit kemampuan saya untuk mengubah paradigma atau cara pandang dan KONSEP diri yang negative? Soalnya saya yakin, kalau hanya berdasarkan kemampuan bermain skill bermusik saya, banyak sekali peserta seleksi yang punya nilai sama dengan saya, bahkan lebih baik!
At believe, percayalah!
Thanks to read By Gex
Tiba-tiba kurasakan hadirmu, dari angin kemarau yang menyampaikan pesan. Kepadaku. Agar aku dapat menjaga diri, sebab engkau tak akan kembali. Sebab kata dipermainkan angin kemarau. Sebab mata berkedip di cahaya silau.
By Lilin Kecil
Menunggu maupun meninggalkan itu menyakitkan. Tapi lebih menyakitkan ketika kamu tak mampu memilih antara menunggu atau meninggalkan
By Lilin Kecil
Jodohmu, tak ada yg tahu. Seberapa keras menggenggam, seberapa lama bertahan, seberapa cinta, seberapa ingin memiliki. Jika dia tak tertulis dalam Lauh Mahfudz maka tak ada yg bisa menolaknya.
By Halim via bbm
So Cool
You left without saying goodbye and I was unable to prepare myself. I can't eat, I can't sleep. The sugar is still bitter in my mouth. You hurt me so much I almost died. Like a tiger that has lost its strength, the pain is still aching up until now. If you don't mind then bring him with you. Let's talk openly about the affair with you and him. I've only got one question that I want to ask. Who is he to take you away from me? We'll meet at the usual place. I hope you don't forget. Let's give a toast to the pain and sorrow you've caused me. Let's give a toast for you and him to love each other for a long time. I wish you the best of luck, away from this person who you don't want. Check the bill. I'll pay for sorrow. It'll be my treat. Why is your face so sad? Farewell parties have to come to an end. All this issue isn't a problem because you still have him. You shouldn't be sad if you've chosen to leave.
Tidurlah. Silahkan rebahkan asa mu disini disela-sela kamu menutupkan matamu, ada aku yang akan menjaga mu. Ku doakan semoga saja yang baik-baik mendekat padamu. Selamat tidur Lilin.
i love u
Pikirku, mengenai kedewasaan ku ini sudah sampai dibatas yang cukup, di mata kedua orangtua saya. Ibu banyak menitip cerita, berita, dan derita nya. Papah, yang sudah sejak entah kapan sangat ku rasakan beliau eraaaat sekali setiap memelukku. Selalu dada ini riuh tiap kali angin sejuk tenang itu datang. Untuk kedua orang tuaku, yang baik hati nya, yang selalu mendoakan aku apapun bentuk bahasa dan cintanya.
disini aku berdiri, berusaha menggenggam janji. Membuat kedua nya melihat sendiri aku yang sudah mandiri.
Pertanyaan ku sejak kecil mengapa selalu menjadi yang berbeda, adalah pesan mengapa hidup bisa sampai membawa ku di titik ini. Aku seharusnya begini
begitulah Tuhan menuturkan nya.
Jatuh cinta adalah perasaan indah dan manis, tentunya itu adalah hal yang lekat dalam benak. Tapi, sebuah kisah menceritakan hal lain dari ketidaksempurnaan kisah cinta itu sendiri. Siapa sangka di balik sebuah tatapan teduh seseorang, ada satu hal yang tak pernah bisa lekang dari nalar seorang manusia. Cinta tak harus memiliki atau memaksakan kehendak.
By Lilin Kecil
yups bagi yg putus cinta atau patah hati ^_^
Doa itu pasti. Tapi kalau cuma dengan doa saja masalah terselesaikan. Gak perlu hidup di dunia. Bahkan Allah pun tak suka dengan hamba yg cuma merengek doanya tanpa usaha.
By Islam
Yang Benar-Benar Bahagia Saja
By Senior saya selalu menasihati; jika muncul keinginan ini itu, begini begono. Sering-seringlah bertanya pada diri sendiri; buat apa?
Jika jawabannya masih, “biar keren, biar kelihatan begini, biar kelihatan begitu”, lebih baik urungkan niatmu. Lakukanlah sesuatu yang benar-benar membuatmu bahagia. Bahkan ketika tidak satu orang pun menilainya.
(via jalansaja)
Bukan nya mendapat pengakuan atas apapun yang kita lakukan itu sama baiknya? Malah mungkin itu sama artinya dengan, orang menilai “setuju” dengan yang kita lakukan. Entah itu berarti yang kita lakukan adalah baik dalam konotasi perilaku yang “postitif”. Bahagia dan ikut membahagiakan orang lain juga. Berjalan lah keduanya mendidik supaya hati ini gak terus egois, memikirkan kebahagiaan nya sendiri. Ya dalam satu poin, menjadi bahagia kita perlu, karena yang mampu membahagiakan diri kita yang paling cepat adalah yang menjadi tuan nya sendiri. Menurut saya gitu mas, malah saya sadar saya bahagia dengan cara yang tidak sulit dan gak egois. Abis anaknya gampang di ajak bahagia juga tertawa. Hehehe.
hihihihihi fun dubsmash with my frend “henny”
Ku kira benar, manusia membuat jam untuk menciptakan waktu yang dapat ditangkap dan diingat, karena kebahagiaan dan kesedihan tak pernah tepat waktu.
By Lilin Kecil
Sebenarnya hari ini tak tahu harus memulai menulis bagaimana, dengan huruf besar atau huruf kecil, tentang asa atau tentang rasa. Hingga akhirnya waktu tersita cukup lama menyisakan lembar kosong melompong yang di pikiran hanya ada senyumanmu. Alhamdulillah, Rindu ini membuatku kehilangan kata.
By Lilin Kecil