hujan kali ini

Kiana Khansmith
noise dept.
d e v o n
No title available

if i look back, i am lost
No title available
we're not kids anymore.
trying on a metaphor
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
taylor price
DEAR READER

⁂
Alisa U Zemlji Chuda

Origami Around

JVL
will byers stan first human second
occasionally subtle

Andulka

★
Cosmic Funnies
seen from Germany
seen from France
seen from Greece
seen from Germany
seen from Türkiye

seen from Brazil
seen from United States

seen from United States
seen from Colombia

seen from Iraq

seen from Pakistan
seen from United States
seen from Uruguay
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
@riskatalitha
hujan kali ini
Your voice was the soundtrack of my summer
Aku butuh kepastian. Kepastian dlm hal apa? Kepastian yg membuat aku merasa sedikit bersalah. Apa kamu tau itu? Wtf :)))
Kadang, kita ga perlu cari pegangan lain biar ga ketiup angin. Ga perlu maksain diam ditempat seolah ga peduli sama arus. Ga perlu pura-pura lupa sama gravitasi.
Arah itu bisa saja membawa semuanya ke tempat yang jauh lebih baik. Sayangnya, kita cuma belum tau kalau itu yang terbaik.
Jadi, mau berlabuh di(dan sampai)mana?
Tentang Rindu, Barangkali Kau Lebih Tahu
aku bertanya-tanya pada diri sendiri apakah aku cukup memahami siapa rindu? bahkan, yang selama ini singgah di dadaku bukankah kewajibanku untuk mencari tahu? yang kutahu ia adalah asing diantara segala yang terasing ia adalah bisu diantara sekumpulan yang membisu ia adalah debur dari semua yang menghambur yang kutahu rindu sengaja memilih jalan terjauh ketika mengantarmu pulang rindu sengaja mencium keningmu lebih lama sebelum berpamitan rindu sengaja memeluk tubuhmu lebih erat sebelum dipisahkan malam rindu entah seberapa kuat ia menghadapi dirinya entah seberapa besar ia meredam ketakutannya yang kutahu akan ada masa dimana ruhnya memudar seiring hangat perhatianmu yang mulai samar aku benci membayangkannya.
aku ingin menemanimu sampai gerimis berhenti. tak hanya kini, tapi juga nanti. bahkan ketika tak ada lagi ruang tersisa untuk titik atau koma.
lalu siapa kita ini? bukan siapa-siapa. tak pernah siapa-siapa. tak pernah menjadi. kita cuma ingin, dan sesekali membayangkan kita telah atau pernah menjadi sesuatu yang punya arti. kemudian mati…
mars-venus
aku ingin menjadi balon hijaumu yang pecah, yg membuatmu memegang erat sisa balon yang kau miliki.
@falafu
I am falling in laugh with you
waktu tuh cepet banget berlalu ya. kemaren masih main masak-masakkan, sekarang kerjaannya udah main hati aja.
Kamu pernah menjadi alasan di tiap senyum dan tawaku. Tapi cuma pernah. Sekarang sudah bukan kamu lagi.
Rindu adalah rentang, sebuah panjang yang tak ingin kau ukur. sebuah pilu yang kau ingin kubur.
Rindu adalah ketiadaan penghuni dalam ruang antara taman hati dan semesta pikirmu.
Rindu adalah jeda, untuk lebih mencintaimu
Rindu adalah sejenis penyakit, menyerang paru-parumu, meneror detak jantungmu, mencemari alur pikirmu. Hati-hati dengan rindu, ia bs menyakitimu.
Rindu adalah senyawa, menyamar menjadi oksigen, kala kau menempatkan bayangannya dalam membran kepala.
Rindu itu, hitungan langkah kaki untuk mendekat denganmu.
Rindu itu, adalah segelas pelukan. Kau siapkan dan jaga agar tetap hangat. Hingga ia menghampirimu.
Rindu itu, kala aku lupa not derit langkah kakimu di terasku. Melodi yang hilang, lagu yang usang. Kuulang sampai kau datang.
Rindu itu, adalah waktu dimana aku menjadi pelukis. Kala ketidaktentraman membuatku terpejam. Kulukis bayanganmu dalam kelopak mataku.
Rindu itu penawar ulung, kau bisa jual apa saja untuk menghabiskannya. Kau jual waktu dan jarak, dan bahkan energimu.
Rindu adalah gema suara yang terngiang di telinga, terputar berulang dalam benak jiwa
Rindu itu keikhlasan untuk tak bersua, tak senada dan tak seirama dalam sepotong waktu yang ada. Sementara.
Rindu itu adalah gairah menggebu untuk bertemu dalam rintihan waktu.
Rindu adalah ketaklukanku, atas harapan pada setiap pori-pori dan wujud nyatamu, agar singgah hadapanku.
Rindu itu ketaklukanku atas bayanganmu.
Rindu itu lonceng waktu, untuk selalu mengingatmu.
Rindu itu, menutup mata kala terjaga. Mengharap kau ada saat esok tiba.
Rindu itu indra perasa, dan semua berubah menjadi pahit seketika.
Rindu itu adalah, ketika aku terpaku pada guratan wajah berpigura di sudut kamarku.
Rindu itu bibit, awal kegilaanku tentangmu.
Rindu itu perkara. Membuatmu terpuruk dlm penjara, menunggu bebas, menunggu lepas. Oleh sebait suara dan sesosok bayangan jiwa.
Ketika hatiku berteriak di kejauhan, dan hanya kau yang mendengar. Itulah rindu.
Rindu itu waktu dan aku.
Rindu itu beban, yang menggelayut pada lengan detik. Enggan berputar. Dan waktu perlahan menghabisimu.
rindu itu kobaran api, dan hanya kau yang bisa memadamkan
rindu itu belantara, silahkan tersesat hingga kau menemukannya.
Rindu itu, susunan aksara yang tersimpan di kepala. Barisan kalimat yang menunggu menyusuri ruang dengarmu
rindu itu sebilah pisau, perlahan mengiris hatimu selapis demi selapis. Hingga sampai ke ukuran tertipis.
rindu itu nafas yang patah, menanti angin bisikmu untuk menyambungnya lagi.
rindu itu segelas anggur, pengganti mineral agar sejenak bisa mengaburkan bayanganmu
rindu adalah mesin waktu, mengembalikan aku pada kenangan tentangmu.
rindu itu kelengahanku, kau bisa saja membunuhku saat itu.
rindu, aku harap kau punya tanggal kadaluwarsa. Membatasiku, berhenti membayangkanmu.
rindu itu, perkaraku dengan waktu. Saat kau hilang dari pandanganku.
rindu itu batu nisanku, saat kau pergi membawa nafasku.
rindu itu perjuangan, melalui badai waktu tanpa genggaman tanganmu.
rindu itu sepi dan batasnya adalah segaris cakrawala senyummu yang tertangkap retinaku.
Kamu, debu terhebat dalam otakku. Dan rindu, menambah sulaman jaring laba-laba di sudut hatiku. Jadilah otak dan hatiku ini ruang kusam tempat bersarang rindu dan debu yang bernama memori. Mereka menunggu bayangmu untuk dinaungi.
rindu itu 1sdm harapan, 2 sdm pilu, kau aduk bersama air kenangan. Dan kau telan dalam keadaan dingin.
rindu itu barisan doa, agar Sang pemilik waktu mendengar dan melindungimu kapanpun itu.
Kangen itu nyariin, kangen banget itu uring-uringan sampe ngomel, kangen banget banget itu nangis.
heart
#photography #paint #closeup
selama kamu nggak lempar harapan sembunyi hati aja deh :"