Se'pekan.
noise dept.
DEAR READER
Mike Driver

oozey mess
No title available
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
NASA

blake kathryn
styofa doing anything
No title available
Claire Keane

@theartofmadeline
RMH
Xuebing Du
Jules of Nature
Today's Document
Monterey Bay Aquarium

Janaina Medeiros
hello vonnie
ojovivo

seen from United Kingdom

seen from Slovenia
seen from United States

seen from Mexico

seen from Malaysia

seen from Germany

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States

seen from Armenia
seen from United States

seen from Australia
seen from United Kingdom
seen from Japan
seen from Türkiye
seen from Brazil

seen from United Kingdom
seen from United States
@rizkya02
Se'pekan.
Jangan mematahkan niat baik dengan keraguan. Sudah terlalu banyak kebaikan menguap karena ragu.
Jangan ragu!
Kurniawan Gunadi
(via kurniawangunadi)
You can't just sit there and put everybody's lives ahead of yours and think that counts as love
Sam, The Perks of Being a Wallflower.
Supaya ibadahnya kuat, jangan lupa makan buah.
The morning call.
Omnomnomnom
Ingin santai, ingin sejuk, ingin damai, ingin liburan, inginnya banyak.
The pain you feel today is the strength you will feel tomorrow
Boonaa Muhammad
Originally found on: ma-fi-qalbi-gayrullaah
(via islamic-art-and-quotes)
Cukup
Kalau kita terus menerus mencari yang terbaik. Mungkin, kita tidak akan pernah selesai membanding-bandingkan. Kata guruku, segala yang baik itu adalah yang tumbuh ke arah kebaikan. Tidak ada yang benar-benar terbaik, yang ada hanyalah yang bersedia untuk terus memperbaiki dan diperbaiki.
Lalu bagaimana kita bisa menentukan? Kata guruku, dasarnya adalah kecukupan. Manusia bisa jadi memiliki ribuan pakaian, tapi dia hanya bisa memakainya satu. Bisa jadi memiliki ratusan piring makanan dalam satu meja makan, tapi dia hanya akan bisa menghabiskan beberapa saja.
Ambilah secukupnya. Karena yang cukup itulah justru yang bisa memberikan kenyamanan. Bisa memberikan ruang gerak untuk terus tumbuh, untuk terus memperbaiki diri.
Pada akhirnya memang kita hanya perlu yang cukup.
©kurniawangunadi
Science in the Quran.
We shall show them our signs in the universe and within themselves until it becomes clear to them that this is the truth. Is it not enough that your Lord is the witness of all things? (Qur’an 41:53)
More islamic quotes HERE
Perempuan Dalam Impian
Ada gempita-gempita kecil dalam kepala kala melihat kau dengan bangganya mengenakan apron. Mungkin gempita itu dari debaran jantungku sendiri yang merangkak untuk memberitahu dunia seberapa kagumnya aku melihat kau sebagai sosok perempuan. Meski bibir ini harus berkhianat berkata bahwa ada yang lebih menggiurkan daripada ciummu, ah itu mungkin masakanmu.
Masaklah. Dan aku akan mencintaimu.
Mencintaimu aku tak sebatas hanya perihal rupa dan rasa. Suaramu adalah nyanyian pagi sekaligus alasan mengapa aku ingin sekali bangun lalu secepatnya mengecupmu. Puisi-puisiku tak bernyawa. Ia hanya tulisan dari letupan rasa-rasa yang kau ciptakan. Namun suaramu adalah tiupan Tuhan yang memberikan nyawa pada mereka. Mendengarkanmu membacakannya, aku merasa seperti seorang ibu yang mendengar anak dari rahimnya menangis untuk yang pertama.
Bacalah puisiku. Dan aku akan mendengarkan, lalu mencintaimu.
Cinta adalah bentuk sederhana dari bahagia. Sesederhana pakaian yang kau kenakan. Kaos polos beserta sepatu converse usang. Diselingi jaket yang wanginya membuatku ingin mendekapmu dan membawamu pulang sebagai hadiah untuk masa depan. Bagiku, kesederhanaamu adalah kelengkapan yang melengkapiku. Biarlah mataku sesekali melirik kepada wanita-wanita berkaki jenjang, namun hati dan kecupku setiap malam setia menelanjangimu hingga pagi menjelang.
Berpakaianlah sederhana. Dan sesederhana itu untuk aku mencintaimu.
Pernahkah aku berkata bahwa dirimu yang selalu aku utamakan? Melihatmu ada tentu aku bahagia. Maka tak pernah sedikitpun aku rela sakit menggerogotimu hingga kau terkapar lemas di atas ranjang. Makanlah yang banyak, tak usah pikirkan berat badan, aku mencintaimu di setiap keadaan. Makanan yang kau habiskan disertai piring-piring yang bersih adalah cara mudah untuk membuatku siap mengajakmu pergi di hari-hari selanjutnya.
Makanlah yang banyak, biar nanti pelukku yang membuktikan bahwa tubuhmu selalu nyaman bagiku dalam setiap keadaan.
Tak ada lelah jariku berpulang lembut di antara pipi dan lehermu. Tiada getir kecupku menciummu bibirmu kapanpun itu. Sebagai lelaki, aku akan berdiri menghadap dunia dan dengan lantang menantang bahwa tak ada yang lebih indah ketimbang kau yang tengah terpejam di antara waktu subuh dan fajar. Dirimu adalah bukti nyata bahwa mandi bukan pilihan untuk mengawali hari. Mata lelahmu yang baru terbuka, oh aku mencintainya. Bibir keringmu ketika kau baru terbangun, biarlah aku yang membasahinya, rambut kusammu ketika pagi menjelang, adalah cara Tuhan membunuhku secara perlahan.
Maukah di tiap pagiku kau seperti ini? permintaanku sederhana, tetaplah berbaring di sana, dan biarkan aku mensyukuri apa yang tengah aku punya.
Begitulah cara-caraku mencintaimu, wahai perempuan dalam impian.
Lelakiku dan Tujuan
Tuan,
Kata seorang bijak, jika kau tidak punya tujuan, maka dimanapun kau berada tidak akan ada artinya. Maka dengan penuh kerendahan hati, mari bekerja keras. Bukan bekerja keras mengumpulkan uang untuk resepsi pernikahan, bukan pula bekerja keras untuk berlari supaya lekas bertemu, tapi bekerja keras untuk bisa punya tujuan hidup yang jelas.
Apalah artinya bertemu jika kemudian kita saling pandang lalu bertanya, setelah ini kita mau apa?
Jika kita sudah punya tujuan yang sama (dan aku yakin begitu, karena jika tidak begitu, kita tidak akan bersama), kita tinggal menentukan bagaimana perjalanan menuju kesana. Kendaraan apa yang kau pilih? Aku pilih mobil!! Kenapa?
Karena dengan mobil, mungkin perjalanan akan lebih lama dari pada jika kita naik pesawat. Tapi, ketika kau mengendarai mobil, sesekali kita akan berjalan lambat, berhenti di perempatan mengamati anak-anak sekolah menyeberang jalan, lalu berhenti di masjid untuk berdoa dan menghadiri majelis, juga bisa menyapa siapa saja yang kita lewati, terkadang ada penjual kerupuk yang butuh uang SPP untuk anaknya sekolah. Dari pemberhentian-pemberhentian itu mari kita kumpulkan bekal untuk mencapai tujuan kita. Berdua berjuang menuju tujuan bukankah lebih ringan meski terdengar sangat panjang?
Dengan naik mobil, aku bisa menggantikanmu sesekali ketika kau lelah menyetir. Aku paham, lelaki pun punya titik lemah dan sesekali ingin duduk di kursi penumpang. Bukan untuk dikendalikan kemana dia pergi, tapi hanya untuk beristirahat ketika lalu lintas dunia membuatmu koma. Kupasangkan sabuk pengamanmu, kubayarkan tol kita dan tol mobil di belakang kita entah siapapun mereka seperti kesepakatan kita, dan meski aku tidak pandai mengendarai mobil, kuusahakan dia tidak keluar jalur.
Kau tahu betul aku sering melanggar marka Tuhan. Maka kau ajak aku memahami arti rambu-rambu-Nya. Jika tidak boleh begini, maka tidak boleh. Jika harus begitu, ya harus dilakukan. Tetap kawal aku berjalan, supaya sejauh apapun aku melenceng, marka tidak akan kulanggar.
Dengan menaiki mobil, kita bisa piknik sesekali di taman atau hutan yang kita lewati. Berhenti untuk menghirup udara segar sejenak, minum teh di bawah pohon jati, menikmati kue buatanku, dan bercanda tentang masa lalu. Dengan begitu, kita buang rasa bosan karena perjalanan, dan mengembalikan getar cinta saat pertama kita melangkahkan kaki bersama.
Dengan menaiki mobil, bukannya kita tidak fokus. Tapi, supaya kita tidak terlalu fokus. Terlalu fokus hanya akan membuat kita jenuh. Bukankah kadang pemberhentian-pemberhentian itu yang akan membuat pondasi kita semakin kuat?
Ah, untuk perjalanan nanti, tidak ada yang bisa kujanjikan sebagai bekal. Selain bahwa aku sedang terseok berjuang menyiapkan tujuan. Tapi aku pasti bisa, dengan doamu. Begitupun kamu, pasti bisa.
Nanti kita tertawakan bersama batu-batu besar yang pernah membuat kita sulit maju ini. Batu-batu itu hanya akan menjadi hiasan di belakang punggung kita, dan kau harus percaya, semua itu ada hanya supaya aku bisa sampai disini, di depanmu. Lalu batu-batu itu tetap disana namun melapuk. Tetap disana namun berlumut. Tetap disana namun sudah tak kuhiraukan, karena aku tak sanggup melukaimu dengan masa lalu.
Jika kini kita belum bisa bertemu, tak apa. Sstt…kau tahu tidak, doa-doa kita sudah saling melirik di langit sana? Mengapa mereka lama sekali kembali? Mungkin sedang berdebat siapa yang menang, atau mungkin sedang bertarung dengan doa orang lain yang tidak suka kita bertemu. Mungkin sedang berbincang dan berunding bagaimana caranya kembali pada kita dengan bahagia? Kita tunggu saja. :)
Love Is In Small Things By: Puuung
insyallah #finaslife
chillin out with ines and jehn
south tangerang, 120215
please kindly to help my friend joining in the photo challenge by getting click this link below :
click here
and then click VOTE , but first you must log in with facebook account or campaign account.
thank you and cheers.
Seperti saya perlu tidur dan bermimpi.
Ibn al-Qayyim: A Real Man
Originally found on: invitetoislam