sudah kulempar jauh jauh namun ia kembali.
yang bernama rasa memang serumit ini.
aku tersakiti berkali-kali namun kumaklumi lagi.
meskipun tidak baik namun aku menikmati.
—lagi lagi jatuh lagi.

Product Placement
ojovivo
official daine visual archive
todays bird
Keni

tannertan36
EXPECTATIONS
hello vonnie

roma★
Xuebing Du

Kiana Khansmith
cherry valley forever

Love Begins
d e v o n

No title available
Jules of Nature
tumblr dot com
No title available
sheepfilms
YOU ARE THE REASON
seen from France

seen from Bangladesh

seen from Malaysia

seen from Bulgaria
seen from Germany
seen from United States
seen from Brazil

seen from Türkiye

seen from Türkiye
seen from India
seen from Türkiye

seen from Germany
seen from Jordan

seen from Philippines

seen from Russia
seen from Bangladesh
seen from Iraq
seen from Côte d’Ivoire

seen from Canada

seen from Georgia
@sadlystic
sudah kulempar jauh jauh namun ia kembali.
yang bernama rasa memang serumit ini.
aku tersakiti berkali-kali namun kumaklumi lagi.
meskipun tidak baik namun aku menikmati.
—lagi lagi jatuh lagi.
Berpulang
aku ingin pulang
sudah cukup rasanya
hidup kesepian
mengoleksi luka
aku ingin pulang
ke tempat yang seharusnya
di mana tidak ada lagi keluhan
betapa jahat dunia
aku ingin pulang
tak tahan lagi rasanya
kuambil benda tajam
lalu kuhujam ke dada
“aku pulang”
menutup mata
selamanya.
—Januari, 2018
no title
terpaku di ruang gelap sembari mengawang
untuk apa menjalani hidup tanpa tujuan?
mengumpat kesal ingin mati
mengikat leher dengan tali lalu gantung diri
hidupku dalam depresi
terbelenggu dalam pikiran sendiri
katanya imanku sesat
katanya aku harus bertaubat
sayang,
andai saja kalian jadi aku
—Desember, 2017
Realita
aku tersesat di mimpi buruk
mencari jalan keluar hingga terpuruk
aku sudah lelah berkelana
jadi tolong bangunkan aku saja
sejenak kuterdiam,
oh sialnya aku!
ini bukan mimpi
ini hidupku sendiri
—Juli, 2017
“i’ll take your hand—to complete mine.”
“rasionalitasku sudah mati.
terlindas rasa yang kian menjadi.
hati ayo berhati-hati!
jangan sampai lebur lagi.”
—sepertinya aku budak cinta.
“untuk kesekian kalinya, saya merasa akan hancur.
oh!
tapi saya memang tidak pernah utuh.”
—kamu lengkapku, hilang melulu.
Sila
pergi lagi saja!
toh tanganku sudah penuh luka.
toh mataku sudah hampir buta.
toh nafasku sudah hampir sirna.
pergi lagi saja!
toh saat itu aku sudah tiada.
“kuyakinkan ini terakhir kalinya.
namun gravitasimu menyedotku tanpa sisa.
aku terlena.
hilang dalam pesona.”
—candamu, candu.
“aku utuh.
kamu rapuh.
kuberikan milikku separuh.
kamu ambil seluruh lalu menjauh.”
—dari lisanku yang tak pernah sampai kekamu.