Perkenalan itu ternyata sudah lama, bukan sebentar yang hanya beberapa hari atau minggu atau bulan tetapi tahun.
Tak sadar memang, semua berjalan begitu cepat
Tak sadar juga, bila kita sudah saling mengenal satu sama lain
Sempat tenggelam, karena perihal situasi
Aku masih terlena dengan luka yang selalu memberiku bekas, padahal kau hadir memberikan obat penyembuh
Dan kau pun mencari pujangga lain dengan harapan dapat menua bersama
Kita, memiliki mimpi masing-masing bersama kekasih hati
Tetapi nyatanya, itu semua hanya angan
Kembali bersua hingga perjumpaan
Perjumpaan yang berkesan dan tidak terpikirkan sama sekali sebelumnya
Banyak pertanyaan yang hadir dalam benakku saat itu. Mengapa bisa ?
Hubungan antar manusia berjalan maju, tidak ada lagi kemunduran
Sampai akhirnya, ada pembatas-batas diantara aku dan kamu
Kamu memasang tembok yang begitu tinggi, banyak hal yang kau sembunyikan
Sedangkan aku tidak memasang tembok tinggi, hanya sekatan-sekatan untuk pertahanan diri
Padahal kau yang pertama kali memberikan sebuah peluang untuk aku bisa melangkahi tembok tersebut
Waktu terus maju, perubahan dari segala aspekpun terjadi
Perlahan aku mulai sembuh dengan luka yang ku miliki
Perlahan kau mulai menerimaku dan mulai membuka diri
Kau mulai berani mendekatiku, aku ragu karna aku takut
Kau mulai meyakinkanku, aku masih takut
Kau memberikan sebuah klarifikasi, rasa ragu dan takutku runtuh seketika
Memang tak bisa semudah itu aku meyakinkan diri ini, butuh proses
Dan disinilah hubungan antara manusia yang saling berkesinambungan melangkah ke bab selanjutnya
Tak ada lagi sekat, tak ada tembok tinggi
Yang ada keinginan untuk berada di satu ruangan untuk tetap bersama
Menghiasi ruangan dengan penuh warna beserta paketan rasa yang ada