Lalu ku biarkan mataku melirik sinis pada acuhmu, dahiku mengkerut dibuatnya. Seraya berfikir; "dimana perasaan itu bermuara sebenarnya?" ~SAZHAH~
occasionally subtle
macklin celebrini has autism
sheepfilms

Product Placement

blake kathryn

Game Changer & Make Some Noise

Discoholic 🪩

Jimmy Eat World
The Bowery Presents

Jar Jar Binks Fan Club

ellievsbear
EXPECTATIONS

@theartofmadeline
Phantogram Three

if i look back, i am lost
Interview Vampire Daily
🪼
untitled
Lint Roller? I Barely Know Her
One Nice Bug Per Day
seen from Austria

seen from United States

seen from Türkiye
seen from Venezuela

seen from T1
seen from Guatemala

seen from United States

seen from Thailand
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Netherlands
seen from Australia

seen from United States

seen from Argentina

seen from United States
seen from Ukraine
seen from Brazil

seen from Australia
seen from Russia

seen from Australia
@sazhah-blog
Lalu ku biarkan mataku melirik sinis pada acuhmu, dahiku mengkerut dibuatnya. Seraya berfikir; "dimana perasaan itu bermuara sebenarnya?" ~SAZHAH~
Saat kau sematkan mahkota ini di kepalaku, itu artinya aku siap. Sudah tak boleh ada ragu-meragu, kita lebih pantas saling yakin-meyakini. ~SAZHAH~
Aku merasa banyak mengenal orang, dan orang pun mengenal aku. Tapi ternyata skema perkenalan tidak semudah itu. Masih banyak prasangka-prasangka yang malah membuat buih-buih perenggangan. ~SAZHAH~
"Bersamaku?" Kita hanya berserah dan Allah memberi arah, yasudah. Memohon dengan basmallah dan menerima dengan hamdalah, syukuri saja. Karena kemustahilan hanya mampu di jawab oleh keimanan. ~SAZHAH~
Bermilitansi tak bisa menyendiri. Kita butuh gaung yang bahu-membahu, cipta menyempurnakan hakikat hamba dan kehambaan. ~SAZHAH~ -GK Wati- 😂
Ku hirup udara yang kau berikan bagi hatiku yang lapang. Ku hempaskan, berganti udara pengharapan menjadi kehadiran. Kamu adalah udara pagi, hadir membisukan mimpi malam. Aku benar-benar merasa syahdu; ku lepaskan harapan dengan tenang. Anganku di tolak Tuhan, lalu ia hadirkan takdirku; kamu. Senja memang menggoda, tapi hanya mentari yang di izinkan menyinari pagi. Sekuat apapun saat itu aku memuja senja, kala malam tiba, aku hanya terlelap dalam angan pengharapan. Sesekali ku terjaga, namun di sepertiga yang sejatinya menuntunku padamu. Senja berlalu, malam membisu, sepertiga menuntunku, pagi menemukan mentari, dan embun bertemu udara suci. ~SAZHAH~
Mejaku penuh masa lalu. _ (1) Ku pilih nomor 16 untuk mengingatkanku pada waktu yang terkukung oleh harapan semu. Hampir saja aku terperosok dalam pilihan yang ku paksakan untuk diterima Tuhan. _ (2) sepiring mendoan; tempe terigu yang digoreng setengah matang. Seperti perasaan seseorang yang membalut cinta separuh asa. Berwarna pias, laksana harapan yang di genggamnya sendirian. _ (3) kopi tempoe doloe; tertulis dalam menu pesanan. Kopi hitam pekat yang di sajikan dengan cangkir penuh karat, seperti hatiku yang tak henti menerima hilir-mudik pengharapan. Secangkir gula yang dilarutkan air, di sajikan untuk menuanginya dalam cangkir karat berisikan kopi hitam. Ku larutkan dengan mengaduknya, bersatu-padulah ia. Warnanya tak berubah, hanya saja rasanya mulai menghilangkan sisi khas kopi hitam. _ (4) sambal kecap; pedas manis rasanya. Di peruntukan tempe mendoan agar lebih memiliki rasa dan layak di terima lidah sang penyantap asa. _ (5) vas bunga palsu; indah nian, harum pula kau buatkan. Sayang, semua hanya bisa ku jadikan kenangan. _ Kau tak pernah benar-benar menyajikan rasa cintamu kepadaku, sebab kau ragu perihal; "apakah aku yang di takdirkan Tuhan?" Kau siksa dirimu dengan pertanyaan yang kau jawab oleh prasangka. Kau biarkan dirimu menuhankan asmara semu di balik hayalan tanpa jemu. Sampai akhirnya kau temukan diriku sudah di ujung jalan, menghilang bersama angan-angan. _ Maaf, aku butuh kepastian. Dan ku dapati dari seseorang, yang tak pernah menuai harap hanya lewat tulisan. ~SAZHAH~ Lokasi; @gudangkoleksi (restoran rasa museum; tempat yang tepat untuk mengisi perut lapar dengan kenangan dari hati yang sendu) (di Gudang Koleksi Antique & Food Showroom)
Kita sudah sepakat untuk tetap bertahan dalam lautan perjuangan. Ombak-ombak yang menyeretkan arah juang akan kita hadapi beriringan. Kita sudah berikrar, di saksikan pendahulu yang merelakan keberlanjutannya di teruskan. Namun ternyata sebagian dari kita tidak kuat, menyerah dan memilih untuk enyah. Aku pernah menyembah kepergian dan terkukung dalam prasangka 'sendirian'. Sampai akhirnya aku dan sebagian yang tersisa bergaung, terciptalah harapan yang menggambarkan arah untuk kembali berlayar. Namun sejatinya, di pinggir pantai ini aku masih dengan posisi yang sama, menantikan kembali kehadiran. ~SAZHAH~
Apa pekerjaan kita? Amar ma'ruf nahi mungkar. Semacam bakti hamba terhadap Tuhannya, yang sudah terikat kontrak seumur hidup, sejak masih dalam kandungan. Namun masih banyak yang mengelak dari perjanjiannya, menyiksa batin sendiri; kasihan. ~SAZHAH~
Rindu. Mungkin salahku yang memulainya dengan memanjakan ego diri, dan menambahkan bumbu hambar pada ukhuwah yang seharusnya punya prinsip saling memahami. Sebab bertahan tak bisa hanya sendiri. Dan penyesalan selalu datang di akhir, di saat rasa muak yang lahir dari tiap-tiap pengemban dan menunggalkan sementara ikatan yang renggang ini untuk menemukan energi penyambungnya. Mungkin fajar dan senja menginginkan kita lebih syahdu dalam mendendangkan robitoh, dan sepertiga malam menginginkan kita lebih lama berserah. Nanti, setelah kita selesai dengan segala ke-masing-masingan diri, kembali adalah jalan menuju titik temu, tempat dimana kita memulai lagi semuanya. Karena seberapa lama pun pencapaiannya, garis finish itu harus kita selesaikan bersama-sama. #obor45
aku tidak pernah munafik. sejak awal bertemu sudah ku tawarkan padamu untuk menseriusiku, tapi kamu malah terus asyik dengan penamu dan memujaku. dan sekarang baru kau sadar, setelah aku putuskan pilihanku. dan kau malah menyiksa dirimu dengan terus menyedihiku dalam tulisanmu, untuk apa? aku tak akan kembali, sadarlah duhai...
lepaskanlah...
aku sudah memnyelesaikanmu, masa lalu.
tepat sehari sebelum aku mendegarkan lantunan ikrar dari masa depanku.
aku sudah benar-benar merelakanmu, melepaskan segala ingatan tentangmu, tepat saat pertama kali aku mencium tangan masa depanku.
lalu kau menangis dihadapanku lewat pandang mata kosongmu, juga lewat tingkah anehmu saat hari bahagiaku.
aku kuat, aku kuat. aku bukan orang yang tega, aku sudah memberimu kesempatan berkali-kali, namun kau sendiri yang memilih untuk menjadi masa laluku.
aku selalu di hantui rasa bersalah acap kali memutuskan untuk melepaskanku, perasaan aku yang bersalah selalu mendominasiku.
namun kiranya itu syaitan yang membisikan kepada rongga asmaraku, hingga fitrah ini menjadi penuh cemas dan bimbang.
aku sudah mendapatkan istighfar yang paling tenang, istighfar yang ku lantunkan saat keberserahan kepadaNya dini hari.
dan kamu sudah benar-benar hilang dari semua lini dalam jiwaku.
kini, tinggal kamu yang harus sadar bahwa aku adalah masa lalu yang sudah tak bisa kau sesalkan. genggam kembali harapanmu dan raih masa depanmu.
jangan menunggu aku, aku akan setia bersama masa depanku.
Cinta; perasaan tabu yang menjadi syahdu saat bertepuk bersamamu. Karena menempatkan sesuatu pada tempatnya adalah hikmat. ~ Kita bebas saja mengekspresikan perasaan tabu itu, kita punya hak akan itu. ~ Ada yang memilih jalur pacaran dulu untuk saling mengenal, ada yang memilih jalur taaruf dengan komunikasi intens untuk lebih meyakinkan, dan aku memilih untuk taaruf dengan alur komunikasi yang ku batasi sekejamku. Karena aku punya hak mendapatkan kejutan pada tiap hari-hari yang ku lewati saat menikah bersamanya. Kalau aku pacaran, semua akan terasa biasa saja. Karena aku sudah lebih dulu merajut kisah tabu dalam kondisi sendu. Aku bisa saja berkomunikasi intens untuk lebih meyakinkan saat taaruf, tapi semua itu sama saja seperti aku mendahului kehendak tuhanku. Dan selanjutnya hanyalah kejutan yang sudah penuh praduga musabab pencideraan proses taaruf yang kita buat sendiri. ~ Jangka waktu yang ku ambil pun sangat singkat, karena menjaga kesucian proses taaruf adalah kewajiban dari hak yang ku harapkan. Pacaran dengan waktu yang lama, atau taaruf berjangka lama dengan komunikasi intens juga salah satu kewajiban dari hak masing-masing kalian yang melakukannya. ~ Kita harus punya target dan usaha merealisasikannya dengan cara yang sohih, karena rencana yang baik punya hak alur syar'i. ~ Selamat menemukan dan ditemukan, mendapatkan dan didapatkan. Tenang, semua akan berpasangan pada waktunya. ~ Kuncinya cuma dua menurutku; {1} Yakin; bahwa setiap hamba Allah ciptakan berpasang2an {2} Ikhlas; siapapun, kapanpun, dimanapun, Apa yang menurut Allah baik sudah pasti baik untuk hamba-Nya. So, simple kan? Keep enjoy blo 😉 ~SAZHAH~
#pernahjadivokalis . 😎 Ini tahun 2012 bulan juni masih ngeband, dan november tiba2 berhenti karena Allah kirimkan hidayah lewat camp garuda (eventnya @gkbogor ). 😀 Secepat itu hidayah dateng, ga nyangka. 😍 Jadi mau cerita, boleh ya. Kalau berkenan baca, kalau enggak ya gausah. Ga maksa, (La iqro hafidzin) 😝 --- Musabab awalnya karena gue ikut audisi x-factor indonesia terus ga lolos seleksi, ceritanya depresi. 😂 Tiba2 ngasih tawaran untuk ikut acara camp garuda. Pikiran gue simple aja waktu itu, namanya ngecamp pasti seru, main di alam. Ga mikirin itu acara pengkaderan atau gimana. Ya meski udah sering banget umi ngarahin buat ikut2 agenda semacam itu, cuma selalu gue tolak. Males ah, ngantuk bahas agama mulu (astagfirullah 😂) tapi berhasil saat itu, karena lagi depresi dan butuh hiburan. - Waktu itu, titik kumpul di DPD Kab. Bogor. Dengan enjoynya gue dateng pake kerudung pendek, switer hijau, sama celana gunung, pas nyampe sana ternyata isinya Akhwat-akhwat kerudung panjang. 😦 Alhamdulillah Waktu itu ada temannya juga, Akhwat pake celana jeans. Nih akhwatnya -> @fetyzone 😀 ( apa kabar bro? Temen seperjuangan hijrah 😎) - Tapi, meskipun beda sendiri gue ga merasa di pojokan, bahkan sebaliknya gue merasa nyaman di antara mereka 😍 Ada teteh2 yang baik hatinya, mau bimbing orang yang serba ga tau ini. Inget banget waktu ribut nentuin imamah sholat isya, dengan pdnya gue maju dan mimpin sholat. Selesai sholat dan doa, pas lagi rapih2in mukena teteh itu (lupa siapa 😀) bisikin gue; "de, nanti lagi kalau sholat subuh, maghrib, dan isya bacaan untuk 2 rakaat awalnya di lantangin ya 😇 (dgn senyum ketenangan yang bikin hati meleleh sampe sekarang)" 😍 Ga pernah ada judge, mereka ikhlas merangkul sepenuh cinta.😘 Bahkan, alasan kenapa sekarang bisa kuliah adalah karena pengen ngikutin jejak teteh2 itu. Dulu, mana kepikiran bakal kuliah. SMK coy, lulus ya kerja. 😂 --- Udh ah pokoknya gitu aja, hijrah itu asyik lho. Ya meski sekarang juga gue belum kaya gimana-gimana, tapi ga boleh menyerah. Jalan terus hijrahnya, sampai Allah akhirnya menanggalkan gue dari muka bumi. Sorry ya jadi curhat, tiba2 keinget aja sama kisah hidup beberapa tahun silam. 😀 ~SAZHAH~
Masa depan. --- Sejodoh-jodohnya, kita tetap memiliki perbedaan. Sebab untuk itulah kita dipersatukan, saling melengkapi. Perihal pandangan ke depan, mata kita jelas berbeda arah, apalagi tanggapan kita soal masa depan, pasti banyak keinginan-keinginan yang mustahil selalu seiring. Namun saat ta'aruf dulu, kita sepakat mensingkronkan masa depan kita dengan masa depan gerakan. Meski kamu bukan orang gerakan, namun sikap hanifmu membuatmu lebih mengerti daripada orang gerakan sekalipun. Saat Ijab kau ikrarkan, saat itulah jalan ini terbuka dan aku mengucapkan ; "Selamat datang di jalan yang tak banyak orang bertahan, namun bersamaku, kau akan tabah seperti aku tabah. Dan bersamamu, aku akan berjalan seperti kau berjalan." Tanpa keraguan sedikit pun. Karena menikah untuk dakwah, maka usai itu, akan semakin bertambah gerak juang kita di jalan ini, bukan berkurang apalagi menghilang. Rangkaian masa depan kita akan lebih indah, karena kita merangkainya dengan cinta yang tidak hanya kita, ada mereka yang juga separuh dari cinta kita. Masuk syurga cuma berdua terlalu lega, bersama-sama lebih indah. 😍 ~SAZHAH~ -rufa1wan-
Dalam dekapan murobbiyah adalah ketenangan yang tak bisa di jelaskan oleh kata-kata, se-syahdu apapun. Karena setiap panca indramu telah menghanyutkanku lebih dalam pada gelombang tarbiyah. Terimakasih Allah, telah engkau berikan wasilah kepadanya untuk senantiasa meberikan aku kesadaran yang lebih dan semakin. ~SAZHAH~
Selamat malam minggu, udah gitu aja 😀 Photo yang syahdu kalau ditambah caption yang merdu khwatir banyak yang sendu 😂✌ -ulang tahunnya tgl 6, ngedatenya tgl 11. Kurang rindu apa coba- 😅 💚@irwan.setiakawan 💚 (di Bogor Square)