Untuk Challenge Berita bersama senior, narasumber pertama saya adalah Kak Kezia Hildetamar. Wawancara bersama Kak Kezia sangat menginspirasi saya terutama ketika ia berbagi cerita mengenai pengalaman magang.
Magang pertama Kak Kezia adalah di CNN. Saat itu, Kak Kezia memasuki semester keempat dan sama sekali belum memiliki rencana untuk magang. Namun, karena semua teman Kak Kezia mengisi liburan semester selama 3 bulan dengan magang, akhirnya Kak Kezia pun tergerak untuk melakukan hal yang sama. Kak Kezia pun meng-apply cv ke CNN Indonesia. Tak disangka, ternyata CV yang Kak Kezia kirim diterima dan ia pun dipanggil oleh pihak CNN untuk melakukan interview. Pada awalnya kak kezia tak menyangka, karena di cv yang ia beri, sedikit sekali pengalaman organisasi maupun kepanitiaan yang Kak Kezia cantumkan, karena memang jarang mengikuti kegiatan semacam itu. Akan tetapi, hal yang mungkin menjadi poin plus dari kak kezia adalah, ia memiliki sebuah blog (kezhild.wordpress.com) yang berisi puisi-puisi maupun review dari berbagai berita yang ia dengar. Kak kezia memang menyukai dunia tulis-menulis, sehingga hobi tersebut ia tuangkan dalam bentuk blog pribadi. Kak Kezia melakukan praktik magang di CNN selama 2 bulan. Ia ditempatkan di bagian TV dan website.
Kemudian magang kedua yang Kak Kezia lakukan adalah di VOA (Voice of America) yang berlokasi di Washington, Amerika. Pada awalnya, berpergian ke Amerika hanyalah rencana Kak Kezia untuk mengisi liburan selama 3 bulan. Namun, ia berpikir bahwa waktu liburan yang ia punya akan terasa sangat menbosankan apabila tidak melakukan hal apapun.
Tanpa disengaja, ibu dari Kak Kezia menonton sebuah live video di Facebook mengenai VOA, beliau pun memberitahukan hal itu kepada Kak Kezia agar mengirim CV ke VOA untuk magang. Kak Kezia pun melakukan hal itu dan ia terus mengirim email ke perusahaan tersebut tanpa jenuh, walau tak kunjung direspon.
Dari bulan Agustus Kak Kezia berusaha mengirim CV, akhirnya email Kak Kezia mendapat respon 6 bulan setelahnya, yakni Februari. Chief dari VOA mengatakan bahwa akan meemberitahukan hasil kepada Kak Kezia secepatnya. Selang satu minggu kemudian, Kak Kezia mendapat email bahwa ia diterima magang di VOA. Ia sangat senang dan bersyukur karena memang Kak Kezia selalu memiliki keinginan untuk bekerja di VOA semenjak liburannya ke Amerika tahun 2003 dan melihat siaran VOA.
Pengalaman Kak Kezia saangatlah menginspirasi. Kak Kezia juga menyampaikan pesan kepada para mahasiswa baru untuk selalu keluar dari zona nyaman. Selain mengikuti kepanitiaan kampus, cobalah untuk terjun ke masyarakat, masuklah ke organisasi maupun cobalah magang untuk menambah pengalaman.
Narasumber kedua saya adalah Kak Ernawati. Saya mewawancarai Kak Erna pada tanggal 15 September bersama kedua anggota Comspire lainnya. Kak Erna begitu ramah dan murah senyum, ia juga bercerita banyak mengenai salah satu pengalaman yang berkesan baginya, yakni belajar bahasa Inggris di Kampung Inggris.
Kak Erna mengikuti les bahasa Inggris ini selama satu bulan dengan menetap di Kampung Inggris yang berada di Pare, Kediri. Kak Erna tertarik belajar di tempat tersebut karena menurutnya, kemampuan berbahasa Inggris yang ia miliki kurang baik sehingga ia merasa bahwa akan sangat bermanfaat apabila ia mengikuti kegiatan belajar bahasa Inggris ini.
Awalnya, kak Erna direkomendasi oleh seorang teman yang pernah belajar di Kampung Inggris, kak Erna pun tertarik dan segera memantapkan niatnya untuk pergi ke Pare, belajar di Kampung tersebut. Dengan membayar sebanyak Rp 1.000.000,00, Kak Erna dapat belajar bahasa Inggris selama satu bulan penuh dengan dibimbing oleh guru-guru yang berpengalaman.
Menurut Kak Erna, belajar bahasa Inggris di Kampung Inggris sangatlah efektif bagi mereka yang ingin fasih, karena setiap hari kita akan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris, sehingga selain jadi terbiasa berbahasa Inggris, kita juga dapat menambah pengetahuan vocabulary yang kitaa miliki. Oleh karena itu, bagi mahasiswa baru yang tidak ada aktivitas saat liburan, sangat disarankan untuk mengikuti camp Kampung Inggris ini! Selain meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, kita juga dapat mengisi liburan dengan hal produktif dan tentu saja, menambah teman!
Narasumber kedua saya adalah Kak Sasti, seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi tahun 2014 yang mengambil peminatan jurnalisme. Kak Sasti adalah sosok yang ramah dan murah senyum, ia banyak membagikan kisahnya yang sangat menginspirasi kepada saya. Selain berkuliah, ternyata Kak Sasti juga memiliki kesibukan lain, ia merupakan seorang mc, ketua angkatan Abang None DKI Jakarta, serta memiliki Wedding Organisation dengan label Lucra.
Saat sesi wawancara, Kak Sasti bercerita bahwa link dan network sangatlah penting di dunia pekerjaan. Kak Sasti adalah pribadi yang senang berbicara, ia suka mengobrol dan menjalin relasi dengan siapa saja. Karena keramahannya tersebut, ia memiliki banyak kenalan serta hubungan yang luas dengan banyak orang, bahkan orang-orang hebat seperti Triawan Munaf, hingga CEO Marketing After Hours Malaysia. Dari relasi yang ia miliki tersebut, Kak Sasti mendapat banyak job sebagai MC, dari dalam negeri maupun mancanegara, seperti Malaysia dan Singapura.
Selain MC dan Wedding Organisation, Kak Sasti juga merupakan ketua Abang None perempuan pertama, serta termuda. Jabatan tersebut merupakan sesuatu yang sangat membanggakan, serta memiliki tanggung jawab yang besar dalam menjalaninya. Terkadang Kak Sasti disibukkan dengan rapat Abang None yang memakan waktu lama. Namun, Kak Sasti tetap menyeimbangkan antara kesibukkan tersebut dengan akademisnya di kampus. Ia selalu membuat rangkuman, review, bahkan meminta catatan teman untuk tetap ‘catch up’ dengan pembelajaran di kampus. Kak Sasti pun sudah akan wisuda bulan Februari mendatang, dengan berhasil menempuh kuliah 3,5 tahun.