Titik balik dalam hidup
Bacaan injil hari ini (Luk 5:1-11) mengajak saya menilik salah satu titik balik hidup pribadi saya. Seperti Simon Petrus yang putus asa karena tak juga mendapat ikan setelah bekerja begitu keras sepanjang malam, saya pernah putus asa karena tak mendapat dukungan positif selama masa belajar. Padahal saya sudah bekerja keras. Dalam keputusasaan saya, adik saya mengirimi SMS, “sembahyang ya”. Pesan singkat ini seolah adalah bisikan Tuhan sendiri, persis seperti saat Yesus meminta Simon Petrus untuk bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jala di sana.
Saya manusia lemah yang selalu lupa bahwa Tuhan pasti membantu. Dalam setiap doa, saya berpasrah, menyerahkan diri, meminta Tuhan Yesus menuntun saya. Sedikit demi sedikit ada jalan: ada orang-orang baru dan teman-teman yang bersedia membantu diskusi. Putus asa itu lenyap, tergantikan dengan suka cita. Saat itulah saya menemukan titik balik hidup saya. Maka saya menjadi begitu malu: “saya orang berdosa Tuhan, tetapi Engkau mencintai saya begitu dalam”.














