Koukyuu no Karasu Index
Novels
Character Descriptions
Maps

❣ Chile in a Photography ❣
🪼

⁂
No title available
Stranger Things
i don't do bad sauce passes
we're not kids anymore.

roma★
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
No title available
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Lint Roller? I Barely Know Her
Not today Justin
Jules of Nature
will byers stan first human second
Three Goblin Art

titsay
Peter Solarz
hello vonnie
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Japan
seen from Indonesia
seen from Australia

seen from United States
seen from Belgium

seen from Malaysia

seen from Japan
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from China

seen from Japan
seen from Brazil

seen from United States
seen from Belgium

seen from Japan

seen from T1
seen from Brazil
@sherliamoran
Koukyuu no Karasu Index
Novels
Character Descriptions
Maps
Random Jealousy [MinJae]
RANDOM JEALOUSY *lol
What is this?? Jaejoong sudah cukup kesal akhir-akhir ini. Ia paham sebagai artis yang dianugerahi wajah tampan nan rupawan itu wajar digosipkan dengan banyak yeoja. Dirinya pun demikian. Tapi, kalau gossip itu menyangkut kekasihnya…. Kekasih? Jadi Jaejoong mengakui kalau dirinya memiliki seorang kekasih. Dan orang yang disebutnya kekasih itu sungguh seorang cassanova dengan kadar narsis tingkat tinggi serta memiliki pheromone yang irresistible -.- TVXQ’s Changmin and F(X)’s Victoria are dating? What The Fucking Hell?!!! Drrrt Drrrt Jaejoong menatap layar ponselnya. Yoochun’s calling.. “Hyung kau dimana? Jangan bilang kau lupa ada pemotretan hari ini.” “Arraseo. Kau tak perlu berteriak begitu big-shining forehead!” Yoochun sweatdrop. “M-Mwo?” Jaejoong menutup teleponnya asal dan bergegas dengan malas. Moodnya buruk hari ini. Sangat. Buruk.
“Aku tiba-tiba merinding.” Changmin mengusap tengkuknya. “Wae Changdola? Kau sakit?” yunho berteriak dari dapur. Ini memang jadwalnya untuk membuat sarapan. “Ani.. Hyung, apa pendapatmu soal Victoria?” Changmin membuka gagang kulkas, mengambil air mineral dan kembali lagi ke meja makan. “Dia cantik dan dewasa. Tipe yang sangat ideal untuk para lelaki. Changmin-ah, kau tidak sungguh-sungguh kencan dengannya kan?” Changmin nyengir. “Mana mungkin hyung. Aku sudah punya yang lebih cantik. Dan juga jauh lebih dewasa.”
Setelah melihat-lihat beberapa hasil foto, Manajer-nim menegur Jaejoong. “Jaejoong, kau harus lebih memperlihatkan senyummu. Jangan cemberut seperti ini.” “Aku sudah tersenyum hyung.” “Apanya yang tersenyum kalau bibir ditekuk begitu.” Jaejoong tidak mendengarkan. “Haaah.. baiklah. Cukup sampai disini dulu saja pemotretannya. Sepertinya hyung kalian sedang tidak mood.” “Pasti gara-gara ChangVic.” Celetuk Junsu. Jaejoong yang dalam keadaan sensitive langsung mendelik tajam kearah Junsu. Tapi Junsu-nya enggak nyadar. “ChangVic? Ah.. aku juga baru-baru ini sering melihat mereka di internet. Cukup serasi sih.” Balas Yoochun tanpa dosa. Seketika muncul tanda dua siku di pelipis Jaejoong. Dua orang itu, pasti sengaja.. “Yoochun, Junsu! Hentikan—“ “Chunnie, kau ingat tidak? Changmin pernah bilang kalau ia suka dengan wanita berambut panjang.” “Aku ingat. Sekarang jadi masuk akal kalau dia menyukai—“ Brakk ”Na khalke.” Kedua pasang mata Yoochun dan Junsu mengekori kemana hyung mereka itu beranjak pergi. “Apa dia marah?” “Tidak akan.” “Apa dia akan minta putus?” “Hmm..”
Jaejoong’s POV Shit! Apa-apaan mereka? Teganya mengungkit soal Changmin didepanku. Kutatap sejenak kaca mobil. Memperhatikan wajahku sendiri (-_-) Apa karena wajahku? Apa karena wajahku yang seperti ini ia jadi tidak menyukaiku? Ia tidak lagi cinta padaku? Arrggh! Maknae sialan! Aku ingin membunuhmu! Aku tahu aku egois. Aku juga posesif. Tapi apa itu begitu salah? Aku yang pertama kali jatuh cinta padamu. Aku yang memaksamu untuk balas mencintaiku. Aku benar-benar berharap kau bisa mencintaiku sepenuhnya, Changmin. Aku ingin selalu sempurna dimatamu. Menjadi seperti apapun yang kau inginkan. Dan meski kita harus tinggal tidak dalam satu dorm lagi, kita selalu ada waktu untuk bertemu. Bukan berarti aku tak pernah memikirkan perasaanmu. Suatu hari aku harus siap jika kau memiliki seorang wanita dan lebih memilihnya dibanding diriku. Hubungan ini seharusnya tidak terjalin. Aku tidak seharusnya membebanimu. Aku ingat kau selalu bilang, I love you too, hyung. Tapi aku tidak pernah tahu perasaanmu yang sebenarnya. Tapi.. aku tetap tidak ingin melepasmu untuk yang lain.. Aku hanya ingin kau menjadi milikku saja. Mine. Shim Changmin, you’re only mine.
Ting Tong. Junsu membuka pintu. “Woahh.” “Biasa aja hyung, kau seperti melihat Tom Cruise saja.” Seketika wajah Junsu berubah bête mendengar kenarsisan namja yang sedang bertamu ke dorm-nya. Tom Cruise? Tom Cruel iya.. “Siapa Suie?” Tanya Yoochun dari dalam. Ia baru mandi dan sedang berpakaian(?) “Orang gila, hyung.” “Ya! Siapa yang kau sebut gila?” “Eh, maksudku orang bodoh, hyung.” “Kim Junsu! Kau bahkan jauh lebih bodoh dariku.” Junsu melotot. Dia sudah akan menerkam tamunya itu kalau saja Yoochun tidak tiba-tiba muncul dibelakangnya. “Oh, Changmin ah!” sapa Yoochun. Changmin tersenyum manis. Manis sekali *uhukk “Kau mencari Jae-hyung?” “Hm. Aku mengiriminya pesan tapi tidak dibalas. Kucoba menelepon tapi tidak diangkat, kupikir dia sedang sangat sibuk jadi aku kemari.” “Baguslah, sepertinya dia marah padamu.” Sinis Junsu. “Apa maksudmu dia marah hyung?” “Errmh Changmin-ah, tapi memang Jaejoong sedang tidak disini. Seperti yang dikatakan Junsu, hyung kelihatanya marah. Bahkan tadi pergi begitu saja selesai pemotretan.” “Apa Jae-hyung marah padaku?” “Entahlah, sebaiknya kau menemuinya langsung. Lama-lama kami juga khawatir.” Tegas Yoochun bijaksana *ciee
Changmin’s POV Apa aku melakukan sesuatu yang salah? Pikiranku terus berkecamuk sendiri. Jika aku memang melakukan kesalahan, aku harus minta maaf. Meski aku tidak tahu apa yang membuat Jaejoong hyung marah. Dan aku tidak tahu dimana dia sekarang. Tapi sepertinya ada tempat yang kemungkinan besar hyung sedang ada disana. Villa pribadi kami di Busan. kami sengaja memilih tempat yang jauh untuk lebih menjaga privasi. Aku tidak pernah lupa, jika apa yang terjadi antara aku dan Jaejoong hyung adalah rahasia. Dan akan sellau menjadi rahasia. But deep inside my heart, I don’t want to hide any longer… Kulihat mobil hyung diparkiran. Jadi benar dia ada disini. Aku langsung masuk saja, atau memencet bel dulu? Sepertinya aku langsung masuk saja. Sepi. Aku baru saja mau menaikki tangga tapi terdengar suara berisik dari dapur. Akupun menyunggingkan senyuman.
“My Kitty, I missed you!” tanpa ijin aku memeluk tubuhnya yang sedang sibuk memasak. Aku bisa merasakan ia terkejut. Tapi aku tidak peduli dan semakin mengeratkan pelukanku. Menghirup wangi khas tubuhnya sekalipun ia belum mandi *lol “Hyung aku punya sesuatu untukmu, jang jaaaang!” Kusodorkan sebuket bunga yang tadi kusembunyikan dibelakang meja. Jaejoong hyung mengambilnya tapi meletakkanya lagi diatas meja. “Kau pikir aku wanita apa?” Sepertinya dia memang sedang marah. “Ne hyung, kau sedang masak apa? Aku tidak ingat kalau aku berulang tahun hari ini.” Aku tidak menyerah dan mendekatinya. Kali ini kutempelkan daguku dibahunya. Mengintip apa yang dia lakukan. “Aku tidak masak untukmu.” Jawab Jaejoong ketus. “Yah, kenapa begitu?” “Kalau kau mau, tunggu sampai kuberi racun semua makanan ini.” Ennng..
Author’s POV Changmin mematikan kompor. Jaejoong menatapnya horror. Tapi Changmin segera menangkup wajah hyungnya itu dan menciumnya. “Changmin!” “Hyung, I missed you so much yet you mad at me for unexplained reason.” “Unexplained?” “Then mind to tell me?” Jaejoong melepas apronnya dan menjauhi Changmin. Tidak, ia tidakmenghindari Changmin lagi. Ia hanya menyiapkan kata yang tepat untuk menyampaikan isi hatinya. “Ne Changmin, apa kau tak ingin mengakhiri hubungan ini?” Twitch. Dalam hati Changmin berteriak: apa-apaan hyungnya itu. Bercandanya keterlaluan. “Kenapa? Apa hyung sudah bosan denganku?” “Kita sudah lama seperti ini dan aku tidak pernah.. bosan. Tapi kita semakin dewasa,dan kau Changmin, mau atau tidak kelak kau akan menikahi seorang wanita.” Changmin akhirnya paham kemana arah pembicaraan ini. “Jangan bilang gossip hubunganku dengan Victoria itu mengganggumu hyung.” “Ani, aku—aku memang tidak senang dengan gossip itu, kalau benar hanya gossip sih…” Changmin berinisiatif duduk didekat Jaejoong tapi Jaejoong menggeser tubuhnya. Didekatinya lagi, bergeser lagi. Changmin menghela nafas. “Aku dan Victoria hanya berteman hyung, dia itu sifatnya mirip denganku makanya kami akrab.” “Kau bisa berkencan dengannya. Maksudku kau bilang dia mirip sepertimu, bukankah itu berarti dia juga tipe idealmu..” “Mungkin, tapi yang aku inginkan sekarang adalah seseorang yang cerewet, perhatian, cemburuan, dan suka curigaan seperti hyung.” Twitch twitch. “Hah? Siapa yang cemburu? Aku.. aku juga bisa mendapatkan wanita cantik yang kumau.” Jaejoong tak mau kalah. Hey! Wajahnya mungkin cantik, tapi disaat yang sama ia juga tampan. Jangankan ahjumma-ahjumma, gadis dibawah umur saja nggak nolak kalau ia lamar(???) “Tidak boleh!” muka changmin berubah serius. “Hyung hanya boleh mencintai dan dicintai olehku! “ Changmin mengklaim. “Changmin, kau mencintaiku?” “Sudah hampir 5 tahun dan hyung masih bertanya? Aku ingat aku sering mengatakan—“ “Tapi„,” “Jangan pedulikan segala rumor itu hyung.” “Bukan—“ “Aku tidak peduli hyung. Orang yang kucintai adalah Kim Jaejoong. Bukan orang lain.” “Tapi…” “Please don’t say any buts hyung, atau aku akan mengenalkanmu pada orangtuamu sekarang juga!” “Apa?” “Itu kan yang selama ini kau pikirkan? Aku tidak peduli, jika nanti aku memang benar-benar akan menikahimu.” “Yah, Shim Changmin!….. apa, apa kau serius?” “Hmm.. jadi, hyung sudah tidak marah lagi?” “Siapa juga yang marah.” “Bahkan jika orang-orang mengatakan ChangVic is real?” Jaejoong beranjak meninggalkan Changmin dengan perangai buruk. Tapi Changmin segera membuntutinya. “Katanya tidak marah hyung..” “Yasudah, nikah sama Victoria sana!” Changmin terkikik geli. “Bagaimana jika aku mengumumkan pada orang-orang bahwa MinJae is real!” Jaejoong berhenti. Changmin yang terus mengikuti dibelakangnya pun tak terhindari menubruk punggungnya. “Jangan gila Changmin!” ucapnya tanpa berbalik. “You’re the one who drive me crazy.” “Geez.” “Hyung aku lapar…” Changmin merengek dengan nada yang sedikit dibuat-buat. “Oh iya! Makananya!” Jaejoong yang baru teringat sesuatu, segera melesat ke dapur. Ke dapur,kalau saja pinggang rampingnya itu tidak ditarik oleh oleh Death Eater, eh, maksudnya Changmin. “Yang ingin kumakan itu kamu hyung.”
FIN~
Yunho: Victoria, kau tau Changmin pergi kemana? Vic: Sepertinya dia tidak akan pulang ke dorm, sunbae. Yunho: kamu tahu darimana? Vic: He just sent me a message, with picture…. Aww! I can’t think clearly right now sunbae, it’s just so…. Yunho nggak ngerti dan begitu saja mencomot handphone gadis yang terkenal dengan fleksibelitas tubuhnya itu. Yunho menghela nafas setelah melihat pesan bergambar dari Changmin. “At least he shouldn’t show it to a girl.. Oh, well, but this girl seems enjoy it.”
“Aku penasaran apa yang Changmin dan Jaejoong hyung lakukan sekarang.” “kenapa peduli dengan mereka? Pikirkan saja posisimu saat ini, Suie.” “akh.. Yoochun appoooo!!” ._.