Akhirnya kesampaian juga nulis pos di tumblr lagi, setelah sekiaaan lamanya ditinggal. Well I want to build this habit again, to read and write everything on my thoughts from what I feel, I read, I listen. I want to escape from many mainstream social media which just waste my time without productivity. Here we go!
Jadi hari ini adalah 6 hari terakhir ramadhan di tahun 2019 dan hari ke 5 suami dirawat di rumah sakit karena DB. Rasanya luar biasa. Aku sendiri memutuskan untuk tidak berpuasa setelah mencoba puasa 3 hari sambil menyusui Nanda yang ternyata bikin ASI seret banget. Karena Allah sudah memberi Rukhsah bagi ibu penyusui maka aku ambillah keringanan itu demi tuntasnya tanggung jawab menyusui full ASI hingga 2 tahun.
Bersamaan ketika suami sakit, Nanda juga ikut panas selama 2 hari. Kebayang kan gimana mamak muda ini repotnya, segera lah Nanda aku cek darahnya karena takut ketularan papahnya, alhamdulillah hasil lab ternyata negatif DB. untungnya lagi sekarang di Indonesia dan dekat sama orang tua sehingga bala bantuan hadir untuk membantu kita, kebayang kalau hal ini kejadian waktu di Jepang. Bakal gimana ya?
Tapi di balik ini semua, aku percaya ini adalah takdir yang sudah Allah tetapkan untuk kita ambil hikmahnya.
Jadi sebelumnya, aku mengikuti tes seleksi dosen di salah satu PTN terbesar di Jawa Barat. Semua berkas sudah dikirim untuk diseleksi administrasi, apabila lolos lanjut psikotes tgl 27. (btw prngumuman lolosnya itu tgl 22 ) bertepatan juga dengan meeting bisnis tempat kerjaku dengan direktur salah satu perusahaan pertanian di Jogja. Maka, kami menginap di jogja dari hari sebelumnya karena suami ada pekerjaan juga pada hari yg sama.
Menjadi dosen memang salah satu keinginanku, namun takdir ternyata belum mengizinkanku untuk mewujudkannya dan berangkat ke Bandung dari pengumuman hari itu.
Tapi hari ini aku sadar kalau itu memang takdir Allah yg terbaik karena, tepat tgl 27 suami masuk RS, dan anak panas. Kebayang gak kalau pada saat itu aku, atau bahkan kami berada di Bandung?
Well, itu hanya 1 aja takdir Allah yg memang terbaik untuk kita, maka ayat yang berbunyi “sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” adalah sangat tepat.
Kadang, kita makhluk yang lemah ini suka tidak bersyukur, merajuk, mengutuk sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Buat apa? Tidakkah kita percaya saja bahwa apa yang sudah kita usahakan, apapun hasilnya/ takdirnya itu adalah yang terbaik dari Nya... karena; apa yang baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah dan sebaliknya karena “Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.
So, just cheers! Ikhlas sand stay positive!
Sekian renungan di malam ini, have a nice sleep! おやすみなさい💤