PERNAH
Pernah aku berada pada kepercayaan, kemudian percayaku ditelan kekecewaan - LR.

Andulka

bliss lane
tumblr dot com
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

ellievsbear
Today's Document

Game Changer & Make Some Noise
🩵 avery cochrane 🩵
Fai_Ryy
macklin celebrini has autism
sheepfilms
The Bowery Presents
almost home
RMH

Jar Jar Binks Fan Club
No title available
Xuebing Du

roma★
NASA

blake kathryn
seen from United States
seen from Philippines

seen from United Kingdom
seen from Netherlands

seen from United States
seen from Angola

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Chile
seen from United States

seen from Finland
seen from United States
seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from India
seen from Dominican Republic
seen from United States
seen from France
@sisilangitid-blog
PERNAH
Pernah aku berada pada kepercayaan, kemudian percayaku ditelan kekecewaan - LR.
Aku tidak lagi merasa kuat dalam mencintai. Sebab detik demi detik yang kulalui, seolah tergiring mengecap sakit hati. - LR
Kamu terlalu istimewa Hingga nalarmu tak sampai kuterka
- LR
Mau apa lagi? Seluruh kita terlanjur jadi mimpi..
- LR
Si cinta mendatangiku dengan percaya Bahwa dia adalah pemenangnya Tapi, si perubahan bilang Cinta akan datang ketika aku pulang Ya, Cinta dan perubahan bertarung Aku hanya jadi saksi bisu atas siapa yang beruntung Bergeming Mereka acap kali membuatku pusing Kubiarkan cinta beropini soal dirinya Kubiarkan perubahan berkoar tentang baiknya Aku? Bersama mereka yang membersamaiku Dialah cinta? Atau perubahan? Tak kuterka, namun kujalankan - LR
Kau lempar aku jauh-jauh Tak lagi kau mau sentuh Aku ini apa? Hanyakah sebuah gumpalan nama tak bermutu? Yang bisa kau tendang-lempar-hempas sesuka tanpa iba lagi tak mau tahu? Hai, Jiwamu terlalu mengangkasa Lupa bahwa kakimu menapak pada bumi Hai, Pikirmu terlalu liar berkelana Lupa bahwa kau masih terkurung dalam imaji - LR
Sesak Terperangkap tak bergerak Kalutku beranak Buatku kalah telak Diam diam! Ucapmu membuat telingaku pekak Berdiri saja di luar Jangan usik aku di dalam Sudah biarkan! Biarkan aku tergeletak Pada peti kehidupan tanpa kehadiran - LR
Terhimpit Masalahnya sedikit Hadirmu yang memperumit Sakit Tapi tak bisa menjerit Pamit Pelan ku menjinjit Melangit - LR
Sekat - LR
Bukan salahnya, bukan pula salahmu. Salah aku yang membiarkan waktu menyelonong menarik seluruh nyataku;jadi semu.
Tanya diri "Siapa Kau?" - LR
Siapa kau rupanya? Sentuh garis-garis duniaku saja, aku haramkan Apalagi masuk dan menginjak ruangnya Jangan coba menerka Kau bukan Tuhan apalagi dewa Persetanlah! Hidupku tak bersambung dengan talimu Teriak saja, Nona Sekuat tenaga yang tersisa di kerongkonganmu Karena untukku, frekuensi suaramu tak membuatku menoleh Jika kau tak lebih liar, jangan mendekat Jika kau tak lebih jalang, jangan mengumpat Sebab aku lebih liar dan jalang dari yang kau pikirkan Duduk manis saja, Nona Jangan mengusik tiap apa yang jadi rangkaian pilihanku..
Itu bukan urusanmu, Nona
Kalah - LR
Terseret Terbawa gelombang yang tak terhentikan Lawanku bukan mereka Meski berenang hingga lengan lelah Tak akan bisa mereka kalah Kau! Tak usah mengibaku Sebab kau sama saja keparatnya Kau! Tak usah meringis Sudah kucium amis sebelumnya Mau apa sekarang? Tertawa lihatku kalah dan tenggelam? Terbahak saja sekalian Sebab, Kau, dalam napasku tak ada Suaramu jua tak bermakna Pergi! Biar aku meneguk air yang tenggelamkanku...
Sendiri...
Badai?
Enggan aku beringsut Meski badai telah reda menyurut Bersama puing yang tersisa aku menari Membentuk sudut terkecil dari hati
Angin sudah memutar balikkan rasa Meliuk, menikung dengan serta merta Semua asa dan cinta yang kukurung Kini biar saja ikut bebas tergulung
Tak harap ada pelangi Pusaran saja yang kuajari tahu diri Biar pergi luruh bersama hati Yang rasanya hampir mati
- LR
Dadu?
Bergulat pada satu ruang kosong Diputar diadu antar dinding Gelapnya membingungkan Pun lebih kecil peluang
Terlempar ke atas matras kehidupan Berjudi dengan putaran Lepas, dan terhempas Saru sisi terhimpit, selebihnya berlawanan
Sama tapi beda Perjalanan mengikuti bilangannya Besar tak bisa berbangga Sebab, Yang paling terlihat yang jadi juara
- LR
Terbang dalam ruang - LR
Dalam ruang minim udara, aku bisa terbang. Meski nyatanya, hanya ilusi. Aku, terpaku, kehabisan napas. Menunggu detik mati yang kusanjung untuk mengatakan selamat datang..
Berkali
Aku memutar diriku
Masih pada titik yang sama
Hanya fokus tak lagi pada tempatnya
- LR
Pada Waktu
Pada waktu aku berjudi atas rasaku Siapa? Barangkali dia, kamu, mereka atau bahkan siapalah? Tuhan menyodorkan banyak luka, tapi ada bahagia di dalamnya. Tuhan menyuguhkan banyak rasa, tapi ada bimbang di sana. Lantas, pada waktu saja aku menunggu. Apalagi kamu? Mereka? Kita? Dia? Ah, sudah sudah. Mari kita berjudi Pada waktu juga takdir...
- LR
Kalau aku bertanya, semesta akan menjawab apa? - LR