Memikirkan Gaza
Memikirkan Gaza, aku menangis bukan karena rasa iba, atau tak tega menatap kematian yang maha dahsyat menerpa rumah-rumah, cinta-cinta aku menangisi diriku, yang tak seberani Gaza. Hidup yang singkat ini, dirayakan oleh Gaza bersama-sama menyanyikan lagu-lagu bahagia "Mati tidak apa, karena sejatinya aku tiada bak embun di pagi sunyi, yang perlahan lenyap pada ambang siang hari menuntaskan tugasnya" Memikirkan Gaza, aku menangis bukan lantaran kebencianku pada bengis senjata atau lantaran cakar mortar menghajar malam-malam panjang aku menangisi diriku, karena rasa iri pada keberanian Gaza. Mencari makna, dalam tangisanku pada Gaza aku menemukan rasa takut, iri serta lara dalam diriku sendiri. kucoba berdialog pada mereka, dalam diriku sendiri. agar di kehidupan selanjutnya, Aku bisa setabah dan setangguh Gaza
















