aku bertemu denganmu tanpa sengaja di tempat yang tidak pernah aku dan kamu bayangkan sebelumnya..
saat itu kita tidak saling mengenal satu sama lain..
kita hanya dua orang asing yang duduk berhadapan dan berdiam membisu namun saling melihat satu sama lain..
dalam diam aku mendengar perbincanganmu dengan seorang ibu yang duduk tepat disebelahmu..
saat itulah aku menyadari bahwa kamu adalah seorang mahasiswa di salah satu universitas swasta dimana aku akan melanjutkan pendidikanku nantinya..
lalu kau berhenti disuatu tempat bertanda kita berpisah..
pertemuan singkat yang aku sendiri hanya menganggapnya sebuah kejadian yang tidak berarti..
beberapa bulan kemudian kita dipertemukan kembali..
kita berdiam dalam satu atap namun hanya aku yang mengingat wajahmu dan kamu... ya kamu tidak ingat siapa aku...
aku menatapmu mencoba memastikan bahwa kamulah sosok pria itu.. pria yang sama saat aku temui beberapa bulan lalu..
ditengah keramaian orang yang melakukan berbagai aktivitas, hijaunya daun yang diterpa hembusan angin serta kicauan burung yang membentuk suatu melodi yang indah dalam terbenamnya sosok sang fajara.. disaat itu ku beranikan diri mendekatimu, bertanya padamu dan berkenalan denganmu..
dari percakapan kita yang singkat itu.. aku dapat menyimpulkan bahwa kamu adalah pria baik, ramah, sabar, penyayang, ceria dan lembut...
aku ingin mengenalmu lebih jauh karena aku menyukai kepribadianmu, aku ingin belajar banyak darimu...
saat itu, aku kira kita tidak akan pernah berbicara lagi tetapi tadir berkata lain..
kita dipertemukan lagi dalam sebuah keadaan yang frekensi pertemuannya lebih intensif.... iya, kamu adalah PIC salah satu kegiatan kemahasiswaan di fakultasku...
aku kira itu semua akan membuat kita lebih sering bertemu tetapi aku salah...
perpisahan itu terlalu cepat datang..
kamu pergi sebelum kamu menyandang gelar itu..
kamu pergi dalam kegelapan..
hanya air mata yang mengalir di pipiku saat mengantar kepergianmu tetapi kamu pergi dengan penuh senyuman dan semangat,, semangat yang kamu berikan untuk orang lain, seharusnya kamu yang mendapatkan semangat itu bukan kamu yang memberikannya..
tetapi ketegaranmu melalui semua ini membuat aku bangga mengenal sosokmu walaupun hanya sebentar..
terimakasih untuk setiap pengabdianmu bagi orang-orang yang ada disekitarmu..
terimakasih untuk semuanya..
terimakasih Tuhan telah mempertemukanku dengan sosok pria hebat yang akan menjadi guru hidup bagiku..
aku hanya berdoa agar kamu tetap setia dan merendahkan diri di hadapan Kristus maka kamu akan ditinggikan oleh Kristus.. teruslah berjalan maju.. teruslah bermimpi.. teruslah semangat dan teruslah tersenyum seperti dulu.. hidup ini hanya sementara dan yakinlah bahwa kamu bisa melewati semua cobaan ini...
pertemuan singkat ini sungguh bermakna untukku dan akan selalu aku ingat untuk aku bisa setegar kamu dalam menghadapi apapun...
terimakasih ka Hendrik :)