“They say searching for love is like searching for yourself, when you find yourself you find love because they are the same.”
— (hatin)
sheepfilms

roma★

izzy's playlists!

Love Begins

No title available
Keni
will byers stan first human second

JVL
we're not kids anymore.

tannertan36
noise dept.
One Nice Bug Per Day
Claire Keane
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

Kaledo Art
d e v o n
Cosimo Galluzzi
Game of Thrones Daily

oozey mess
seen from Saudi Arabia

seen from Australia

seen from Türkiye
seen from Canada
seen from Russia

seen from France
seen from Spain

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Vietnam
seen from Australia

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia

seen from United States
@superanggi
“They say searching for love is like searching for yourself, when you find yourself you find love because they are the same.”
— (hatin)
Mali-Koa - Revolution
Requested by @hey-there9-its-me 🌟
Hope you like these 🏵💎
Sebentar,
Kamu tidak bisa memaksakan argumenmu untuk diakui pada setiap pendapat, perdebatan juga tidak melulu tentang pembenaran dan kesalahan.
Terkadang pola pikirmu yang memaksa kemenangan, justru membuatmu sangat terlihat kekanak-kanakan.
Semakin kamu tidak bisa menerima putusan dan kenyataan, semakin gampang buat orang lain menyangkal jika kamu tak kunjung bisa menerima kedewasaan.
http://wattpad.com/badutcerdas
@badutcerdas — 14 Juni, 2020
(*˘︶˘*).。.:*♡
ARÓN PIPER for Lacoste (2020)
Jika harus bergantung, gantungkanlah semua keinginan kepada Allah. Jika harus bertumpu, tumpukanlah semua harapan kepada Allah.
Kepada manusia, berharaplah secukupnya. Kepada Allah Yang Kuasa, berharaplah sepenuhnya.
Begitulah seninya.
Taufik Aulia
Hidup bukan arena perlombaan
Setiap kita tidak terlahir untuk dipersiapkan menjadi petarung. Tidak terlahir untuk menginjak orang lain demi menjadi pemenang.
Selama ini dunia yang kita huni layaknya arena lomba. Siapa yang lebih cepat lebih baik, siapa yang bisa mengejar yang lain lebih baik, siapa yang pertama sampai lebih dulu lebih baik.
Selama ini dunia yang kita huni tidak mengajari kita untuk mengalah, tidak mengajari kita untuk menerima kegagalan, tidak mengajari kita untuk memaafkan keterlambatan. Tetapi melatih kita untuk mengalahkan jutaan manusia lain.
Bagaimanapun caranya kita harus terlahir menjadi seorang pemenang. Harus menjadi yang paling pintar, paling cantik, paling terkenal, paling hebat, paling sukses, dan paling memiliki segalanya.
Kita tidak boleh lembek, kalau kita lembek jutaan orang akan menginjak kita dan mendahului kita. Kita harus berlari sekencang mungkin, menghalangi siapa saja yang berusaha mengejar kita.
Bertahun-bertahun hingga usia kita sekarang, barangkali kita mendefinisikan hidup seperti ini. Hidup dalam bayang-bayang sebuah perlombaan yang tak kunjung henti.
Kita selalu merasa kalah cepat dari yang lain, merasa tertinggal, merasa semua yang kita lakukan terburu-buru karena kita ingin mengejar yang lain.
Padahal satu-satunya orang yang perlu kita kalahkan di dunia ini hanyalah diri kita sendiri. Kita tidak sedang berlomba melawan siapapun.
Pemenang yang sebenarnya adalah ia yang mampu menerima segala kekurangannya, kelambanannya, ketertinggalannya, kegagagalannya, dan kemarahanya.
Pemenang yang sebenarnya adalah ia yang mampu melatih kesabarannya, saat dunia yang ia huni tidak sedang berjalan sesuai dengan yang ia harapkan.
Pemenang yang sebenarnya adalah ia yang mampu menyadari prosesnya, ikhlas menjalani jatuh bangunnya, dan memaafkan diri sendiri atas setiap hal yang tidak mampu ia miliki.
Pemenang yang sebenarnya bukanlah soal siapa yang paling cepat, tetapi soal siapa yang sudah mempersiapkan diri ketika gilirannya nanti sudah tiba.
—ibnufir
Be patient. You got this :))
“Sensitive people are the most genuine and honest people you will ever meet. There is nothing they won’t tell you about themselves if they trust your kindness. However, the moment you betray them, reject them or devalue them, they become the worse type of person. Unfortunately, they end up hurting themselves in the long run. They don’t want to hurt other people. It is against their very nature. They want to make amends and undo the wrong they did. Their life is a wave of highs and lows. They live with guilt and constant pain over unresolved situations and misunderstandings. They are tortured souls that are not able to live with hatred or being hated. This type of person needs the most love anyone can give them because their soul has been constantly bruised by others. However, despite the tragedy of what they have to go through in life, they remain the most compassionate people worth knowing, and the ones that often become activists for the broken hearted, forgotten and the misunderstood. They are angels with broken wings that only fly when loved.”
— Shannon L. Alder (via perrfectly)