Kau adalah rumah, tempat anak-anak rinduku bermain dengan sumringah. Pada akhirnya, aku suka cerita kita yang berakhir pada satu kata: bahagia.
Putri Salju dan Pangeran
Aku datang ke sini membawa bahagia kita, bangunlah dari gelapnya derita. Kau tak pantas tertidur seperti aurora. Kau lebih pantas mendendangkan romansa. Menari gemulai bersama si kancil dan si tupai di belantara ini.
Kecup manis bibirmu mengantarkanku pada senja yang dulu pernah kutanam, kini telah mekar bersama malam. Pada kerjap pertama kuhidu rupamu, paru-paru jiwaku. Padu purnama dan semerbak bunga lesak di dada.
Aku ingin mengajakmu ke istana, berdansa dengan senandung bahagia hingga denting akhir tiba. Buncah asmara kala memegang mungil tanganmu. Lalu bola matamu, ialah purnama malam sedang bibirmu rekah merah serupa apel yang masih basah.
Senandungkan kertap dan pandu aku. Kita akan lanjutkan satu-satu mimpi dalam tidurku siang tadi. Bersamamu, aku ingin selamanya, penuh dekap dalam detak.
- ditulis dan dibacakan oleh @pemudabiasa & @limamaret
- cover oleh @filosofihujan
- mixing & mastering oleh @narasibulanmerah














