Hari Ke-5 #10harirayakancerita
Yang sudah ya sudah. Sudah kemarin, sudah berlalu, sudah jauh di belakang. Sekarang hidup untuk yang sedang dan akan terjadi.
Yang di belakang biar jadi kisah yang menambah satu lagi rentetan panjang sejarah hidup kita.
Menyesal itu sifat yang nggak akan pernah hilang dari manusia. Coba kemarin gini, coba kemarin gitu, coba nggak gini, coba nggak gitu. Tapi berbagai kalimat sesal yang terlontar nggak akan merubah keadaan.
Yang ditakdirkan kejadian ya tetap akan kejadian.
Maafin, maafin, maafin. Nggak akan jadi lemah dan rendah karena maafin kejadian yang sudah-sudah.
Tapi belum bisa sembuh. Nggak apa-apa. Pelan-pelan memang dalam menyembuhkan luka. Jangan dipaksa langsung bisa.
Tapi setidaknya sadar bahwa sedang terluka dan ingin menyembuhkannya.
Masih sakit tiap kali ingat kejadiannya. Nggak apa-apa juga. Wajar. Diterima sakitnya, cari cara biar sakitnya bisa pelan-pelan sirna.
Lukanya nggak bisa dilihat tapi rasa sakitnya luar biasa. Iya itu luka batin namanya. Nggak apa-apa. Nggak cuma kamu yang merasakannya.
Nanti juga bersyukur kalau sudah tahu cara menyembuhkannya. Bersyukur pernah dikasih luka, bersyukur karena dikasih kesempatan untuk menyembuhkannya.
Bersyukur pernah hidup dalam carut marut cerita yang disajikan. Cerita yang nggak bisa selalu mulus dan lurus. Tapi nanti senang karena sudah bisa menaklukkan terjalnya jalanan.
Nanti kalau sudah sembuh, tangis dan air mata yang sempat turun dengan deras akan berubah jadi senyum paling ikhlas.










