Sabtu ,10 Januari 2026
pagi ini jalan pulang kembali ke baleendah, pamit sama uwa mama uwa nenek dan kakek via call,
1 pekan berlibur solo pacitan jogja, 2 pekan di rumah bogor sukabumi, 3 pekan yang panjang kembali ke rutinitas di bandung, akan bertiga lagi dengan mansa dan mesta di sini, antar sekolah dan mengaji mansa sambil bawa-bawa mesta, berhadapan dengan pekerjaan rumah dan dapur bismillah lahaula walakuwwata illabillah,
waktu di jalan tol tadi tiba-tiba terlintas pertanyaan : ini ngapain sih pulang lg ke bandung? besok juga ayah pergi lagi kerja,
oh ini ke bandung lagi krn Mansa sekolah aja dong yaa 🥲
ya robb aku berdoa padaMu buat aku mengerti bahwa inah takdir terbaik yang harus kita jalani sebelum akhirnya nanti tinggal bersama lagi bahwa kembalinya kami ke Bandung bukan hanya bukan cuman karena " Mansa sekolah "
pilihkan sekolah terbaik bagi Mansa di bogor atau dimanapun yg terbaik, bimbing kami untuk terus melangkah dan mendekat pada takdir terbaik itu.
boleh jadi, Bandung ini memang fase, bukan tujuan akhir.
tempat Allah sedang melatih:
sabar yang konkret ,tawakal yang harian, dan mengasah naluri keibuanku untuk menemani Mansa dan semesta.
bada isya udah pada tidur, mansa mengeluh sakit kepala, marah juga karena ga nyaman, salahin Alloh kenapa bikin dia sakit 🥲
Saat sakit / celaka → otak anak mencari penyebab paling besar Allah adalah konsep paling besar yang dia tahu
Ya Allah, titipkan pada hati Mansa rasa aman lebih dulu sebelum rasa mampu. Jangan jadikan sekolah dan ngaji sebagai beban, tapi sebagai tempat ia merasa diterima. Jika hari ini belum tampak hasilnya, simpanlah lelah ibunya sebagai amal yang utuh, dan tumbuhkan Mansa dengan cara-Mu, di waktu-Mu.
hari ini angkat bicara lagi di mobil sama ayah,
dosa yang disembunyikan tidak hanya melukai pelakunya,tapi menetes ke ketenangan rumah,ke doa yang terasa berat naik,ke hati istri yang gelisah tanpa tahu kenapa.










