Trolloctober 11 Day Voodoo
The family's home Voodo mask. Tiki😁

#dc comics#dc#batman#tim drake#dick grayson#dc fanart#bruce wayne#batfamily#batfam



seen from China
seen from Poland
seen from South Africa

seen from Israel
seen from Israel
seen from Ecuador
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Philippines
seen from United States

seen from Slovakia

seen from Yemen
seen from China

seen from Malaysia

seen from Canada
seen from Germany

seen from United States
seen from United States
Trolloctober 11 Day Voodoo
The family's home Voodo mask. Tiki😁
Day 11 and 12! I’ll do day 13 later. Sorry for this :^
Eye Opener: Fugitive captured, corrections officer dead after 11-day manhunt
Eye Opener: Fugitive captured, corrections officer dead after 11-day manhunt
Eye Opener: Fugitive captured, corrections officer dead after 11-day manhunt Source link
View On WordPress
Mentok lagi…
Apa hal berat yang tengah di hadapi? Sudah mencoba berulang kali tapi masih gagal?
Alhamdulillah kalau ternyata tidak sedang mengalaminya.
Aku pernah. Berurusan dengan keadaan yang diupayakan beberapa kali juga masih saja mentok.
Suatu hari seorang teman menegur saat aku mengeluhkan hal itu, "Jangan lupakan anak-anak tangga pada piramidamu, Sil." Aku termenung. Bukan hanya saat dia menyontohkan pengalamannya. Tapi setelah itu, seharian, hanya melamun merefleksikan apa yang telah disampaikan.
Spiritual emotion ada pada puncak piramida emosi. Titik tertinggi. Dia akan mengcover semua sulit, pastinya. Tapi tentu kita tak mungkin bisa lompat begitu aja ke atas piramida kalau pada tiap anak tangganya saja kita lewati dan lupakan. Bahkan sesungguhnya, kalaupun kita kira sudah ada pada posisi puncak piramida, pastilah itu hanya ilusi.
Kenapa?
Sebab spiritual akan terbangun sempurna atas dasar beberapa emosi di bawahnya. Dua diantara anak tangga itu adalah kebiasaan dan identitas.
Benarlah Allah mengingatkan bahwa urusan tiap umat itu tidak akan serta merta berubah jika tidak ada usaha. Bahkan berdoapun --yang Allah perintahkan untuk selalu dilakukan disetiap kondisi diri-- tidak akan mengubah apapun jika tidak ada yakin menyertai. Yakin pada kuasa Allah juga kemampuan diri sebagai fasilitas sempurna yang telah Allah beri.
Titik poinnya; kalau kita ragu pada kemampuan sendiri, bukankah kita sedang meragukan penciptaan Allah yang kata Allah adalah penciptaan makhluk paling sempurna?
Saat itulah, bukan hanya kuantitas diri kita yang perlu terus diupgrade untuk mendekati Allah tapi juga kualitas.
Sudahkah ibadah kita mempengaruhi tiap langkah kita? Seperti halnya perintah mendirikan sholat yang disandingkan dengan 'amal ma'ruf nahyi munkar.
Sudahkah juga ibadah kita menguatkan yakin pada tarikan nafas? Seperti halnya kewajiban berdoa yang disandingkan dengan perintah mengutuhkan percaya.
Jadi, jika setiap keadan sulit dirasa masih mentok-mentok saja. Mungkin yang perlu kita cek kembali adalah perihal kebiasaan dan identitas yang kita tempatkan terhadap diri juga kehidupan.
Think twice!