Aroma Perbuatan
Bagaimana jika Tuhan mengubah kebijakan-Nya atas dampak dari perbuatan baik dan buruk yang kita lakukan? Pahala dan dosa tetap berlaku. Juga karena Tuhan Mahabaik, maka Dia tetap menyembunyikan aib-aib kita. Tuhan tidak akan menunjukkan dengan jelas apa yang telah kita lakukan.
Hanya saja, Tuhan menambahkan fungsi mekanisme kontrol agar kita sadar akan perbuatan yang telah kita lakukan. Agar lingkungan kita tahu, perbuatan seperti apa saja yang telah kita lakukan. Dengan begitu, semoga lingkungan kita dapat mengingatkan jika kita berlaku buruk dan meneladani jika kita berlaku mulia.
Mekanisme kontrol tersebut yaitu aroma tubuh kita akan sesuai dengan perbuatan yang kita lakukan. Setiap kita melakukan kebaikan, maka aroma tubuh kita akan wangi. Semakin banyak kebaikan yang dilakukan, aroma tubuh kita akan semakin wangi. Pun sebaliknya, saat kita melakukan keburukan, akan tercium bau busuk dari tubuh kita. Semakin banyak keburukan yang dilakukan, akan semakin busuk aroma tubuh kita. Jika ada sedikit saja keangkuhan karena tubuh kita wangi, maka aroma wanginya akan berkurang.
Jika itu terjadi, maka kira-kira akan seperti apa aroma tubuh kita? Apakah akan semakin banyak orang yang ingin mengenal kita? Atau masih adakah orang yang tahan di dekat kita, barang sedetik?
Segala puji bagi-Nya yang telah menutup keburukan-keburukan kita dan masih memberi kita kesempatan untuk memperbaiki diri. Kesempatan dalam bentuk jatah hidup, kepercayaan dari orang lain, orang-orang baik di sekeliling kita, dan banyak hal lainnya. Maka, sampai kapan kita mau melalaikan kesempatan ini? Apakah hanya sesal yang kita temui jika nafas terakhir telah di tenggorokan dan kita belum bertaubat?
SAR Bandung, 180815, 20:08 Dalam gelisah akan perbuatan














