Woo! Cowboy Bebop 1st Gig figures showed up today and they are *amazing*! #cowboybebop #spikespiegel #fayevalentine #1stgig #カウボーイビバップ https://www.instagram.com/p/B6nvGrdAGFg/?igshid=1vahnk8ypp8qp
seen from United States

seen from Indonesia
seen from Finland

seen from Belarus

seen from Türkiye
seen from Saudi Arabia

seen from Germany
seen from Canada
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Türkiye

seen from France
seen from China
seen from Spain
seen from China
seen from United States

seen from Sweden
seen from Türkiye
seen from China
Woo! Cowboy Bebop 1st Gig figures showed up today and they are *amazing*! #cowboybebop #spikespiegel #fayevalentine #1stgig #カウボーイビバップ https://www.instagram.com/p/B6nvGrdAGFg/?igshid=1vahnk8ypp8qp
Singing and footering @holywellmusicandfolk with @meganhenwood #storysongscientists #oxford #1stgig #tour (at Holywell Music Room) https://www.instagram.com/p/CKEYyEehcRC/?igshid=c0ciissvibf6
#1stgig #davis @gstreetwunderbar was great. #suchadream !! #thankyouguys ♥️♥️♥️ #lovelytomeetyou #hopetoseeyouagain #2019uswestcoasttour (à G Street WunderBar) https://www.instagram.com/p/B0wziPBiw18/?igshid=13s33m3rui428
What an Awesome job by the #RCityWorship Team & Powerful message by Aneishka this past Saturday night at Iglesia de dios Shalom Thank you for the Invitation. . . . #CityReachPhilly #CityReachNE #RCityWorship #RcityStudents #1stGig Follow @r.citystudents @cityreachphilly @iglesiacityreachne
G R A B #axisof #tour #tourlife #southampton #joiners #lifegoal #andyburrows #user #1stgig
Gig Pertama : Overtuned by TheOvertunes Family!
Hi (: kali ini saya mau share tentang pengalaman pertama saya dateng ke performnya theovertunes. Akhirnya setelah 2 kali tawaran untuk ngegig bareng sama temen smp sekaligus temen tunist saya yang paling deket, hotma, gagal semua, puji Tuhan di tawaran ke-3 entah kenapa bisa. Theovertunes jadi salah satu bintang tamu di acara final cover boy suatu majalah hari Sabtu, 21 Desember 2013 sekitar jam 17.00 , dan tempatnya di suatu mall di daerah Gandaria.
Saya dan hotma janji untuk ketemuan di halte deket salah satu smk (salah satu lagi ya biar gak iklan :p) di Pasar Minggu jam 16.00. Menurut perkiraan papa, seharusnya kita berangkat lebih cepet dari jam 16.00, dan memang perkiraannya tepat sasaran. Tadinya papa sempat sedikit khawatir setelah saya cerita kalau kami akan pergi ke daerah Gandaria dan naik taksi sendiri. Papa juga sempat nawarin untuk nganter kami ke mall nya, tapi saya nolak karena merasa gak enak harus dianterin ke tempat yang lokasinya lumayan jauh. Tadinya saya dan hotma berencana untuk naik taksi dari halte itu, tapi ternyata setelah sekitar 10-15 menit nunggu, gak ada taksi kosong yang lewat di daerah itu. Saya akhirnya dengan sok berani menawarkan untuk naik kopaja daripada kami akhirnya telat. Kenapa sok berani? saya belum pernah naik angkutan umum yang 'besar' sendirian, lebih tepatnya tanpa orang tua. Jadi karena terpaksa dan sekaligus belajar mandiri demi nonton theovertunes, saya akhirnya berhasil berani naik kopaja tanpa ditemenin!
Kami lalu turun di suatu mall daerah Lebak Bulus dan naik taksi dari mall itu. Waktu kami liat ada beberapa taksi yang ngetem di parkiran mall, hotma dan saya dengan semangat '45 lari-lari ke tukang taksi. Sayang nasib kami gak beruntung, setelah kami nanya ke supir taksi untuk nganterin ke Gandaria, dengan santainya supir itu bilang, "Wah ini lagi pada istirahat dek". Ya, ternyata kumpulan taksi di situ semuanya lagi istirahat berjamaah. bagus. Kami terpaksa turun ke area loby untuk nunggu antrian taksi dan ini artinya kami harus nunggu lagi demi sebuah taksi. Keselnya taksi kosong juga gak cepet ada meskipun udah nunggu di loby, dan waktu itu kami panik setelah liat jam tangan dan hp masing-masing yang menunjukkan sekitar pukul 16.35. Angin kencang dan awan mendung juga membuat kami tambah panik karena gak ada salah satu dari kami yang bawa payung. Di tengah kepanikan itu kami masih berusaha menghibur diri dengan nyeletuk untuk bikin video klip sayap pelindungmu karena kondisi yang cocok banget kayak setting video klip hahaha. Kapanpun mimpi terasa jauh, oh ingatlah sesuatu, 'ku akan selalu jadi sayap pelindungmu...
Beberapa menit kemudian taksi kosong dateng, kami udah gak peduli sama merk taksi, pokoknya apa aja yang penting kami bisa sampai di Gandaria. Kalau gak macet namanya bukan Jakarta, bener, belum juga sampai di mall daerah Pondok Indah, kami udah kejebak macet, dan waktu itu udah sekitar jam 16.48. Sepanjang perjalanan saya dan hotma cuma bisa pasrah sama worse case yang mungkin terjadi, kayak terlambat, atau theovertunes udah tampil duluan, dll. Kami berdua berusaha saling menguatkan (asek) kalau mimpi ketemu theovertunes jauh jauh akhirnya harus gagal lagi. Kami bersyukur banget karena sang supir taksi gak komplain dan sabar ketika selama perjalanan dua penumpang di belakangnya sibuk berbagi kisah tentang pertama kali jadi tunist, hotma yang sampe giat ngenalin tunist di sekolah, sifat-sifat anak-anak theovertunes yang bisa dibuat bahan ketawa, sampe masalah rapor sekolah. Puji Tuhan, believe it or not kami sampai di Gandaria tepat jam 17.00. Yey!
Kami sempat muter-muter di mall karena gak ngeh sama petunjuk arah yang dikasih tau mbak/mas di tempat informasi, ditambah kami berdua memang jarang main ke mall itu. Kami cukup kaget ketika tau kalau acaranya outdoor, gak ada tempat duduk buat nunggu, dan waktu kami dateng suasananya masih sepi banget. Beberapa menit kemudian orang-orang berbaju hitam mulai muncul bergerombol, ya siapa lagi kalau bukan tunist. Jujur, kami berdua sempat merasa kicep di tepi para tunist yang udah banyak kenal satu sama lain dan akrab banget karena sebelumnya kami memang gak punya temen tunist yang kami kenal dari Jakarta. Saya sempat memberanikan diri untuk sok kenal dan akhirnya kenalan dengan beberapa tunist yang dateng, tapi tetep aja mungkin karena baru pertama ketemu jadi masih kurang bisa membaur, alhasil kami lagi lagi cuma berdua. Kami nunggu sampe sekitar jam 19.00 lewat dan sempet kesel karena kami udah panik waktu kena macet tadi tapi ternyata acaranya malah ngaret berjam-jam.
Sebelum acara mulai, saya gak sengaja liat Tante Vo dan Andrew yang baru dateng. Beberapa tunist yang liat langsung nyalamin Tante Vo dan beberapa lagi ngejar-ngejar Andrew buat dicubit haha. Mereka berdua duduk di barisan kursi depan yang khusus untuk tamu acara. Beberapa menit kemudian Andrew lari keluar dan waktu saya liat arahnya ternyata dia dateng ke Om Lans. Karena kesempatan gak dateng dua kali akhirnya kami memberanikan diri untuk minta foto bareng Om Lans. Waktu itu Om Lans lagi ngeluarin uang dari tasnya setelah kayaknya Andrew ngompasin sang papa buat beli sesuatu hehe. Om Lans ternyata perawakannya tinggi, dan ramah banget. "Permisi om, boleh foto bareng gak?" "Oh iya iya" sambil masukin uang ke dalam tasnya lagi. Hotma dan beberapa tunist langsung merapat untuk saya foto. Jujur waktu saya ambil ancang ancang untuk ngefoto mereka, saya sempet kicep kalo gak bisa ngatur dslr nya di tempat yang cahayanya agak gelap saat itu, secara orang yang mau saya foto master di fotografi. Akhirnya berbekal ilmu yang saya tahu dan ingat, saya mulai berani ngefoto. Take pertama gagal, tapi kemudian saya cari akal buat pake blitz dan ternyata hasilnya lumayan, setidaknya muka mereka keliatan semua. Setelah foto dan ngucapin makasih ke Om Lans, tiba-tiba Om Lans bilang dengan santai, "Kameranya bagus". Faktanya dari seminggu yang lalu saya udah mikir buat nabung beli dslr baru karena dslr ini udah ada dari jaman kelas 6 SD dan sekarang saya udah kelas 2 SMA. Tapi berkat ucapan sang om akhirnya saya memutuskan untuk membatalkan rencana saya :'). Kami masuk lagi ke spot kami nunggu semula, kebetulan karena ke awkward an dengan tunist lain kami gak ikut kumpul bareng mereka, jadi saling bersebrangan tempatnya. Tiba-tiba dari kejauhan tunist mulai teriak teriak dan disusul 3 orang laki-laki mulai jalan ke arah pintu keluar. Yap akhirnya theovertunes sampai dan sempet dikerumunin tunist sebelum akhirnya mereka keluar sebentar untuk suatu keperluan. Mereka masih nyempetin untuk diajak foto sama beberapa tunist.
Setelah tov keluar, Tante Vo yang juga ada di sekitar pintu itu tenyata ketemu temennya (kayaknya sih temennya) jadi tante lumayan lama ada di sekitar situ karena ngobrol-ngobrol sama temennya. Meskipun lagi ngobrol dan tunist minta foto sama Tante Vo, tante tetep mau ngeladenin tunist dengan baik. Sama kayak Om Lans, Tante Vo ini juga ramah banget. Tante itu sederhana dan keibu-ibuan banget, setiap tunist yang minta foto pasti ditanyain asalnya dari mana, dan nyalamin tunist satu-satu kayak anaknya sendiri. Karena saya orangnya gak enakan setelah udah banyak tunist yang minta foto, saya gak jadi untuk minta foto bareng Tante Vo yang masih lanjut ngobrol sama temennya. Gimanapun juga tante punya privasi. Beberapa lama kemudian, tov masuk lagi lewat pintu itu dan kebetulan karena kami masih berdiri di sekitar situ, kami cepet-cepet ngedeketin mereka. Saya bukan tipe tunist yang rame atau terlalu berani untuk narikin mereka buat foto bareng, alhasil sebelum mereka lewat di hadapan saya, saya cuma tarik nafas dan menyodorkan tangan dengan posisi high five sambil setidaknya senyum, biar gak keliatan serem(?) Kebetulan waktu itu Kak Mad udah jalan duluan sebelum saya sempet high five, jadi ya sudahlah. Setelah Kak Mad, Kak Ugi dateng dan senengnya dia menyodorkan tangannya juga buat high five. Tangannya Kak Ugi gede banget (penting). Lanjut, Mikha nyusul dan mau menyodorkan tangannya juga buat high five, meskipun harus pake tangan kiri karena di sebelahnya udah ada bang Yudi. Sekitar jam 19.30 acara baru mulai, dan theovertunes yang udah banyak ditungguin tunist akhirnya perform setelah beberapa segmen acara pembukaan. Mungkin kalo gak ada tunist, acara itu gak bakal rame, jadi mereka harus bersyukur karena acaranya gak krik krik berkat tunist dan theovertunes. Waktu Indra Bekti, salah satu mcnya, manggil theovertunes, tunist serempak histeris. Bang Yudi dateng duluan buat ngecek segala kebutuhan mereka perform di panggung. Kak Mad, Kak Ugi, dan Mikha akhirnya keluar dari backstage. Seperti biasa mereka memperkenalkan diri sebelum mulai nyanyi. Theovertunes bawain 4 lagu: satu lagu saya gak tau judul dan baru denger hari itu, Sempurna, Viva La Vida, dan tentunya ngenalin single kebanggaan, Sayap Pelindungmu. Liat mereka manggung ive di depan mata itu rasanya seneng banget, dan mereka juga komunikatif sama penonton di samping kualitas musik dan suara yang emang gak usah diragukan lagi. Waktu mereka perform, satu acara berasa punya theovertunes dan tunist saking rame dan akrabnya. Apalagi waktu mereka bawain Sayap Pelindungmu, kami semua ikut nyanyi bareng dan nunjukkin sign tangan yang ngebentuk sayap. Pas perform ada beberapa insiden kayak mic nya yang suaranya agak bermasalah, senar gitar Mikha yang putus, atau Mikha yang kesandung kabel haha. Operator kayaknya kurang tanggap waktu mereka udah kasih sinyal masalah mic, begitu juga dengan masalah senar gitar, kalau menurut penglihatan saya sih begitu hehe. Tapi itu semua gak ngurangin keberhasilan performnya theovertunes yang ngehibur semua tunist dan penonton waktu itu. Professional lads! (:
Setelah tov selesai perform, saya dan hotma memutuskan untuk makan. Kami udah bersyukur banget bisa nonton mereka, jadi kami gak mau 'rakus' harus nungguin mereka sampai acara selesai dan mengorbankan kesehatan kami sendiri. Orang tua juga nyaranin saya untuk pulang karena sudah terlalu malam dan takut terjebak macet lagi. Saya dan hotma udah ikhlas dan gak maksain untuk balik lagi ke venue acara, kalaupun ternyata tov masih manggung lagi setelah kami pulang.
Selesai makan kami langsung ke loby untuk nunggu taksi, tapi satpam ternyata nyaranin kami untuk lebih baik cari taksi di luar mall karena biasanya harus menunggu lama. Kami akhirnya jalan ke luar dan tiba-tiba hotma liat ada sekumpulan orang berbaju hitam berkerumun di depan pintu keluar. "Itu kayaknya Theovertunes ya?" kata hotma. Setelah saya perhatiin ternyata bener, mereka lagi ngerumunin theovertunes. Tanpa aba-aba saya langsung lari dan mulai berancang ancang jadi tukang foto. Posisi kerumunan tunist di bagi tiga: yang sama Kak Mad paling pojok kanan, tempatnya rada terpojok soalnya mereka ngerumunin Kak Mad di belakang hiasan acaranya The Adventure Time-_- Kerumunan yang sama Kak Ugi di tengah dan pastinya lebih banyak tunist cewek yang ngumpul wk, dan yang sama Mikha di sebelah kiri. Dari sini saya lihat ternyata tunist itu rame dan antusias(?) Karena video kayaknya udah gak jaman, tunist kebanyakan minta mereka untuk ngomong di voice note ciailah. Ada beberapa kata yang saya gak ngerti maksudnya dari beberapa tunist, kayak misalnya, "Pinky swear banana....", "Reuben! Who am I?!". Kak Ugi bahkan ditempelin tissu sama tunist karena keringetan, dan kocaknya tissunya gak cuma satu plus tunist cewek langsung histeris bahkan rebutan ngambil tissu bekas keringet Kak Ugi. Saya sempet ngomong, "Sabar ya kak" sebelum akhirnya kabur dari kerumunan tunist di Kak Ugi. Mikha kayaknya harus terbiasa sama tunist tunist gaulnya yang kebanyakan punya gadget dengan kamera depan, dia sempet bilang, "Wah kayak anak gaul aja nih" waktu diajak foto sama dua orang tunist cewek. Kalo Kak Mad tetep cool ngejawab pertanyaan tunist. Saya gak sempet (lagi) buat foto bareng mereka, karena gak enak liat mereka kayaknya udah capek dikerubutin kaum Hawa dan beberapa Adam buat dimintain foto, vn, dll. Kebanyakan tunist juga minta AskMada atau AskReuben buat diadain lagi. Setelah puas ngetake foto-foto mereka meskipun gak foto bareng, saya nunggu di kerumunan Kak Mad sampai Bang Yudi dateng dan menyuruh kakak beradik itu untuk masuk ke mobil yang udah siap. Setelah tunist terakhir yang minta foto sama Kak Mad pergi, saya buru-buru menyodorkan tangan untuk high five. Saya sempet ngira kalau Kak Mad bakal gak peduli karena udah harus cepet-cepet pulang. "Kak" Kak Mad dengan baik hati nengok ke anak perempuan berkacamata yang nunggu dapet high five dan mewujudkan mimpi anak itu. Kak Mad nyodorin tangannya untuk high five dan lucunya, harusnya saya yang bilang makasih, tapi Kak Mad yang malah ngucapin, "Thankyou ya" Fans macam apa saya ini yang udah dihibur sama penampilan mereka tapi malah mereka yang ngucapin makasih :')
Meskipun diejek hotma karena tingkah saya yang bak wartawan ngejar-ngejar mereka tapi saya seneng dan puas banget sama gig pertama saya. Kami langsung dapet taksi dan sampai di rumah masing-masing tanpa kekurangan sesuatu apapapun.
Gig pertama ini nunjukin kalau Tuhan itu baik banget. Dia selalu punya rencana buat anak-anakn-Nya. Kita gak pernah tau kapan dan dengan cara apa rencana-Nya itu dinyatakan dalam hidup, tapi yang pasti rencana-Nya itu selalu baik dan tepat waktu, sesuai sama kebutuhan bukan keinginan kita. Dari sini aku belajar kalau kita punya rejeki masing-masing, dan tiap orang pasti dapet asalkan mau nunggu dengan sabar. Mungkin tawaran di gig pertama dan kedua bukan rejeki saya, dan mungkin aja kalaupun saya bisa dateng ke gig-gig sebelumnya, saya gak bakal bisa ketemu Om Lans, Andrew, Tante Vo, bahkan high five sama Kak Mad, Kak Ugi, dan Mikha :D