7# Puisi cinta untuk SU
Ada yang pulang membawa senyum dan sejuta kecup di balik bibir moleknya. Ramai-ramai memanggul kardus berisi rindu di pundaknya menuju gerbong kereta antar provinsi. Ada yang pulang mendekap kemarahan, lalu cacian adalah rumput diperjalanan. Kepala mendidih, hati berapi, rumah di desa akan segera terbakar. Aku hanya ingin pulang ke sisimu membawa kepala yang ingin ku sandarkan.
Kematianlah yang terus mengawal nafasku hingga ujung hembusnya. Matahari tetap satu mebinasakanku yang dari pagi tegak berdiri. Bulan menakutiku dengan teriakan-teriakan wanita yang kehilangan anaknya. Aku ingin di sisimu dengan tenang, menghirup wewangian.
Banyak manusia mengejar ganjaran, berduyun-duyun ke jalan syurga. Banyak manusia terbirit – birit lari menjauh dari serambi neraka. Aku ingin terus di sisimu, mengusap kemeja rajut yang kau buat dari bulan desember itu.
Tiada kekekalan, kematianlah yang pasti SU. Aku ingin di sampingmu SU, sampai jika ajal mengetuk nanti.
Tapi aku ingin kembali muda, bersamamu saling merayu.












