seen from United States

seen from Georgia
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Netherlands

seen from Italy

seen from Colombia
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Canada

seen from United States
seen from United States
seen from Kenya
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
Peringatan Darurat
Aku di sini hanyalah seorang ibu biasa yang sebenarnya tidak begitu melek terhadap politik. Sesekali dan sekilas saja mengikuti berita perpolitikan dan biasanya yang diikuti berita besar yang viral. Tapi, bersyukurnya aku menikah dengan suami yang erat dengan berita, yang obrolan dan kecondongan kita ternyata banyak bedanya cukup menguntungkan buatku. Lebih-lebih ia mau menjelaskan dengan sabar setiap kejadian dan menjawab pertanyaan-pertanyan polosku. Seperti yang terjadi baru-baru ini di akhir Agustus. Tiba-tiba di suatu pagi ia mengutarakan dan mengekspresikan kemarahannya terhadap beberapa hal yang terjadi terkait perpolitikan negeri kita ini. Aku yang melihat dan mendengarnya sebenarnya cenderung tidak peduli. Masuk telinga kanan, keluar lewat telinga kiri. Begitulah kiranya. Barulah setelah melihat kondisinya langsung di media sosial karena banyak yang membagikan info dan keresahan tersebut akhirnya memancing rasa ingin tahuku. Aku yang praktis ini karena berita di luar sana cukup beragam dan sulit kupahami akhirnya meminta penjelasan kepada suamiku. Dijelaskannya dengan sabar dan pelan-pelan. Diawali dengan kalimat, "Jadi kita perlu samakan persepsi dari awal yaa..." Lalu ia menceritakan kronologi dari awal yang ternyata tidak kuketahui juga.
Ia menjelaskan dari KIM, KIM+, perubahan putusan MK sampai pada dianulir oleh DPR. Iya, 21 Agustus lalu, tiba-tiba saja ada perubahan UU terkait pilkada. Kita sebenarnya bingung terhadap batasan setiap lembaga dalam merubah UU. Manakah yang lebih tinggi kewenangannya. Tapi, itu bisa pelan-pelan dicari, semoga beneran dicari hehe. Selain itu, memang begitu banyak followersku yang membagikan banyak hal terkait yang akhirnya membuatku melek terhadap apa yang terjadi. Meski di lain sisi banyak hal yang kupertanyakan karena begitu rumitnya, lucu dan mudahnya negara ini diotak-atik. Selalu terbersit, "Sekuat apa si sosok Bapak Presiden dari Solo ini? Setakut apa mereka-mereka terhadap Bapak ini sampai sebegitu takluk?". Entahlah. Banyak pertanyaan. Terlepas dari itu, banyak kejadian menggemaskan di era kepemimpinan si Bapak ini. Ya salah satunya semudah itu mengubah UU demi kepentingan pribadi.
Ah, gemas sekali rasanya. Padahal Agustus adalah bulan kemerdekaan negara ini, 17 lalu baru dilaksanakan upacara bendera. Di tanggal tersebut juga tentu sekaligus mengenang perjuangan orang-orang terdahulu demi Indonesia merdeka. Tapi rasanya saat ini Indonesia masih jauh dari merdeka. Miris lihatnya. Sampai-sampai tak habis pikir, "Si Bapak ini beneran ngga punya rasa takut ya? Jabatan ini bukan sekedar jabatan yang akan lepas begitu saja setelah selesai. Tapi ada pertanggungjawabannya. Bukankah di awal juga sudah berikrar di bawah Al Quran. Sampai-sampai ngga habis pikir gimana nanti jika Bapak ini meninggal sedangkan di masanya banyak sekali kegaduhan banyak sekali yang dirugikan demi kepentingan pribadi. Rakyat ini tidak sedikit. Yang turun demo juga masih sebagian. Yang nuntut terhadap perbuatannya masih banyak. Ah. Kenapa pula aku berpikir begini."
Ya Allah tolonglah negara ini, jauhkanlah dari pemimpin yang dholim dan tidak amanah.