#225of365 @manipizzaph x @goodmisteak_ https://www.instagram.com/p/ChNBx9CvmzD010iejvL_rRdH8KUw8ftdfXES6Y0/?igshid=NGJjMDIxMWI=
seen from United States
seen from United States
seen from Canada
seen from United States
seen from United States
seen from Canada
seen from Canada
seen from Canada
seen from Canada
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Australia
seen from Russia

seen from India
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
#225of365 @manipizzaph x @goodmisteak_ https://www.instagram.com/p/ChNBx9CvmzD010iejvL_rRdH8KUw8ftdfXES6Y0/?igshid=NGJjMDIxMWI=
#225of365 it finally arrived! Thank you @hello_ofcsup ๐๐ order na kayo sa kanila ๐๐ https://www.instagram.com/p/CShAkoDhFRw/?utm_medium=tumblr
Sydney drivers are why people hate Sydney traffic #yorkstreetsydney #peakhourdickheads #225of365 (at Queen Victoria Building) https://www.instagram.com/p/B1GHkO1hh9u/?igshid=c364gu8o53sx
[Orang-orang Pasar] Hari ke #225 Kemarin pagi mungkin kali pertamaku ke pasar sepagi itu selama tinggal di Jogja. Pun pertama kalinya ke pasar bersama "seseorang". Selalu takjub dengan orang-orang yang menjajakan dagangannya di pasar. Sebab mereka harus datang sangat pagi. Mengorbankan tidur nyenyak mereka di saat kebanyakan orang masih membenamkan dirinya di dalam selimut. Seperti ibu dan bapak pondokanku dulu ketika KKN pun begitu. Jarang sekali kami--aku dan temana-teman satu pondokan--melihat mereka di rumah ketika sahur. Ternyata pagi-pagi sekali mereka mengirim sayuran hasil bertani mereka ke beberapa pasar di daerah Lumajang. Biasanya mereka baru kembali ke rumah sekitar jam 9 pagi. Kedua orang tuaku pun mirip-mirip mereka. Meski tidak "seekstrem" mereka yang yang pagi-pagi sekali ke pasar. Ibu biasanya bangun pagi-pagi sekali. Selain untuk salat malam, Beliau juga sibuk di dapur. Membuat adonan gorengan, lalu menggorengnya. Terkadang aku sempat mencicipi tahu brontak dan bakwan buatan Ibu yang baru saja diangkat dari wajan. Baru selepas subuh, Ibu dibantu Bapak membawa peralatan untuk berjualan. Ketika di rumah, setiap melihat itu aku jadi terenyuh. Betapa kerennya pengorbanan orang tuaku. Di sisi lain ketakjubanku dengan orang-orang pasar, aku jadi teringat sebuah hadist yang menyebutkan bahwa pasar adalah seburuk-buruknya tempat. Sebab, di dalam pasar tidak dapat dihindari adanya penjual yang melakukan kecurangan, penipuan, riba demi meraup keuntungan yang banyak. Aku pernah mendengar juga sebuah ungkapan bahwa pasar merupakan tempat bermulanya kapitalisme. Pun, dari sisi pembeli terkadang apa yang kita beli semata mengikuti hawa nafsu, bukan yang benar-benar kita butuhkan. Namun, baik-buruknya tempat bergantung kepada individu tersebut. Tidak semua penjual melakukan hal tersebut. Tentu banyak juga penjual yang jujur dalam menjajakan barang dagangannya. Pun sebagai pembeli, belilah barang sesuai yang kita butuhkan saja. Bahkan kemarin ada seorang penjual yang menasihati aku dan Mas--khususnya kepadaku--untuk tidak membeli gula merah dalam jumlah banyak kalau memang butuhnya hanya sedikit. Kata Beliau, "eman-eman." #jurnal365 #riasrise #225of365 (at Pasar Gamping) https://www.instagram.com/p/Bmepo3VAuam/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=jixsrf4o5g1h
[Sebuah Notula: Idul Adha, Berkurban, dan Bermanfaat untuk Orang Lain] Hari ke #225 Dalam sebuah kajian Ahad kemarin di dekat kontrakan, sang ustadz membahas tentang Idul Adha dan berkurban. Mungkin karena sebentar lagi Hari Idul Adha akan datang. Salah satu sunnah menjelang Idul Adha yaitu puasa arafah, yang dikerjakan sehari sebelum Idul Adha atau 9 Dzulhijah. Hikmah dari puasa arafah yaitu diampuni dosa kita setahun yang akan datang. Maknanya yaitu kita akan dipermudah melakukan amal saleh sehingga terhindar dari melakukan dosa. Dasar dari perintah berkurban terdapat dalam surat Al-Kautsar. Di surat tersebut Allah menyuruh hamba-Nya untuk salat dan berkurban. Sebab itu merupakan cara yang Allah perintahkan kepada kita untuk bersyukur atas nikmat yang telah Allah beri. Ketika kita bersyukur kepada Allah pun merupakan pertanda bahwa kita benar-benar menyembah Allah. Untuk itu kita tidak perlu takut dengan nikmat Allah yang belum datang kepada kita. Namun, kita boleh bahkan harus takut dan gelisah ketika belum mensyukuri nikmat yang telah Allah beri. Dalam keadaan apapun, kita harus bisa mengucap "alhamdulillah". Dan beribadah kepada Allah merupakan cara mensyukuri nikmat-Nya. Seperti dalam surat Al-Kautsar tersebut, salat dan berkurban itu merupakan salah dua ibadah yang menjadi cara kita untuk mensyukuri nikmat-Nya. Beribadah itu harus lillah (karena Allah) dan billah (kita dapat beribadah atas pertolongan Allah). Sebab ketika kita beribadah bukan karena Allah, kita akan mendapat lelahnya saja. Berkaitan dengan Idul Adha, ada dua hikmah berkurban. Pertama, secara spiritual, berkurban membuat kita semakin dekar kepada Allah (terdapat dalam surat Al-Hajj ayat 37). Kedua, secara sosial, berkurban akan memunculkan kebersamaan di antara masyarakat sosial, mengurangi jurang pemisah antara si kaya dan miskin, serta latihan menjadi orang yang rela berkorban. Sebab, sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat untuk orang lain. Meski kita belum dapat berkurban, tetapi kita dapat membantu lingkungan sosial kita untuk melaksanakan kurban. Seperti membantu menyembelih, memotong dagingnya, atau memasak. #jurnal365 #riasrise #225of365 https://www.instagram.com/p/Bmcekixg_0X/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1187ldyvmtd4k