Aturan dan hukuman
Konfusius mengajak para muridnya untuk menjunjung tinggi peraturan bukan sekedar takut pada penghukuman. Sebuah peraturan dirumuskan berdasarkan standar moralitas yang bersifat umum. Sementara hukum dibuat sesuai sifatnya sebagai pembatas, agar manusia tidak "terlalu" Melanggar batas.
Seseorang yang mampu menjunjung tinggi peraturan berarti telah memiliki kesadaran yang dihasilkan lewat pengetahuan dan telah dipilah melalui indikator -indikator kebenaran ( dalam pengertian filsafat konfusianisme, kebenaran adalah benar yang memberi manfaat paling banyak bagi suatu komunitas).
Seseorang yang menjunjung tinggi peraturan, otomatis akan merasa malu saat melanggarnya dan senantiasa menjaga dirinya agar berdiri maupun berjalan sesuai garis aturan.
Sementara mereka yang sekedar "takut" Hukuman mungkin akan merugi ketika tertangkap basah, namun di kemudian hari mereka akan tetap mengulang kesalahannya dan berusaha mencari celah agar lolos dari pengawasan maupun penghukuman.
Menjunjung tinggi peraturan ibarat membangun komitmen seumur hidup menuju ke arah kebajikan. Sementara menegakkan hukuman dengan keras hanya akan menciptakan situasi saling kejar dan bersembunyi tanpa akhir.













