Law of Projection
Apa yang muncul merupakan manifestasi dari yang ada di dalam.
Bagian 4 dari 40, buku Kajian Magnet Rezeki, Law of Projection.
Kita sering banget denger satu pepatah yang bilang “don’t judge a book with it’s cover” tapi ya saat ini tampilan mulai berasa penting ga? kita cenderung memilih buku yang cover nya bagus atau judulnya menarik ketimbang buku biasa saja.
Atau pernah ga ketemu orang yang belum kita kenal, terus kita ngerasa illfeel duluan padahal belum ngobrol atau interaksi apapun, cuma sebatas melihat. Secara langsung kita menerapkan law of projection ini.
kita melihat dari luar saja, misal ia memakai pakaian yang modis, sehingga dipikiran kita muncul “wah keren banget pakaiannya, coba tanya ah” kemudian kita mulai mengobrol. Ternyata pas ngobrol orangnya asik! sesuai banget sama pakaiannya! menyenangkan bukan? Apa yang terproyeksikan ke mata kita, ternyata itu lah yang ia ingin tampilkan.
Law of projection ini konsep dasar magnet rezeki. Apa yang tampak di dunia nyata kita, adalah cerminan dari diri kita. ini bukan sombong atau flexing ya gess, tapi menampilkan yang terbaik. secara diri dan tampilan juga.
misal ketika macet, kita sering banget bilang “duh macet banget sih” oke ngeluh itu level 1, rezekinya juga level 1, magnetnya ga kuat kuat amat. Gimana cara naik levelnya? ganti kata “macet” dengan “penuh” sehingga dipikiran kita hilang kata macet.
penuh kemudian terproyeksikan ke rezeki kita yang juga “penuh” bukan “macet”. ingat lagi, setiap ucapan kita adalah doa, maka ucapkanlah yang baik dan positif walaupun tengah mengeluh. Dengan begitu kita terbiasa memproyeksikan yang baik-baik dari diri kita. sehingga diri kita juga akan menjadi baik dan semakin baik, hingga perisai kita mengecil lalu hilang.
Selamat mencoba!
Jakarta Timur 2022















