30 hari yang lalu aku memutuskan untuk ikut 30 hari bercerita. Namun, aku berhenti di hari ke-20. Sejak saat itu, sangat sulit untuk memulai lagi. Karena beban terasa semakin bertambah semakin banyaknya hari yang terlewati. Aku mungkin bisa saja membiarkan aku gagal. Tapi, barusan aku memikirkan, “Tidak, jika seperti ini aku bukan gagal, tapi aku memilih untuk gagal”. Iya, selama masih bisa diusahakan berarti ini belum selesai. Oleh karena itu, setidaknya aku ingin mencoba untuk menuliskan 10 cerita saat ini.
21. Momentum
Kurasa momentum adalah alasan utama seseorang bisa terus konsisten dan bisa menyerah. Ketika seseorang memiliki momentum, hari-hari buruk dapat lebih mudah terlewati. Dan ketika tidak punya momentum, hanya memulai saja menjadi hal yang paling berat. Seperti alasan aku bisa menulis selama 20 hari pertama, walaupun kadang telat, karena momentum itu aku bisa kembali lagi. Namun, setelah aku skip 2-3 hari, momentum itu mulai hilang dan aku kembali sulit untuk memulai lagi.
Sehingga saat ini aku tidak lagi fokus untuk mencari motivasi, tapi mencoba mencari cara untuk membentuk momentum. Memulai menulis setiap hari walaupun masih kurang bagus, mulai olahraga setiap hari walaupun hanya sebentar. Di awal memang kurasa yang kita butuhkan bukanlah kualitas, tapi melainkan kuantitas untuk membentuk momentum.
22. Tentang Penolakan
Ini juga hal yang sering aku pikirkan lagi akhir-akhir ini. Bukan tentang penolakannya, tapi tentang menerima penolakan. Penolakan di sini bukan hanya tentang penolakan seseorang, tapi juga tentang teman, karir, pekerjaan, dll. Dari dulu aku terlalu sering ambil hati tentang penolakan. Merasa insecure dan akhirnya merendahkan diri sendiri.
Lalu, selain karena penolakan itu, masalah lainnya ketakutan akan penolakan itu. Dan ketakutan itu justru yang membuatku tidak pernah melangkah ke depan selama ini. Takut akan penolakan sama dengan takut mengambil resiko, yang secara tidak langsung menghambatku berkembang. Sekarang aku ingin mencoba tidak terlalu ambil hati dengan semua itu, karena akan selalu ada kesempatan di masa depan.
23. Teman Lama
Kemarin aku bertemu kembali dengan teman-teman satu eskul saat SMA dulu. Iya, sudah 7 tahun kami tidak pernah bertemu. Setelah pertemuan itu, aku merasa lucu karena rasanya pertemuan itu sungguh… biasa sekali.
Iya, walaupun 7 tahun lebih kami (aku saja sebenarnya) tidak bertemu, tapi saat bertemu lagi rasanya seperti baru kemarin tidak bertemu. Aku yang selalu canggung dan tidak banyak berbicara. Ady yang mengajak orang-orang bercerita, Daus dengan pengalaman lucunya yang dengan mudahnya ia ceritakan. Sheilla masih tampak dan seperti yang aku ingat. Jundi masih sama seperti Jundi.
Ya mungkin orang-orang bingung lucunya di mana. Tapi aku entah kenapa merasa itu adalah hal yang cukup lucu dan juga… luar biasa. Terlepas dari 7 tahun aku tidak bertemu mereka, semua masih tampak sama. Kayak amaze aja di waktu selama itu semuanya masih bisa terasa sama. Aku bersyukur masih berkempatan untuk bertemu mereka lagi. Semoga pertemuan kemarin bukanlah pertemuan yang terakhir.









