Suatu hari di bulan July.
Kepulangan aku ke bali harus nya menjadi hal yang akan aku tunggu. Jakarta yang selalu membuat penat dan penuh pertanyaan membuat ku selalu berfikir bahwa dunia ini banyak tidak adil nya. Tetapi setelah bertemu dengan nya kembali aku menyadari bahwa hidup itu benar-benar pilihan, pilihan untuk memilih bahagia atau tidak, bersyukur atau tidak, dan menerima suatu hal atau tidak.
Sehingga suatu hari di bulan july aku memiliki perasaan bahwa menjadi berat meninggalkan jakarta terlebih karena kamu.. aku mencoba memberikan harapan ku di Bali dengan kamu sebagai ganti nya.
Perdebatan yang panjang dan terbilang rumit dengan berlandaskan prinsip masing-masing menjadi warna sekaligus pembuka hubungan kami. Ada banyak hal yang menjadi penguat atas keputusan tidak kembali nya aku ke Bali, salah satu nya ketika kamu bilang “di Jakarta aja ya sama aku pikirin-nya”.
Melihat kamu di hadapan aku yang kembali menjadi “Pasangan” setelah hampir 11 tahun tidak pernah bertemu apalagi pernah berfikir untuk bersama mu lagi membuat ku sedikit canggung. Tapi aku percaya bahwa “Sometimes you can meet the right person at the wrong time but if you’ve met the right person then you make time work for you.” aku tau kita sama-sama bertemu di moment yang tidak tepat, tapi aku percaya kita di ketemuin lagi buat menjadi lebih baik dan melengkapi satu sama lain nya. Semoga hubungin ini bisa berjalan dengan baik seperti yang kita harapkan dan memberi dampak baik bukan hanya untuk aku tetapi untuk kita berdua.
//KJ









