Mendidik di Penempatan . . Suatu kali, mama niko (salah satu wali murid yg juga merupakan anggota komite sekolah) menyeletuk kepadaku... "Ibu, baru saya pu hati sedih Ibu.. kitorang pu anak itu masih ada belum bisa baca tulis Ibu.. baru ini su tahun 2015 ta ibu.. waktu saya pu sekolah zaman puluhan tahun lalu itu.. sekolah masih baik Ibu.. guru2 dong mengajar baik.. kitorang su paksa bisa baca baik-baik.. baru sekarang.. e harusnya zaman su maju tapi macem bagaimanakah.." . . . Mama Niko adalah perantauan dari Ambon yang kini tinggal di Siboru. Ia beruntung saat dulu sempat mengenyam pendidikan di salah satu SD yang baik di Ambon. Namun sayang tidak lanjut kembali sekolah. . . . . Celetukan mama niko saat itu rasanya menjadi tamparan. Alih-alih berfikir bahwa apa bisa jadi kehadiran saya masih belum bisa memberikan dampak apapun dalam ketertinggalan di Siboru, namun di sisi lain saya juga telah merasa overwhelmed dengan seringnya mengajar kelas super rangkap seorang diri . . . Bukan lagi menjadi hal yang tak terungkap bahwasanya masalah equity masih polemik besar negeri ini. Jangan2 apa yang kita lakukan saat ini masih setitik kecil dibandingkan kuatnya perjuangan para pahlawan dahulu demi mengusahakan nikmatnya kemudahan yang kita miliki saat ini. . . . . Tertantang untuk mengambil bagian mengusahakan memberikan dampak bagi polemik negeri ini (?) Segera daftar @pengajarmuda sekrang! Dan ambil bagian menjadi #pejuang17 * Ditulis masih dalam memenuhi #3hariCeritaPM karena ku tak sanggup menulis full #30hariCeritaPM xD (at Fakfak, Papua, Indonesia)










