[Sebuah Notula: Tahapan-tahapan] Hari ke #71 Selayaknya langit Senin sore kemarin yang menampakkan beragam warnanya, begitupun dengan cinta. Beragam warnanya, beragam rasanya. Tidak habis-habisnya ketika membicarakan tentang cinta. Sebab, cinta merupakan fitrahnya manusia. Jadi, wajar sekali jika seorang manusia memiliki rasa cinta kepada lawan jenisnya. Tinggal kembali ke masing-masing orang untuk mengelola rasa cinta itu. Dalam sesi tanya jawab suatu kajian kemarin, ada seorang jamaah yang menanyakan perbedaan ketika kita mencintai seseorang karena Allah atau karena syahwat. Sang ustadz mengatakan bahwa jika kita mencintai karena Allah, cinta tersebut membuat kita lebih taat kepada Allah, dan terus mengingatkan kepada kebaikan. Sebaliknya, jika mencintai karena syahwat, kita akan lalai dalam beribadah. Jadi, berhati-hatilah ketika mencintai seseorang. Harus pandai-pandai mengatur hati agar terus terjaga dengan baik. Sebab hati kita memang sering terbolak-balik. Jadi, mintalah perlindungan dari Sang Maha Pembolak-balik Hati. Teruslah berzikir kepada-Nya. Sebab, ketika kita sudah terbiasa berzikir, kita akan dijaga oleh Allah. Selengkapnya di: http://www.riasrise.com/2018/03/sebuah-notula-tahapan-tahapan.html #jurnal365 #riasrise #71of365 (at Masjid Diponegoro Balai Kota Jogjakarta)