Ikhrimah bin Abu Jahal
Saat Fathu Mekkah namanya tercacat menjadi orang yang wajib dibunuh.
Bagaimana tidak, pertentangan dan kebenciannya pada islam sangat besar. Ia dan keluarganya paling keras memusuhi islam.
Pemimpin sayap kiri di perang Uhud ini seperti punya banyak luka, darah dan kebencian yang ia wariskan.
Maka saat Rasulullah memasuki Mekkah dengan kemenangan ia bersembunyi kesana kemari. Melarikan diri mencari tempat sembunyi. Mekkah telah takluk dan ia seperti tak memiliki harapan, maka daripada dibunuh, ia melarikan diri.
Namun Allah maha lembut, dalam pelariannya ia menemukan cahaya yang selama ini ia tolak.
Akhirnya ia pulang bukan hanya ke tanah yang ia tinggalkan, tetapi ke Rahmat Allah.
Di Yarmuk, ia menebus semuanya. Ia berjuang habis-habisan melawan pasukan Romawi sampai akhirnya ia menemui syahidnya dan pulang kehariabaan Allah ta'ala. Pulang menemui Rasulullah yang akhirnya ia cintai.
Ayahnya memang seorang Abu Jahal. Tapi kini, ia seorang syahid yang imannya tak diragukan.
Sungguh, hidayah hanya milik Allah.














