Karya Suhardin Djalal Ditetapkan Jadi Logo Resmi HUT Ke-27 Aceh Singkil, Ini Maknanya
Logo karya Suhardin Djalal ditetapkan jadi logo resmi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Aceh Singkil.
Menurut Suhardin makna logo HUT ke-27 Kabupaten Aceh Singkil menggambarkan semangat tumbuh dalam kebersamaan, mengukir prestasi, dan menuju masa depan gemilang melalui perpaduan unsur budaya, potensi sumber daya alam dan nilai religius sebagai identitas daerah dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Logo berbentuk angka 27 memadukan elemen alam, manusia, budaya dan agama.
Lalu lima motif warna khas Aceh Singkil, sebagai simbol identitas budaya dan nilai sosial masyarakat.
Terdiri dari angka 2 dan 7. Angka 2 terdiri dari kubah masjid, paruh burung rangkong, figur manusia, perahu dan air dengan filosofi sebagai berikut:
Kubah masjid sebagai simbol ketaatan masyarakat Aceh Singkil dalam beragama, serta mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Paruh burung rangkong melambangkan identitas khas daerah yang kaya akan keanekaragaman hayati, sekaligus merepresentasikan semangat kehormatan, kebersamaan, dan arah pembangunan yang terus maju.
Figur manusia melambangkan masyarakat sebagai pusat pembangunan, dengan tangan terangkat sebagai simbol persatuan, optimisme, dan partisipasi aktif dalam kemajuan daerah.
Perahu melambangkan identitas masyarakat pesisir, kepulauan, dan tepian sungai. Sebagai simbol perjalanan bersama menuju kemajuan.
Air melambangkan sumber kehidupan masyarakat Aceh Singkil, yakni Laut dan Sungai(Sukhaya/Cinendang) menjadi denyut nadi aktivitas ekonomi dan keberlangsungan hidup.
Angka 7 terdiri dari pohon rumbia, satwa buaya dan daun dengan filosofi sebagai berikut:
Pohon rumbia melambangkan saksi sejarah peradaban di tepian sungai Aceh Singkil sekaligus simbol kekuatan ekonomi masyarakat.
"Sebagai pohon yang setiap bagiannya bermanfaat mulai dari sagu hingga atap rumbia mengajak kita untuk terus tumbuh
menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, dan membawa manfaat bagi kemajuan daerah," kata Suhardin, Selasa (21/4/2026).
Satwa buaya melambangkan kekuatan, kewaspadaan, ketahanan, dan keberanian, serta merepresentasikan kekayaan habitat sungai, rawa, dan pesisir yang menjadi bagian penting dari karakter wilayah Aceh Singkil.
Bentuk kepala buaya yang dibuat menyatu dalam desain hijau juga menunjukkan hubungan erat antara kehidupan manusia dengan alam.
Terkahir daun melambangkan harapan akan kemakmuran, pertumbuhan sumber
daya manusia, serta pemanfaatan hasil perkebunan termasuk komoditas sawit sebagai kekuatan ekonomi. Adapun daun mangrove sebagai simbol mitigasi bencana.(*)
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Karya Suhardin Djalal Ditetapkan Jadi Logo Resmi HUT ke-27 Aceh Singkil, Ini Maknanya, https://aceh.tribunnews.com/nanggroe/1021636/karya-suhardin-djalal-ditetapkan-jadi-logo-resmi-hut-ke-27-aceh-singkil-ini-maknanya?
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nur Nihayati